
" udah kan makan nya? " tanya reylana yang tadi habis ke toilet.
" udah kok " balas lia
lia keluar dulu dari restoran karena reylana yang akan membayar, pada saat ia keluar dari restoran itu ia tidak sengaja menabrak seseorang.
" eh maaf maaf " ucap lia
si empu pun terlihat kesal dan ingin memaki tetapu setelah di lihat siapa gerangan itu, ia langsung ter senyum dan berkata
" eum tidak apa apa " ucap perempuan itu
" maaf ya rinda sekali lagi " ucap lia
ya jadi wanita itu adalah Rinda, ia memang ber muka dua di depan lia karena lia adalah sepupu dekat zain yang arti nya ia masih dalam lingkup keluarga abraham.
" ya tidak papa " ucap rinda
" kalau gitu aku permisi dulu " ucap rinda
" heum ya " balas lia
setelah rinda pergi lia pun mengambil tas nya yang jatuh sambil menggerutu
" ishh sok baik banget deh tu anak " gerutu lia dengan pelan.
" heyy kenapa sih kok kelihatan seperti lagi kesal " ucap reylana yang sudah selesai menbayar
" udah ah masuk yuk, kita pulang " ucap lia
" ya deh " balas reylana
mereka masuk ke mobil dan menuju pulang ke rumah, sesampai nya di rumah mereka langsung ber istirahat karena hari sudah malam.
" aku istirahat dulu yaa " ucap lia
" juga deh " balas reylana
___
kringg kringg
" halo david kamu siap kan berkas untuk meeting besok karena jam sembilan harus sudah sampai " ucap zain
" baik pak, nanti saya kirim lewat email " ucap david
" oh ya pak ini ada berkas yang harus bapak tanda tangan i " ucap david
" kamu kirim lewat email, biar saya tanda tangan i " ucap zain.
" baik pak " ucap david
telfon di matikan oleh zain dan ia lanjut untuk bekerja sekaligus menunggu email dari david, beberapa detik email nya pun masuk dan david segera mendatangani berkas itu, dan mengirim kembali ke david.
" huh capek banget andai udah nikah kali ya pasti ada yang mijit " ucap zain sambil berhalu.
keesokan hari nya
" ahggrgg, jam berapa sih " ucap zain dengan nada khas bangun tidur. zain pun langsung ke kamar mandi dan setelah mandi ia langsung ber ganti baju dan sarapan
" zain makan dulu nak " ucap nyonya ica
" iya mam " balas zain
setelah sarapan zain ber gegas menjemput klien nya karena waktu menujuk kan pukul delapan lebih lima menit. sesampai nya di hotel ia turun dan klien nya pun sudah menunggu di restoran hotel.
"Üzgünüm geç kaldım " ucap zain
(maaf saya terlambat)
" Sorun değil, biz de yemeyi yeni bitirdik " ucap klien
(tidak apa apa kami juga baru selesai makan)
"Tamam, hadi doğruca ofisime gidelim." ucap zain
(baiklah, yuk kita langsung ke kantor saya)
" Tamam " ucap klien
(baiklah)
mereka menuju ke mobil yang sudah di sediakan oleh zain dan perlahan mobil meninggalkan perkarangan hotel
" Masyaallah ne güzel bir manzara var yaa" ucap tuan alzali
( masyaallah inda sekali ya pemandangan di sini yaa)
" Evet efendim " ucap zain sambil tersenyum
( iya tuan)
" hadi efendim lütfen gelin" ajak zain
(mari tuan silahkan masuk)
mereka masuk ke dalam kantor dan di sambut oleh karyawan karyawan kantor, setelah itu mereka pun meeting. satu jam kemudian meeting selesai dan mereka memutus kan untuk makan siang
" Önce öğle yemeği arasak, sonra bu bölgeyi dolaşsak nasıl olur? " tanya zain
(bagaimana kalau kita cari makan siang dulu setelah itu jalan jalan)
(baiklah kami ikut anda saja)
mereka turun untuk ke parkiran dan menuju ke mall terdekat.
" masyaallah bunların hepsi Endonezya yemeği yaa " ucap alzali
(masyaallah ini makanan Indonesia ya)
" evet efendim lütfen önce deneyin " ucap zain.
(iya tuan, silahkan di coba)
" tamam tamam " ucap alzali
(baiklah baiklah) .
__
" lia tadi aku buat cake " ucap reylana
" oh yaa coba liat " balas lia
lia memotong cake buatan reylana dan ia segera memakan.
" eum enak banget nih " ucap lia
" eum lia boleh minta tolong engga? " tanya reylana
" minta tolong apa bumill " ucap lia.
" pengen kasih cake ini sama pak zain " ucap reylana
" ciee udah mulai suka yaa " ucap lia sambil menggoda
" ishh au ah " ucap reylana sambil cemberut.
" yayaya, sini packing aja nanti aku kasih ke dia " ucap lia
" makasih ya, bentar aku packing dulu " ucap reylana
" oke aku tunggu di ruang tamu " ucap Lia
reylana pun ke dapur dan memotong sebagian cake untuk zain dan memasuk kan ke rantang dan ia menambah kan beberapa puding buah. dan ia segera membawa ke ruang tamu dan menyerah kan kepada lia.
" nih lia udah " ucap reylana
" oke deh " balas lia
" ya sudah aku pamit bentar, kemungkinan pulang malam karena tadi tante ica suruh aku bantu in buat ada arisan " terang lia
" oke deh, ntar pulang titip desert yaa, yang varian oreo sama red velvet " ucap reylana
" oke deh " balas lia.
setelah itu Lia menuju ke mobil dan perlahan mobil meninggalkan perkarangan rumah. bebarapa menit kemudian ia sampai di rumah keluarga Abraham.
tin tinn
" pak tolong buka in " ucap Lia setengah teriak
" eh baik non " balas salah satu satpam di sana
pintu gerbang di buka secara otomatis dan lia masuk ke rumah nya, karena memang seperti rumah sendiri bahkan ia pernah tinggal di sana jadi ia langsung masuk saja.
" ASSALAMUALAIKUM " teriak lia
" waalaikumsalam heyy teriak teriak mulu deh kamu " ucap nyonya ica
" hehe maap tante " ucap lia sambil menyalami nyonya ica
" ya udah kamu ke atas dulu gih nanti tante panggil " ucap nyonya ica
" eh tante zain di rumah? " tanya lia
" engga lagi ada klien dari Turki jadi dia ke kantor " ucap nyonya ica
" ini ada cake buat zain ya tante " ucap Lia
" waduhh kamu nih pasti lagi ada sesuatu nih hayoo mau minta apa sama zain " ucap nyonya ica.
" adadeh tan " ucap lia, dan ia langsung ke atas untuk mengobrol dengan neira. nyonya ica yang melihat kelakuan sang ponakan pun hanya ber geleng-geleng kepala dan ter senyum. ia pun langsung melanjut kan membuat adonan untuk membuat roti.
sementara itu di atas
" haloo everybody " ucap lia dengan heboh
" ishh kak lia mah " gerutu neira
" lagi ngedrakor ya " ucap lia
" heeh nih mau iku nonton? " ucap neira
" boleh deh " balas lia.
" eum kak, kira kira kakak tau keberadaan kak lana? " tanya neira
Lia yang mendengar pertanyaan dari sang adik sepupu pun terdiam dan di kagetkan dengan senggolan sang adik.