Meet You In Argentina

Meet You In Argentina
EMPAT



 "Cinta Mungkin Hanya Sebuah Kata Kecil"


Yang Belum ditemukan, diantara Segala


Kemudahan dan Kenyamanan"


 


Lampu penyeberangan telah berganti dari merah menjadi hijau dan orang-orang langsung mengambil langkah cepat untuk menyebrang jalan. Jam sudah menunjukkan jam 1 siang,Arumi berjalan santai di tengah kerumunan warga lokal yang berjalan menyebrangi persimpangan Obelisk yang selalu ramai sambil menikmati langit yang nampak cerah dan angin berhembus kencang.


Obelisk adalah simbol Kota Buenos Aires yang tepat berdiri ditengah Kota Buenos Aires, dan jalan ini sering disebut jalan 9 Juli. Jalan ini membentang dari utara sampai ke selatan kota, dan ini adalah salah satu jalan yang terlebar di dunia. Lebarnya 144 cm, mempunyai 20 jalur menyebrangi disetiap kedua sisinya, dan harus melewati setiap 6 penyebrangan.


Perhentian pertama Arumi adalah saat dirinya melihat sebuah Tur Bus kuning yang biasa mengantarkan para wisatawan berkeliling kota. Setelah ia membeli tiket untuk Tur Bus kota, ia memilih untuk duduk diatas agar ia bisa menikmati secara langsung pemandangan kota Buenos Aires. Selagi dirinya berfoto ria akhirnya Tur bus berangkat selama 1 jam kedepan.


Selama perjalanan ia merasa kagum melihat pinggiran kota ditanami bunga warna ungu yang terkenal bunga Rosewood Brasil yang selalu mekar dimusim semi. Ditambah arsitektur setiap bangunan kota bergaya Eropa, pantas saja kota ini disebut Paris Amerika Latin.


“puedes tomar una foto( Permisi apakah anda bisa foto saya sebentar)?” sapa Seseorang pria jangkung menggunakan bahasa Spanyol yang sudah berdiri dihadapan Arumi.


“sorry i don't speak spanish ". ucap Arumi kepada pria dihadapannya.


“Can you take a picture of me? " tanya Jason memberikan sebuah kamera kepada Arumi.


“Oh Course.” jawab Arumi menerima kamera tersebut dan langsung memotret Jason sesuai arahannya.


“Thank you very much." ucap Jason sambil tersenyum. Dan astaga, itu berhasil membuat Arumi terpana. Arumi mengakui pria dihadapannya emang ganteng apa lagi postur tubuhnya yang proposional terlihat jelas cowok itu selalu keluar masuk Gym, namun yang membuatnya terpikat adalah mata pria itu.


Bola matanya yang berwarna hazel, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, rambutnya yang kecoklatan, dan kulit putihnya yang mulus. Astaga seharusnya ia tidak boleh memperhatikan Seseorang secara mendetail seperti ini, apalagi orang asing.


“You're welcome." jawab Arumi. Setelah kepergian Jason, Arumi kembali menikmati perjalanannya, menatap langit cerah dan merasakan angin musim semi menenangkan dirinya.


"One. Two. Three. Selamat siang semuanya perjalanan kali ini akan dipandu oleh saya selama satu jam kedepan." ucap petugas tur yang sudah berdiri dihadapan mereka.


Ia mencari asal suara itu, dan betapa kagetnya dirinyamendapati sosok yang ada dihadapannya adalah pria pemilik mata hazel yang barusan ia temui.


Arumi cukup lama memperhatikan sosok yang ada dihadapannya tanpa sedikitpun berkedip. Tiba-tiba ia sangat malu kepergok oleh cowok itu, dan sialnya cowok itu itu tersenyum kearahnya.


"Shit apa yang udah aku lakuin sih." gerutu Arumi menutup wajahnya dengan bukunya.


" Dari sebelah kiri kita bisa melihat Casa Rosada adalah rumah kerajaan yang bangunannya berwarna merah jambu." jelas Jason dihadapan para wisatawan


"Kita juga bisa melihat salah satu karya Auguste Rodin yang terkenal yaitu The Thinker. Seorang pemahat dari Prancis yang telah menghasilkan karya patung-patung perunggu dan marmer yang indah,yang telah diakui oleh kritikus sebagai pelukis terhebat di dunia dalam sejarah patung." jelas Jason saat bus melewati patung The Thinker.


"Ini adalah mural Evita, yang pastinya sudah kita tau adalah wanita nomor satu di negara ini."


Setelah satu jam berlalu Tur Bus berhenti di La Boca, kota yang yang terkenal dengan tango dan romansa disetiap jalan. Apalagi La Boca berdekatan dengan sungai, dahulu ini adalah pelabuhan terbesar di Buenos Aires.


Arumi menyusuri setiap sudut kota La Boca. Tempat ini cukup ramai dengan penduduk lokal, dan wisatawan. Ia bisa menikmati tarian tango di setiap jalan La Boca ditambah para seniman jalan memperjual belikan barang khas Argentina.


Di tengah perjalanan perut Arumi tidak bersahabat, meronta-ronta ingin segera mengisi perutnya. Tidak jauh dari ia berdiri ada sebuah kafe yang sangat ramai yang sedang mengadakan pertunjukan tango kecil, tanpa pikir panjang ia langsung masuk dan duduk di bangku yang kosong.


Sambil menunggu pesanannya Arumi menikmati pertunjukan tari tango. Ia merasa takjub akan kelihaian para penari tango, mereka menari sangat cepat namun sangat indah. Pertunjukan pun semakin seru diiringi tepuk tangan dari pengunjung, dan diakhiri dengan tarian tango yang menakjubkan.


"You, come forward(Kamu, silahkan maju kedepan)." tunjuk seorang pembawa acara yang entah kearah siapa.


"You're beautiful, who wears a beige scarf (Kamu cantik, yang memakai syal berwarna krem)." ucap sang pembawa acara kali ini menunjuk dirinya.


"Me?" tanya Arumi sedikit ragu. Ia berharap si pembawa acara itu tidak menyuruh dia menari tango di atas sana.


"yes you, come forward(ya kamu, silahkan maju kedepan)." pinta si pembawa acara ditambah para pengunjung menyorakinya. Dengan sangat keterpaksaan,malu, gugup, cemas ia maju kedepan panggung.


"Forgive me. I can't dance(maafkan saya, saya tidak bisa menari). " bisik Arumi kepada pembawa acara, dan sialnya perempuan itu hanya tersenyum kepadanya. Kini ia berdiri diatas panggung seorang diri dan banyak sepasang mata memperhatikan dirinya. Arumi pun merasa kesal dibuat, dan entah kemana perginya pembawa acara itu.


"Oh my God." ucap Arumi terkejut melihat sosok pria yang tepat berdiri dibelakang si pembawa acara.


"Pria ini ko bisa ada disini lagi. Apa dia banyak mengambil kerja sampingan ya." ucap Arumi dalam hati dan meneguk Slavina nya melihat betapa sexy nya, dan maskulin cowok itu memakai pakaian penari tango khusus pria.


"Please give your hand ". ucap Jason menepiskan jarak diantara mereka berdua. Tindakan cowok itu membuat Arumi tergelak kaget, dan diam membeku. Dari jarak sedekat ini ia bisa mencium aroma parfum dari cowok tersebut, dan dengan jarak sedekat ini ia menyadari bulu mata cowok itu sangat tebal dan lentik.


"sorry I can't dance. " ucap Arumi menundukkan kepalanya.


"it's okay, I'll teach you(tidak perlu khawatir, saya akan mengajarkan kamu). "ucap Jason mencoba menyakinkan Arumi.


"Sorry." ucap Jason. Tangan cowok itu meraih tangannya dan di sisi lain tangannya merangkul pinggangnya.


Dengan perlahan cowok itu membimbing dirinya. Memajukan kaki kanan dan berganti kaki kiri. Melangkah kan kaki kanan kesamping dan berputar, begitu seterusnya hingga membuat Jason dan Arumi terhanyut dalam alunan musik tango yang dari pelan menjadi cepat iramanya.


Entah mengapa Arumi dengan beraninya menatap mata tajam yang ada dihadapannya. Seolah ia bisa melihat pantulan dirinya dikedua bolo mata cowok itu.


Mereka berdua menyudahi tariannya saat mendapatkan applause yang meriah dari pengunjung.


"great dancer." bisik Jason tepat ditelinga Arumi, membuat jantungnya berpacu lebih cepat.


"thank you, but not as good as you. " ucap Arumi tersenyum kaku.


Pembawa acara akhirnya mengizinkan dirinya kembali ke bangku nya. Setelah menghabiskan makanannya Arumi memilih kembali ke penginapan, mengistirahatkan tubuhnya agar perjalanan berikutnya ia kembali fit.




***Wah... Siapa tuh cowok yah.


Itu cowok bisa-bisanya muncul tiba-tiba gitu.


Kasihan Arumi, jantungnya ga sehat.wkwk***