Mom Twins

Mom Twins
bab 15



kantor zain


" udah sore nih aku balik dulu ya kak, zain" ucap Lia


" engga mampir ke rumah dulu lia? tanya zain


" engga deh lain kali aja " ucap lia sambil menolak halus


" ya deh kalau gitu tapi Minggu depan usahakan ikut ya? " ucap abian


" kemana kak? " tanya lia


" ke puncak mumpung kan weekend " ucap zain


" eum liat nanti aja deh " ucap lia


" yayaya " ucap zain


dan lia pun turun kebawah untuk pulang


diparkiran


telfon lia berdering dan ia cek ternyata yang menghubungi reylana ia segera angkat


" haloo kenapa bumill " ucap lia


" titip bakpao coklat dongg yang biasanya di sekolah sekolah " ucap reylana


" oo okee deh kamu tunggu ya bumill " ucap Lia sambil membuka pintu dan segera masuk


dan telfon pun dimatikan


lia langsung keluar dari parkiran mobil dan menuju ke sekolah yang biasanya jual bakpao dan ia setelah sampai ia berniat untuk beli bakpao saja ternyata malah ia memborong banyak makanan. sesampainya dirumah ia menyuruh bik sila memanggil reylana yang disaat itu sedang di halaman belakang.


" ini bakpao kamu aku beliin bermacam macam rasa lohh " ucap lia


" banyak bangett yang kamu beli, emang sanggup abisin? " tanya reylana


" kan ada bik sila, pak Rahmat dan kamu juga jadi pasti abis ini " ucap Lia


" yaa dehh " ucap reylana


" bik ini buat bibik sama pak Rahmat yaa " ucap lia


" siap no, kalau gitu bibik ke luar dulu ya " ucap bik sila


" oke deh bik " ucap lia


" ya udah yuk duduk " ajak reylana


" siapp, eh aku ambil mangkok dulu ya " ucap Lia


" iyaaa, aku bawa ini dulu ke ruang keluarga " ucap reylana dan dibalas anggukan kepala oleh lia.


___


disebuah rumah


" ahaghrhh jam berapa ini? " ucap rinda


" udah bangun Lo " ucap Bella yang tadi keluar kamar buat beli keperluan dan dibales anggukan kepala oleh rinda


" lu mandi dulu deh, katanya lu ada janji sama cowok itu " ucap Bella


dan rinda baru ingat, setelah itu ia bergegas untuk mandi dan segera mencari tempat yang aman untuk mereka merencanakan dan ya Rinda membooking restoran yang ada ruangan VVIP setelah membooking ia menuju ke ruangan itu, hari sudah mulai malam dan ia pulang ke apartemen untuk mengganti baju setelah dari apartemen ia menghubungi tuan x untuk bertemu.


" datang ke restoran sebrang " ucap rinda


" HM " balas tuan x


telfon pun dimatikan dan ia menjalankan mobil menuju ke restoran itu, beberapa saat kemudian ia sampai di restoran itu dan menuju ke ruangan yang sudah Rinda pesan,


" ada perlu apa kamu " ucap tuan x


" kita bicara didalam " ucap rinda dan dibalas anggukan kepala oleh dia, sesampainya diruangan ia langsung memberitahu soal rencana


" aku ingin kamu bantu aku untuk menjebak zain agar dia mau menikahiku dan tidak jadi membatalkan pertunangan kami " ucap rinda


" aku tidak bisa " ucap tuan x lalu pergi bersama pengawalnya,dan rinda yang melihat itu langsung mengejar tetapi mereka sudah sampai dimobil dan mobil melaju secara perlahan.


" ahaghrhh menyebalkan, tapi aku bisa dengan tanganku sendiri " ucap rinda


" rindaa " ucap seorang wanita sambil menepuk lengan Rinda dan rinda menoleh ternyata adalah temannya dan ia mengajak untuk makan karena makanan sudah dipesan oleh rinda dan sayang sekali kalau tidak dimakan.


" ehh kamuu " ucap rinda sambil bercipika cipiki


" kamu apa kabar? " tanya wanita itu


" eh kamu udah makan belum " tanya rinda


" belum nih, ini mau makan makanya mampir ke sini " ucap wanita itu


" ya udah aku traktir yuk kebetulan aku udah pesen buat temenku cuma dia ada urusan mendadak " ucap rinda


" wahh boleh nih " ucap wanita itu


mereka pun masuk keresto itu dan menuju ke ruangan yang sebelumnya Rinda sudah memesan, beberapa saat kemudian mereka selesai makan dan lanjut mengobrol.


___


" hai bik " ucap reylana


" hai juga non " balas bik sila


" oh ya bik rencana masak apa? " tanya reylana


" ini non sayur kangkung sama ayam " ucap bik sila


" oke deh bik aku panggil Lia dulu bik " ucap reylana


" iya non " ucap bik sila


reylana pun naik keatas untuk ke kamar lia


tokk tokk


" liaaa, ayoo makan malam " ucap reylana setelah teriak


" iyaa bentar lagi ganti baju " balas lia


klekk


" udah? " tanya reylana


" udah yok, oh yaa besok aku ikut kamu ke butik ya " ucap Lia


" oke dehh " ucap reylana


mereka turun ketangga dan Lia menuju keluar untuk memanggil pak Rahmat sedangkan reylana membantu bik sila menyiapkan di meja makan


" pak makan dulu yok" ucap lia


" eh baik non " ucap pak Rahmat


diruang makan


mereka pun menyantap makanan yang sudah dimasak oleh bik sila dan setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka.


" Lia aku keatas dulu ya, soalnya ada kerjaan " ucap reylana.


" oke lan aku disini aja " ucap Lia.


dan reylana naik keatas, sesampainya di kamar dia langsung mengambil laptop dan menuju ke kasur ia perlahan menghidupkan laptop dan mulai memeriksa email dan mendesain baju dan gaun, saking fokusnya mendesain ia tidak sadar kalau jam menunjukkan pukul 11 malam dan ia mematikan laptop dan tidur,


__


rumah Abraham


" huh udah jam 11 tapi pekerjaan belum juga selesai " ucap zain, tiba tiba ia teringat dengan reylana sedang apa ya dia?apakah dia sudah tidur? ah ia tidak sabar untuk menikahinya setelah menyelesaikan urusan dengan wanita itu. suara dering telepon memecahkan lamumannya


kringg kringg kringg


" siapa sih ini ganggu aja deh " gerutu zain


" oh si David " ucap zain


" halo maaf tuan saya ingin mengabarkan bahwa tadi rekan kita yang dari Turki akan datang " ucap David


" kapan? " tanya zain


" kemungkinan besok tuan, makanya saja menelfon anda sekarang " ucap david


" oh ya sudah kalau gitu kamu siapkan besok apa yang perlu kita bawa pada pertemuan itu " ucap zain


" baik tuan " ucap David


dan telfon dimatikan oleh zain


" huh pekerjaan ini sedikit lagi selesai " ucap zain sambil menyemangatinya. setelah beberapa menit ia berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat pukul 12 malam, dan ia langsung tidur karena jujur saja dari tadi ia menahan kantuk yang sangat amat berat


keesokan harinya


zain bangun pada pukul 5 pagi ia langsung melaksanakan ibadah shalat subuh, ia akhir sujud ia berdoa jika memang reylana jodohnya ia meminta didekatkan, setelah melaksanakan shalat ia langsung bergegas mandi karena jam setengah tujuh pagi ia menjemput rekan bisnis yang dari Turki, ia sarapan dan langsung berangkat ke bandara.