
Reylana kaget bukan main ternyata yang mengirim rendang dan bantal hamil adalah Arzan, ia bener bener engga habis pikir dari mana ia mengetahui masalah kehamilan nya dan menempatkan mata mata di rumah ini.
" Hahh, jadi pak Arzan udah tau dong kalau aku hamil anak dia? " tanya Reylana, ia sebenar nya takut jika Arzan berencana mengambil bayi nya untuk di jadikan pewaris seperti di novel yang pernah ia baca, bagaimana kalau itu terjadi? tapi ia tidak boleh menyerahkan begitu saja. Ia membayangkan bagaimana jika anak yang ia kandung dan ia lahirkan di bawa begitu saja.
tokk tokk
" Non ini ada teman nya non " ucap Bik Sila yang mengagetkan lamunan nya. Ia pun keluar dan segera menuju bawah untuk melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah Shela teman dulu waktu SMA dia ke sini untuk cari pekerjaan sekaligus tempat tinggal, dan Shela juga ternyata teman akrab Lia jadi ia menelfon Lia untuk mengecek apakah ada kamar kos yang kosong, dan Lia menyuruh nya untuk menunggu sambil menunggu Shela di suruh istirahat terlebih dahulu di rumah mereka awal nya Shela merasa sungkan tetapi setelah di bujuk akhir nya dia mau saja.
Tiba makan malam Reylana mengetuk pintu kamar Shela untuk mengajak makan malam tetapi terdengar Shela sedang marah marah, ia pun bingung dengan siapa dia marah seperti itu, tetapi ia tidak menghiraukan dan menunggu Shela sampai selesai telfon. Setelah tak terdengar Reylana kembali mengetuk dan pintu terbuka dengan wajah Shela yang sembab, Reylana pun kaget dan mencoba bertanya dengan apa yang terjadi tetapi Shela menyembunyikan semua nya dan setelah itu Reylana tidak memaksa nya untuk kembali bercerita. Ia pun segera mengajak Shela untuk makan bersama.
" Oh iya Shel nanti pagi kamu bisa ikut aku ke butik " ucap Reylana.
" Oke Lan yang penting aku ada kegiatan sambil nunggu lowongan kerja " ucap Shela, dan di balas anggukan oleh Reylana.
Setelah mereka makan, mereka menuju ke ruang keluarga untuk sekedar mengobrol dan bercanda tawa layak nya seperti saudara.
" Oh ya, Lia pulang kapan? " tanya Shela.
" Kayak nya besok, dia nginep di rumah saudara nya " balas Reylana.
Setelah mereka mengobrol ringan, Shela pamit ke atas karena mau istirahat beda hal nya dengan Reylana ia masih melanjutkan film dan pekerjaan yang sempet tertunda. Ia lagi dan lagi mendapat notif email yang diketahui milik Arzan, di sana Arzan menanyai tentang jadwal priksa kandungan dan ia sedang ingin apa saja, banyak hal yang Arzan tanya di sisi lain Reylana ingin menghubungi Lia untuk memberitahu bahwa Arzan sudah mengetahui tentang bayi ini. Akhirnya ia menelfon Lia, tetapi beberapa kali tidak terjawab mungkin saja sedang tidur jadi ia akan menceritakan nanti pagi saja dan ia melanjutkan pekerjaan hingga pukul 10 malam.
Setelah lembur ia menuju ke kamar mandi untuk bersih bersih dan memakai skincare setelah itu ia menuju ke kasur untuk tidur. Keesokan hari nya Reylana bangun dan ia menuju ke kamar mandi, setelah selesai mandi ia turun ke bawah dan membantu bik Sila memasak, karena memang seperti itu rutinitas nya ketika di rumah Lia. Ia ingat kalau ia mau menghubungi Lia jadi ia memutuskan untuk menghubungi setelah ia selesai membantu bik Sila, ia turun dan menuju ke dapur.
" Masak apa bik ? " tanya Reylana kepada bik Sila.
" Ini non mau bikin sup ayam " ucap Bik Sila.
" Aku bantu potong potong ayam bik " ucap Reylana, dibalas anggukan oleh bik Sila sekarang ia sudah tidak melarang Reylana untuk membantu nya memasak.
Setelah semua nya siap, Reylana ke atas untuk memanggil Shela sementara bik Sila menyiapkan hidangan di meja makan dan memanggil pak Rahmat. Beberapa saat kemudian mereka selesai makan dan melanjutkan pekerjaan masing masing, seperti yang sudah mereka rencanakan Shela ikut dengan Reylana untuk ke butik. Mereka pergi menaiki mobil pribadi yang sudah di beli Reylana minggu lalu, dan yang menyetir adalah Reylana sendiri karena setelah membeli ia tidak menaiki mobil nya.
" Nahh udah sampe nih " ucap Reylana ketika memakirkan mobil.
" Wahh masyaallah lumayan gede juga ya butik nya" ucap Shela dengan kagum, dan Reylana yang mendengar itu hanya senyum.
Mereka segera turun dan menuju ke butik, pada saat di butik ternyata mereka di sambut oleh asisten Reylana yaitu Dewi, Reylana memperkenal kan Shela kepada Dewi. Reylana pun masuk ke dalam dan ia mengerjakan pekerjaan yang semalam belum ia selesai kan sepenuh nya, Shela yang bingung pun inisiatif untuk membantu beberapa karyawan menyambut tamu saja, setelah ia meninta izin pada Reylana.
" Haii aku boleh gabung engga " ucap Shela dengan nada ramah.
" Boleh buk, silahkan " ucap salah satu karyawan itu.
" Aduhh jangan panggil buk dong, panggil Shela aja " segan Shela.
Beberapa menit kemudian ada seorang tamu dan ternyata tamu itu adalah klien yang akan memesan gaun dan juga sudah membuat janji jadi Shela pun memanggil kan Reylana sedangkan Dewi memang di minta Reylana untuk mengantar gaun. Selang beberapa saat Reylana keluar dan kaget melihat klien mereka ternyata adalah Kakak tiri dan ibu tiri nya, mereka juga terkejut melihat kehadiran Reylana dan mereka menebak bahwa Reylana pemilik butik ini, Evelyn yang kangen sekali langsung memeluk Reylana.
" Dekkk, kamu apa kabar kakak kangen banget sama kamu " ucap Evelyn sambil memeluk Reylana, Reylana pun membalas ia ingat dulu Evelyn lah yang selalu membantu nya di kala susah, dia yang selalu baik kepada nya mereka bagaikan saudara sesungguh nya.
" Aku baik kak, kalau kakak gimana? " ucap Reylana sambil melepaskan pelukan dan mempersilahkan mereka duduk, ia tidak sama sekali menyapa ibu tiri nya karena tidak suka dan juga di tambah ia sedang hamil ya gitu deh.
" Oh ya dek, jadi kakak mau nikah nih bisa engga bikin gaun buat kakak " ucap Evelyn.
" Kakak mau nikah? sama siapa? " tanya Reylana terkejut ternyata kakaknya yang akan menikah.
" Eum itu sama yang dulu pernah suka kamu, waktu jaman SMP itu loh " ucap Evelyn dengan berbisik dan malu, Reylana yang mendengar itu jadi tertawa dan ia ingat satu kejadian.
FLASHBACK
Beberapa tahun yang lalu
Seorang lelaki memberi bunga kepada seorang perempuan dengan tujuan menjadikan kekasih nya, tetapi di tolak lantaran perempuan itu tidak ingin pacaran dahulu, Dia adalah Reylana dan Dito. Sebenarnya Evelyn menyukai Dito sejak lama tetapi karena Dito suka dengan sang Adik ia mengalah saja, dan pada saat Evelyn dengar bahwa Dito menyatakan perasaan kepada Reylana ia sangat sedih sekali tetapi kesedihan itu hanya sementara.
" Aku menolak nya kak, bukan tanpa alasan aku ingin fokus sekolah dulu lagi pula papa melarang kita untuk pacaran" ucap Reylana.
" Kamu benar deh, makasih ya kamu udah nolak dia aku jadi seneng deh " balas Evelyn.
" Ciee kakak nihh, katanya mau lupain kok masih suka gamon ya " ucap Reylana sambil menggoda kakaknya.