Meet You In Argentina

Meet You In Argentina
LIMA



 "Kita Akan Menemukan Kebahagiaan"


Di Momen Paling Tidak Terduga"


 


Pagi yang cerah dengan suhu terbilang dingin adalah waktu yang tepat untuk menikmati secangkir hot green tea kesukaannya. Arumi menuruni anak tangga ke lantai satu dan menuju sebuah Cafe yang dekat dengan pelabuhan. Setiap jalan yang ia telusuri terdapat beberapa pohon yang ditanam setiap pinggiran kota beraroma kan Jacaranda atau seperti aroma Lavender.


Arumi menuju bar dan memesan segelas hot green tea pada seorang barista yang wajahnya terlihat ramah. Setelah mendapatkan pesanannya, Arumi kemudian mencari tempat duduk kosong tepat di samping jendela. Arumi menikmati segelas hot green tea nya sambil menikmati pemandangan sekitar. Memandangi orang-orang yang berlalu lalang, arsitektur bangunan sekitar yang menarik, pelabuhan yang terbentang luas, serta hijaunya pepohonan dilengkapi dengan sinar matahari yang terasa hangat di tengah terpaan angin dingin di musim semi.


Arumi sangat menikmati waktunya, ada kesenangan tersendiri dalam diri Arumi hanya dengan menyeruput hot green tea di pagi hari sambil menikmati kehidupan lokal masyarakat sekitar. Sesekali Arumi mengabadikan momen melalui Frame dalam kamera mirrorless nya.


The best morning green tea latte and great view. Have a nice day. Update Arumi dalam instagram-nya.


Arumi meletakkan cangkir yang sudah kosong keatas meja, tidak terasa ia sudah menghabiskan satu setengah jam di Lobo Cafe. Hari semakin siang Arumi kemudian melanjutkan perjalanan ke pasar San Telmo dengan berjalan kaki yang bermodalkan google maps.


San Telmo adalah lingkungan tertua di Buenos Aires, ibu kota Argentina. Di penuhi dengan jalan berbatu, arsitektur kolonial tua dan plaza yang teduh, area ini populer di kalangan wisatawan. Khususnya ada sebuah tempat yang wajib didatangi wisatawan yang seperti dirinya yaitu, pasar San Telmo. Pasar yang diadakan setiap hari Minggu sepanjang tahun , pasar yang membentang 1.3 Km dari plaza De Mayo sampai Plaza Dorrego, dan banyak para penjual lokal menawarkan barang antik, kerajinan tangan, dan suvenir khas Argentina. Serta berbagai seniman melakukan pertunjukannya hampir di seluruh pasar.


Arumi terus berjalan menelusuri pasar sambil melihat-lihat jika ada yang membuatnya tertarik.


“what is this? " tanya Arumi ketika ia tertarik pada sebuah batu yang bisa dijadikan aksesoris.


“Ini batu Nasional Argentina. Namanya rodhochrosite”. jawab si penjual sambil memperlihatkan permata alami Argentina kepada Arumi.


“Coba perhatikan aku membuat ini satu persatu sampai menjadi ukiran seperti ini. Batu-batu ini semua berasal dari Patagonia”. jelas si penjual.


“Saya ambil ini dan rantai kalung ini juga”. ucap Arumi menunjuk sebuah rantai kalung yang berbentuk kupu-kupu.


“Ini nona”. ucap si penjual menyerahkan sebuah kalung yang berliontin batu kepada Arumi.


"gracias (terimakasih)." ucap Arumi berterima kasih setelah membayar kepada si penjual. Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya sambil mengicip beberapa jajanan khas Argentina yang ditawarkan oleh beberapa warga lokal.


Hingga diujung jalan ia mendapati orang-orang yang sedang berkumpul dan asyik bergoyang yang diiringi oleh parade.


“Lo siento (Maaf)." ucap seorang yang tak sengaja menabrak lengannya.


"It is okay." ucap Arumi terkejut saat membalikkan badannya.


“Kamu lagi. Kayanya bumi ini kecil bangat yah.” ucap Jason sambil tersenyum.


“yeah Maybe.” ucap Arumi setuju dengan perkataan cowok itu.


“Jason.What is your name?” ucap Jason memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


“Arumi.” jawab Arumi menjabat tangan Jason.


“Dari Indonesia?” tebak Jason menggunakan bahasa Indonesia sambil tersenyum menyeringai.


“Kamu dari Indonesia juga?” membuat Arumi tak percaya, pria yang sudah ke-tiga kali berpapasan dengannya, ternyata dari Indonesia. Kalau dilihat pria itu tidak seperti orang bule yang pada umumnya, tetapi wajahnya cenderung mirip dengan wajah orang Asia. Matanya yang sipit, kulit putihnya yang mulus, postur tubuhnya yang cenderung jakung tetapi Jason memiliki wajah yang bisa menarik perhatian perempuan manapun.


“Ia. Senang bisa ketemu dengan orang Indonesia juga disini. Kamu lagi liburan atau?”


“Liburan.” jawab Arumi singkat.


“Tempat yang tepat untuk kamu berlibur, dan aku jamin kamu tidak akan menyesal sudah memilih berlibur di Argentina.”


“Semoga.” jawab Arumi entah harus merespon apa kepada Jason, orang asing yang baru dikenal olehnya.


“Senang bertemu dengan kamu, Arumi. Semoga liburan kamu menyenangkan. Maaf aku tidak punya waktu lama untuk mengobrol, satu jam lagi waktu istirahat aku udah mau habis.” ucap Jason pamit terburu-buru dan meninggalkan Arumi yang masih terdiam di tempatnya sambil menatap kepergian cowok itu.


****


Waktu sudah menunjukkan jam dua siang dan Arumi mulai merasa lapar, karena Arumi melewatkan sarapan hari ini dan ia teringat tempat makan yang terkenal tidak jauh dari penginapannya. Arumi pun memutuskan untuk pergi ke sana dengan bantuan google maps.


Arumi menengok kedalam sambil celingak-celinguk didepan pintu masuk restoran Asado. Ia ragu apakah restoran itu menjual makanan halal atau tidak dan di dalam pun terlihat sangat ramai oleh pengunjung.


Pelayan berbaju putih membukakan pintu dan mempersilahkan Arumi untuk masuk. Ia menuntun Arumi dan mempersilahkan ia duduk di bangku yang kosong di antara sepasang pria dan perempuan. Hanya itu bangku yang kosong untuk satu orang saja. Pelayan menyodorkan lembaran menu, Dan ia menunjuk pada salah satu menu yang tertulis steik T.


"excuse me sir, may I not use pork (permisi tuan, bisakah saya tidak menggunakan daging ****)? " Tanya Arumi.


Restoran Asado merupakan restoran yang menghidangkan makanan yang terkenal di Argentina. Daging sapi, kambing ,**** dibumbui dengan garam, dipanggang dengan arang dalam waktu yang lama. Setiap daging ditusuk pada rangka logam dan digantung pada api yang kecil dan waktu yang lama.


Sambil menunggu pesanannya datang, Arumi mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran yang menurutnya cukup luas, setiap dinding terdapat lukisan sang penggembala ternak,dan beberapa dekorasi yang bergaya Eropa Klasik.


Dan betapa tercengang dirinya melihat hidangannya yang diantar oleh pelayan.


"Astaga ini bisa dimakan buat sekampung." ucap Arumi melemas melihat porsi makanan yang diantar cukup banyak. Ia pikir steak T sama seperti steak yang disajikan di Indonesia, namun steak kali ini disajikan dalam porsi banyak dengan berbagai jenis daging kecuali daging ****. Ia bingung harus makan yang mana terlebih dahulu.


Arumi mengambil sepotong daging dan mulai mencelupkan daging yang setengah matang itu pada saus yang sudah disediakan.


"Wah. Enak." ucap Arumi yang hampir kehilangan kata-katanya saat daging sapi itu berada di mulutnya. Rasa daging yang renyah tapi begitu empuk.


"do you like it?"


Merasa ada seseorang yang bertanya padanya, Arumi mencari asal suara itu yang bertanya padanya.


"Jason?" ucap Arumi terkejut.


"Hai, lagi menikmati makan siangnya ya. Boleh ikut duduk disini ga?" tanya Jason meminta izin.


" Oh silahkan." ucap Arumi mempersilahkan.


"Enak makanannya?"


"Enak. Kamu kerja disini?" tanya Arumi melihat penampilan Jason persis seperti yang dipakai oleh karyawan restoran.


"Ia. Sebagai koki." jawab Jason.


"Berarti kamu yang masak ini dong." seru Arumi antusias.


"Bisa jadi." jawab Jason sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.


"Boleh aku nanya sesuatu?"


"Boleh, apa?"


" Kamu sebenarnya kerja ap sih? Pertama kita bertemu kamu sebagai tour wisata, terus sekarang koki." tanya Arumi penasaran yang dasarnya dirinya tidak bisa menahan rasa ingin tahunya.


" Dua-duanya adalah pekerjaannya aku." Jawab Jason secara singkat dan jelas.


"Oh gitu." Jawab Arumi paham.


" Kamu habisin dulu makannya ya, aku pamit kebelakang dulu ya." ucap Jason berdiri dari bangkunya.


"Ia." jawab Arumi kembali memakan makanannya setelah kepergian Jason.


Betapa kenyang dirinya menghabiskan makanannya seorang diri. Ia meminta bill pada seorang pelayan yang tidak jauh dari tempatnya ,dan membayar sesuai apa yang tertera di atas kertas bill.


"Arumi." panggil Jason ketika Arumi hendak keluar dari pintu restoran.


"eh Jason, ada apa?" tanya Arumi bingung.


"Mm. Aku bisa minta kontak kamu ga. Yah barang kali kita bisa bertemu kembali" jelas Jason mengumpulkan keberaniannya.


"Gimana yah, Sorry aku tidak bisa memberikan kontak aku sama orang yang baru aku kenal." ucap Arumi membuat Jason langsung terlihat lesu.


"Ya udah ga papa. Semoga kita bisa bertemu kembali."


"Jika waktu mentakdirkan kita untuk bertemu kembali. Bye." jawab Arumi meninggalkan cowok itu yang masih terdiam ditempatnya.




*s**elama percakapan antara Jason dan Arumi, aku pakai bahasa Indonesia yah.


Hanya beberapa kata yang menggunakan bahasa Spanyol***