
Arzan pun bingung ingin menjawab seperti apa, dan ya ia menjawab apa adanya saja.
" Eumm... aku sedang mencarinya pa " ucap Arzan.
" Cari sampai dapat papa kasih waktu 1 Minggu untuk mencarinya jika tidak perjodohan kamu akan tetap papa lanjutkan " ucap tuan Abraham secara tegas.
" Baik pa " ucap Arzan.
" Ma aku akan ke atas dulu untuk melanjutkan pekerjaan ku " ucap Arzan.
" Ya nanti biar maid antarkan cemilan ke ruang kerjamu " jawab nyonya ica.
" Pa, ma, aku permisi dulu " ucap Arzan.
" Ya nak " jawab nyonya ica sedangkan tuan abraham hanya diam saja.
ceklek
" Huhfft susah sekali cari wanita itu " gerutu Arzan.
kringg kringg
Terdengar bunyi telfon milik Arzan, ia mengangkatnya dan ternyata itu adalah anak buah nya yang sudah mendapatkan informasi tentang Reylana. Ia lega sekali akhirnya ia menjadi tau tentang Reylana dan segera menulusuri tempat tinggalnya.
" Hah akhirnya aku mendapat informasi tentang wanita itu " ucap Arzan dengan lega.
Ia berharap Reylana hamil anaknya agar ia bisa lepas dari jeratan Rinda. Dengan adanya bayi yang dikandung Reylana ia jadi bisa membuatnya membatalkan pertunangan yang tidak pernah ia inginkan. Karena padatnya jadwal ia pun tertidur di sofa kamar.
tokktokk
" Arzan ini ada David nih " teriak nyonya ica karena dari tadi tidak ada suara.
" Mama buka loh pintunya " teriak lagi.
klekk
" Arzan, nakk itu udah ditunggu kamu cuci muka gih " ucap nyonya ica.
" Iya ma ".ucap Arzan dengan nada serah khas bangun tidur. Arzan lalu jalan ke kamar mandi dan menuju ke ruang kerjanya untuk menemui David. Setelah sampai sana ternyata pintu terbuka dan David pun sudah disana dengan laptop.
" Malam tuan " ucap David dan dibalas oleh Arzan. Ia segera meminta hasil laporan, tetapi ia sedikit kecewa dengan hasil itu yang ternyata tidak lengkap tetapi tidak apa apa yang terpenting ia mengetahui latar belakang Reylana.
" Ini tuan data tentang Lena, tetapi untuk sekarang saya belum mengetahui tempat tinggalnya yang baru " terang David.
" Baik tidak papa besok kamu cari lagi, saya kasih waktu 1minggu karena jika tidak perjodohan ku dengan wanita penggoda akan dilanjutkan " ucap Arzan.
" Baik tuan, saya akan cari sesegera mungkin " ucap David yakin.Sejujurnya memang david tidak terlalu menyukai Rinda karena sifat nya yang seenaknya dan suka mengatur serta sombong.
" Ya sudah, kamu pulang saja " titah Arzan.
" Baik tuan saya permisi dulu " jawab david, dan hanya di balas deheman oleh Arzan, lalu David pun pulang, sedangkan Arzan melanjutkan pekerjaan hingga larut malam, karena khawatir dengan sang anak jadi nyonya Ica menghantarkan susu dan juga cemilan untuk menemani sang anak melakukan pekerjaan dan setelah itu nyonya Ica kembali ke kamarnya.
____
keesokan harinya
" Pagii buk " ucap Reylana.
" Hehe pagi juga non, panggil bibi saja non " jawab Bik Sila.
" Boleh atuh non, bantu potong potong sayuran ya non " ucap bibi Sila.
" Oke bik " jawab reylana.
Reylana pun membantu bik Sila untuk memotong sayur serta memasak, ia bertanya kepada bik Sila apa yang akan mereka masak nanti dan bik Sila menjawab jika mereka akan memasak sayur sop, mendengar hal itu ia jadi kangen dengan masakan sop mama kandungnya. Dulu pada saat mama kandungnya masih hidup ia sering sekali dimasakin sayur sop dan sekarang ia hanya bisa mengenang hal itu.
" Haloo pagii semua " ucap Lia sambil tersenyum.
"Pagi juga Lia " jawab Reylana.
" Pagi juga non " jawab bibi Sila.
" Oh ya kalian masak apa aku bantu deh " ucap Lia.
" Enggak usah, non ini udah hampir selesai non Lia sama non Lana tunggu dimeja makan saja " ucap bibi sila.
" Oke deh bik " jawab serempak Lia dan reylana. Mereka lalu menuju ke ruang tamu untuk mengobrol sebentar dan bercanda ria, ditengah tengah perbincangan Lia bertanya kepada Reylana tentang siapa yang sudah melakukan hal bejat itu. Awalnya Reylana tidak mau menjawabnya karena ia takut sekali, tetapi setelah diyakinkan oleh Lia perlahan ia mulai berani mengungkapkan dan jawaban Reylana membuatnya kaget setengah mati.
" APAA " teriak Lia sambil terkejut.
" Kk-kamu kenal Lia ?" tanya Reylana.
" Gimana engga kenal dia itu masih sepupu aku " ucap Lia.
" apaa jadi dia sepupu kamu " ucap Reylana.
" iyaa " jawab Lia.
" Bener bener tuh anak bisa bisa nya buat sahabatku seperti ini " geram Lia.
" Eumm aku mohon ya kamu jangan kasih tau keberadaan ku sama dia " ucap reylana sambil memohon.
" Kamu tenang aja aku bakal bikin dia nyesel " jawab Lia, tiba tiba reylana merasakan mual yang luar biasa
reylana lari ke kamar mandi.
huekk huekk
" Lanaa kamu enggak apa apa kann " ucap Lia sambil menggedor pintu, pintu kamar mandi terbuka dan Lia melihat reylana pucat lalu pingsan.
beberapa menit kemudian.
" Ahaghrhh kepala ku pusing sekali " ucap reylana sambil menahan sakit.
Lia yang mendengar erangan Reylana pun masuk ke ruangan dan Reylana bertanya dimana sekarang?mengapa ia bisa berada disini?. Karena Lana menganggap bahwa ia sakit biasa jadi ia mengajak Lia untuk pulang tetapi perkataan Lia membuatnya shok, yaitu bahwa ada malaikat kecil tumbuh di rahimnya dan sekarang keadaanya sedang lemah. Ia mendengar hal itu pun tambah lemas dan tidak bisa berkata apa apa dan suasana hening seketika tiba tiba air mata Reylana turun seketika.
"Maafin sepupu aku ya udah buat kamu menderita " ucap Lia sambil menangis dan tangisan keduanya pecah rasanya campur aduk sekali pada Reylana karena ia hamil tanpa suami bahkan menikah pun ia belum pernah takut , kesal, marah tapi juga terharu, ia bertekad untuk membahagiakan anaknya tanpa suami ia yakin bahwa anak nya akan bahagia jika berdua saja ia meminta Lia untuk merahasiakan ini semua dari Arzan dan ide itu disetujui oleh Lia.
" kamu tenang, saja aku akan sembunyikan ini semua dan bertingkah seolah aku tidak menahu soal kamu dan lagian aku juga akan memberikan pelajaran buat Arzan meski dia sepupuku " geram Lia.
" Makasih ya kamu udah jadi penolong dan penyemangat buat aku, aku engga tau lagi mau gimana kalau engga ada kamu " ucap Reylana sambil memeluk Lia dan pelukan itu dibalas oleh Lia.
" ya sudah kamu istirahat saja aku ada pekerjaan, aku akan pulang sebentar nanti bibi sila datang dia lagi aa dikantin untuk makan siang " ucap Lia.
" iya Lia kamu tenang saja " jawab reylana.
Beberapa saat kemudian datang bik sila, Lia menyuruhnya kesini karena ia ada keperluan mendadak, dan Lia pun pamit karena waktu sudah mepet. Ia kemudian keluar dari kamar inap Reylana dan menuju ke parkiran.