Meet You In Argentina

Meet You In Argentina
TIGA



"Berjuang Tak Se- Bercanda Yang Kamu Pikir"


~Arumi~


Langit sudah gelap dan jam menunjukkan 19.40. Pesawat yang ia Naikin dari Jakarta harus transit di Frankfurt, setelah itu pesawat akan melanjutkan perjalanan ke kota Argentina.


Arumi berdiri dan mengambil tas ranselnya yang telah berisi baju ganti dan alat pembersih lainnya yang diperlukan nanti. Ia berjalan keluar pesawat sambil mempererat jaketnya. Dingin yang ia rasakan membuat dirinya harus mempercepat setiap langkah kakinya. Berharap ia bisa menikmati secangkir hot greentea kesukaannya. Namun tempat tujuannya pertamanya adalah kamar mandi.


Setelah mengganti pakaian Arumi langsung ke Coffe Shop yang ada di bandara ini sebelum ia harus menunggu ruang tunggu keberangkatan lagi. Ia membeli segelas Hot Cappucino dan memesan 2 roti bulat yang agak gepeng entahlah nama roti itu apa, asalkan ia bisa mengisi perutnya.


Arumi memakan roti itu dengan perlahan, sambil mengamati suasana diluar jendela dimana para kru pesawat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Arumi mengambil ponselnya bermaksud untuk mengabari keluarganya namun ia lupa kalau harus mengganti kartunya SIM nya. Sebenarnya ia bisa saja tetap memakai SIM card yang biasa ia pakai atau jaringan roaming hanya saja itu akan memakan biaya yang sangat mahal.


Ia juga bisa menggunakan sambungan nirkabel gratis difasilitas publik negara tujuan seperti, hotel , bandara, atau cafe-cafe setempat. Namun Arumi memilih untuk tetap mengganti SIM Card nya daripada ia harus mencari jaringan.


“Excuse me, are you from Asia? tanya salah seorang perempuan yang terlihat modis yang tepat di samping Arumi.


“Yes, I am from Indonesia.” jawab Arumi singkat sebab ia tidak nyaman berbicara dengan orang yang tidak dikenal olehnya.


“Wah... Kita juga dari Indonesia juga.” seru mereka berdua bersemangat.


“Dimana emangnya?” tanya Arumi memasukkan sisa roti terakhirnya kedalam mulutnya.


“Kita berdua dari Bali. Perkenalkan nama aku Agatta dan ini Tania.” ucap yang bernama Agatta memperkenalkan diri mereka.


“Arumi, dari Malang.” ucap memperkenalkan dirinya juga. Arumi bisa melihat kedua perempuan itu mencintai fashion, bagaimana tidak dari atas sampai bawah semua barang bermerek dan Arumi hafal bangat setiap harga barang tersebut.


“Terus tujuan sekarang mau kemana?” tanya Tania. Si perempuan manis, modis, tapi agak sedikit tertutup.


“Argentina.” jawab Arumi.


“Kita berjodoh bangat ya. Aku sama Tania juga mau ke Argentina.” seru Agatta semangat.


“Heheh... Ia yah.” ucap Arumi terkekeh bingung harus merespon apa. Sebab Arumi sulit mengekspresikan dirinya terhadap orang yang baru dikenalnya.


“Bagaimana kalau kita liburan bertiga, setuju ga?” tanya Agatta Spontan tanpa disadarinya ada seseorang disampingnya terdiam membeku.


“ Jangan gitu Ta, barangkali Arumi punya rencana liburannya sendiri.” ucap Tania menegur Agatta.


“Yah, ia sih. Tapi kan bakalan lebih seru lagi kalau bertiga ga hanya berdua terus sama kamu.” ledek Agatta terhadap Tania. Membuat perempuan itu memajukan bibirnya.


“Emang cuman kamu doang.” ucap Tania pura-pura ngambek.


“Udah. Udah kalian berdua kaya anak kecil saja.” ucap Arumi melerai. Ia meresa lucu melihat tingkah laku kedua orang yang ada disampingnya tersebut.


“Jadi gimana Arumi, kamu mau liburan bareng aku sama Tania?” tanya Agatta sekali lagi berharap Arumi menerima tawarannya.


“Mmm. Kayanya ga deh Agatta. Maaf ya lain kali saja.” tolak Arumi sopan.


“Yah oke deh. Pada hal kalau tambah kamu Rum pasti tambah asyik.” ucap Agatta sedikit kecewa.


Mereka bertiga pun terdiam saat terdengar suara informasi untuk penerbangan berikutnya.


Perhatian Para Penumpang Pesawat Qatar Airways Dengan Nomor Penerbangan QR-955 Tujuan Buenos Aries Dipersilahkan Naik ke Pesawat Udara Melalui Pintu A10.


“Kalau begitu senang bertemu dengan kamu Arumi.” ucap Tania berdiri dan mengulurkan tangan kehadapan Arumi untuk bersalaman.


“Ia Tan, senang bertemu dengan kalian berdua. Semoga liburan kalian menyenangkan.” jawab Arumi membalas uluran tangan Tania.


“Semoga kita bisa bertemu dengan kamu lagi Rum.” cap Agatta memeluk Arumi membuat perempuan itu kaget namun tetap membalas pelukan perempuan itu.


“Ia Ya.” jawab Arumi.


Mereka bertiga pun akhirnya berpisah dan mulai masuk kedalam pesawat sesuai informasi yang telah diumumkan.


****


Setelah perjalanan yang kurang lebih 25 jam akhirnya Arumi sampai di Buenos Aires Internasional Airport.


Ia memejamkan matanya dan sambil menghirup udara segar dari Kota Argentina. Ia sangat bersyukur petugas bandara sempat membantu dirinya, ketika ia hampir kewalahan mencari tempat penukaran uang dan membeli kartu SIM jika petugas bandara tidak membantu dirinya.


"Taxi?" tanya seseorang pria berbadan besar saat ia keluar dari pintu bandara sambil memberikan isyarat tangan menunjuk ke arah Taxi nya.


"Oh yes, apakah Bapak bisa mengantarkan Saya ke Lavalle?" tanya Arumi menggunakan bahasa Inggris.


"Lavalle, of course." Jawab sang Bapak mengambil kopernya yang akan diletakkan di bagasi mobil Taxi nya.


"Gracias." ucap Arumi berterima kasih dan masuk kedalam Taxi.


Selama perjalanan menuju penginapan, Arumi bisa melihat gambar Evita di pusat Kota Buenos Aires wanita nomor satu yaitu, Ibu Negara Argentina.


****


Arumi segera menjatuhkan tubuhnya keatas kasur berukuran queen size setelah sesampainya penginapan. Ia mendapatkan penginapan yang luasnya tidak lebih dari 20 meter persegi, fasilitas nya cukup lengkap apalagi interiornya bergaya Eropa Klasik dan ia sangat menyukai penginapan itu.


Penginapan yang dipilihnya sangat strategis sebab tepat ditengah Kota Buenos Aires dan Kota yang terbesar di Argentina.


Arumi melirik jamnya tangannya sudah pukul 8.28. Arumi beranjak mendekati jendela di sudut kamar dan menggeser tirai putih yang menutupi jendela itu. Arumi bisa melihat keramaian warga Buenos Aires pada pagi hari dari jendela kamarnya. gedung gedung pertokoan yang bergaya klasik,ia bisa melihat jalan raya serta keramaian orang yang berlalu lalang disetiap sudut jalan dari atas kamarnya. dengan spontan Arumi mengambil ponselnya dan memposting momen tersebut kedalam instastory nya.


"The first View in Argentina" tulisnya pada postingan tersebut. Setelah memposting foto itu Arumi menelpon kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum Ma, maaf Arumi baru sempat telepon." ucap Arumi saat sambungan panggilannya terhubung.


"Waalaikussalam Kak, gimana udah nyampe di hotel?" tanya Anita diseberang sana.


"Alhamdulillah udah Ma, ini Arumi mau mandi dan istirahat sebentar terus mau lanjut keliling kota." ucap Arumi.


"Ya udah kamu hati-hati ya Kak. Kabarin terus sama Mama dan Papa."


"Ia mamaku sayang. Salam ya sama Papa."


"Ia nanti mama sampein, Papa kamu tuh belum pulang. Istri nya sendiri di rumah malah ditinggalin terus." keluh Anita mengingat tingkah laku suaminya.


"Hehe. Papa nyari duit buat Mama biar Mama selalu bahagia. Udah dulu yah Ma,pengen mandi nih. Assalamualaikum"


"Waalaikussalam." ucap Anita memutuskan telepon.


Ada sebuah pesan WhatsApp yang muncul di layar ponselnya cukup mengusik dirinya. Namun ia belum berniat untuk membalas pesan cowok itu.


~Gilang~


Rum


Rum


?


Kamu udah nyampe?


Kalau udah nyampe kabarin aku ya


Aku tunggu.




**Bakalan bagaimana kelanjutan hubungan antara Arumi dan Gilang.


bersabar yah guys


mohon saran dan kritik jika ada yang perlu diperbaiki**.