
hari sudah mulai sore dirumah keluarga mahendra
saat semua sudah kembali ke rumah itu
mereka duduk diruang tamu tidak ada seorang pun yang berbicara diruangan itu semua hanya diam dan mengenang semua nya
***
David mengingat ingat saat ia menunggu Jihan pulang dari pergi bermain dengan teman teman nya atau telat pulang sekolah ,diruang itu...David mengingat bagaimana saat ia memarahi Jihan setiap kali Jihan pulang telat atau melakukan kesalahan saat disekolah
***
hampir 1 jam mereka berdiam dan tidak berbicara apa pun...
"semua nya Edwin ijin kekamar dulu" ucap Edwin dengan suara serak nya ....ia menangis sejak jenazah Jihan datang kemarin malam
***
namun Edwin tidak pergi kekamarnya Melain kan Edwin pergi ke taman belakang rumah nya
***
Edwin pergi ketaman belakang itu , ditaman ia memandangi setiap tempat taman itu Karna taman adalah tempat yang selalu Edwin dan Jihan datangi saat libur sekolah atau badmood Karna papah dan mamah nya...Edwin berjalan ke ayunan dan duduk disana
***
Edwin mengenang saat bagaimana saat Jihan duduk diayunan itu dan berkata...
***
"kak kalau nanti aku sudah menemukan orang ya aku cintai apa boleh aku menikah duluan" tanya Jihan
"Jihan usia mu masih sangat muda kenapa berpikir seperti itu" jawab Edwin tertawa kecil mendengar ucapan adiknya itu
"aku hanya bertanya apa boleh?" tanya Jihan lagi
"iya boleh" jawab Edwin
***
Edwin mengelilingi taman itu berjalan...melihat kebun bunga kecil yang pernah ia tanam bersama Jihan , Edwin duduk dibangku dan memandangi bunga bunga itu
***
Zoya yang melihat edwin dari jauh pun sedih melihat Edwin yang sangat kehilangan sosok adik yang sangat ia sayangi dan sangat ia manjakan
***
Zoya menghampiri Edwin yang duduk dibangku taman itu Zoya duduk disamping Edwin , Edwin tidak menyadari bahwa ibu nya sudah duduk disana selama 10 menit
***
"eh...mamah" ujar Edwin kaget melihat Zoya ada disamping dan segera mengusap air mata nya...Karna ia terus meneteskan air mata saat memandangi kebun bunga itu
"kenapa disini...bukanya tadi kamu bilang mau kekamar" tanya Zoya , Edwin masih diam
"Edwin mamah tau kamu sangat sedih kehilangan Jihan...bukan hanya kamu sayang...mamah...papah..dan...mamah Karin juga sedih" kata Zoya , mendengar nama Karin Edwin mendadak jadi sangat kesal
***
"Tante Karin...sedih..mah" jawab Edwin dengan suara serak nya, Zoya mengagukan kepalanya
"Tante Karin saja tidak ada dirumah saat jenazah Jihan sampai mah...apa tadi dipemakaman dia juga menangisi Jihan saat Jihan dimasukan ke liang lahat ,tidak mah" timpal Edwin dengan nada yang sedikit kenceng namun suaranya masih serak
***
"aku..sempat berpikir kalau Tante Karin akan merasa kehilangan putri tapi...apa" ucap Edwin lagi
"sudah sudah" jawab Zoya segera memeluk Edwin
"mamah minta agar kamu jangan bersedih lagi ya" sambung Zoya
"apa aku bisa seperti Tante Karin yang tidak bersedih meskipun itu anak nya yang meninggal" jawab Edwin
"mah aku punya perasaan aku sedih karna Jihan adik ku satu satu nya dia harus pergi meninggalkan aku selamanya" ucap Edwin lagi ia menangis karna ucapan itu
***
"mamah mengerti Jihan itu...anak mamah tapi menangisi orang sudah meninggal itu tidak baik Edwin sayang" jawab Zoya
"tapi aku tidak bisa mah jika tidak menangis karna Jihan adalah orang yang paling aku sayang setelah mamah" jawab Edwin mengusap air mata yang terus mengalir
"mamah tau itu sayang tapi lihat lagi mata mu itu sudah sangat bengkak Karna kamu terus menangis sejak kemarin malam" jawab Zoya
"sudah ya ayo masuk" ucap Zoya menuntun Edwin masuk dan pergi kekamar nya
setelah Edwin mengantar Edwin kekamar nya , Zoya melewati kamar Jihan...
perlahan lahan Zoya masuk kekamar Jihan ...melihat sekeliling kamar Jihan , banyak kenang an yang selalu Jihan dan Zoya lalukan dikamar itu ,Zoya duduk di sisi ranjang
***
dan keingat ingat bagaimana saat Jihan meminta pendapat saat Jihan menyukai seorang laki laki yang membuat Zoya senang...
tak terasa air mata mengalir sangat deras dipipi Zoya
"Jihan...meski kamu bukan anak kandung mamah ...tapi mamah sangat sayang banget sama kamu melebihi rasa sayang mamah terhadap kakak mu" ucap Zoya memberbicara pada diri nya sendiri
***
Zoya pun mengusap air mata nya lalu keluar dari kamar Jihan
bukan hanya orang orang terdekat Jihan yang bersedih karna kepergian Jihan...tapi juga para pelayan dan pengawal yang sudah lama berkerja di rumah keluarga Mahendra
terutama bi inah , Bi Inah sangat sedih atas kepergian Jihan Karna bi Inah adalah pelayan yang paling dekat dengan Jihan , bi Inah yang merawat Jihan saat papah dan kedua mamahnya pergi bekerja
didapur
"saya masih tidak percaya non Jihan pergi meninggalkan kita semua , saya merasa baru kekemarin saya menyuapi non Jihan makan" ucap Inah disela sela tangisan nya
"sudah ya mba Inah..jangan menangis lagi non Jihan pasti akan baik baik saja disana"ucap Nina pelayan panggil muda disana
"ya, Inah sudah ya kamu...jangan sedih lagi" sel pa Dewo
"tapi aku masih tidak menyangka non Jihan akan meninggal dengan tragis" jawab Ina
"tapi kita harus mengikhlas kan semua non Jihan pergi" ucap Nina
"saya akan berusaha" jawab Inah
***
"bi Inah Ayuk kita persiapkan makan malam untuk tuan , kedua nyonya dan den Edwin" ucap pelayan lain
Inah mengagukan lalu pergi memasak untuk para majikan nya
***
***
makan malam pun tiba semua sudah berkumpul diruang makan
David , Karin ,Zoya , dan Edwin pun sudah duduk di meja makan saat hendak makan...
"Edwin panggilkan Jihan untuk turun makan malam" ucap David sontak membuat para pelayan dan mereka semua kaget
"pah..jihan...sudah tidak ada" ucap Edwin lirih dan air mata nya menetes lagi David yang sadar juga ikut menangis Zoya para pengawal yang ikut sedih dengan apa yang mereka lihat,namun tidak dengan Karin
***
mereka semua makan malam dengan penuh kesunyian hanya ada suara garpu dan sendok yang saling beradu...
disisi lain
kamar Seno
"Jihan...kenapa...kamu harus pergi saat aku mulai sayang sama kamu" ucap Seno memandangi Poto Jihan yang pernah ia ambil bersama Jihan
***
"kamu...datang cuma untuk mampir saja lalu pergi" ucap lagi dia berbicara pada diri nya sendiri
***
besoknya disekolah
hari Yang begitu panjang bagi Salma Reza Seno Bella dan Nathan Karna hari ini mereka tidak melihat wajah datar Jihan senyum Jihan yang hanya mereka yang bisa melihatnya...
' Jihan kenapa Lo harus pergi secepat ini ...nanti siapa yang...akan melerai gue dan Bella kalau kita bertengkar ' gumam Salma dalam hati
"Seno mata Lo sembab ,kenapa?" tanya Bella
"gapapa ko" jawab Seno tersenyum kecil
" gue ngerti perasaan Lo no...jangan terlalu sedih nanti Jihan juga sedih disana" ucap nathan
"iyaa...gue akan berusaha ikhlas" jawab Seno
mereka pun makan tanpa berbicara satu sama lain Karna mulai hari ini mereka ber lima harus mulai terbiasa tanpa Jihan yang selalu menghiasi hari hari mereka saat disekolah
***
hari ini benar benar hari yang mereka lewat kan tanpa canda dan tawa hanya ada keheningan dan kesedihan yang terpancar pada diri mereka masing masing
***
5 hari setelah kepergian Jihan keluarga mereka masih sangat sedih , kepergian Jihan menjadi pukulan besar untuk Edwin dan David , Edwin tidak ingin pergi kesekolah Karna tidak ada yang menemani saat ia pergi kesekolah , David juga Zoya dan Karin tidak pergi kekantor Karna mereka juga masih sangat sedih
***
tak bisa dipungkiri Karin juga sangat sedih atas kepergian Jihan ...namun iya menyembunyikan nya agar iya tetap tegar...
***
"saya meminta kepada kalian semua yang masih bersedih atas kepergian nona muda Jihan...untuk segera mengikhlaskan Karna tidak baik kita masih berlarut larut dalam kesedih agar nona muda Jihan bisa pergi dengan..." ucap edwin namun tiba tiba
***
***
***
***
***
***
**"
***
***
***
"pergi...kemana kak"???
suara itu terdengar familiar ditelinga edwin...
***
Edwin segera menoleh ke sumber arah itu betapa kaget nya Edwin saat melihat sosok yang ia kenal ia ada disana dengan segera ia pergi berlari ...dan memeluk seseorang itu yang tak lain adalah..
***
***
***
***
***
"JIHAN" teriak Edwin lalu memeluk dan menciumi kening Jihan , semua orang yang melihat itu merasa bahagia namun bingung
"Jihan ini benar kamu kan...ini pandanya kakak kan" ucap Edwin ia menangis sejadi jadi saat melihat Jihan berdiri dihadapannya dengan semua yang masih utuh pada tubuhnya
***
David dan Zoya juga Karin segera menghampiri Edwin dan Jihan mereka bertiga juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat
David dan Zoya segera memeluk tubuh Jihan mereka berempat terlihat sangat bahagia saat Jihan kembali kerumah...begitu juga Karin saat hendak memeluk Jihan...
"Jihan.." ucap Karin lirih...ia melebarkan tangan agar Jihan bisa memeluk nya ,...jihan yang melihat itu awalnya tidak percaya namun saat Jihan melihat Karin menangis Jihan juga jadi ikut sedih dan segera berlari kecil menghampiri Karin lalu memeluk nya...
***
Karin menciumi kening Jihan
"maafin mamah kalau selama ini mamah ga pernah mengerti kamu" ucap Karin disela sela tangisannya
"mamah sangat sedih saat mendengar kamu pergi...mulai sekarang mamah akun selalu ada waktu untuk kamu dan mamah akan mulai menyayangi kamu sayang" ujar Karin yang membuat David Zoya dan Edwin senang Karna mendengarkan kata kata Karin barusan
***
"sudah dulu sedih sedihan nya" ucap David
"bagaimana kamu masih bisa hidup" timpal david
"boleh kita duduk dulu" tanya jihan
"boleh" jawab Edwin dan langsung menggendong Jihan kesofa ,david Karin dan Zoya hanya tertawa melihat tingkah laku kedua anak nya
"jadi gimana sayang" tanya Zoya
"aku...mau bercerita dan...biarkan apa pengawal dan pelayan juga mendengar nya" jawab jihan
"jadi....
FLASHBACK ON
saat bertemu ria Jihan menyadari ada yang mengawasi nya dan ia memberi kode ke ria dan ria mengerti apa yang Jihan maksud
"ria yuk pulang sekolah kita ke BK" ucap Jihan
"tapi ponsel gue kan ada di Tiara " jawab ria
"tenang aja gue masih nyimpan ko diponsel gue" jawab Jihan , Jihan sengaja berbicara seperti itu karna Iva sedang mengawasi mereka...
saat itu Tiara dan Bu dara belum datang Jihan dan ria tau kalau nanti Iva akan mengadukan itu semua ke dara lalu Jihan dan ria akan disuruh datang keruangan dara...Jihan dan ria segera datang keruangan lalu menaruh sebuah kamera pengintai kecil disana..
***
benar saja dugaan Jihan bahwa mereka akan disuruh keruang itu namun Jihan tidak tau bahwa akan separah itu...saat dihotel masih di hari sama Jihan lupa mengambil kamera pengintai nya...saat ingin kembali dan mengambil tiba tiba ada sebuah pesan dari kamera yang ia simpan diruang dara
***
kamera tersebut sejenis cctv tapi berukuran kecil
Jihan melihat rekaman yang Ter rekama kamera pengintai Jihan dan ria melihat ia dan kaget
bahwa dara Tiara dan Iva sedang merencana kan cara untuk membunuh Jihan dan ria lewat kecelakaan
***
saat mendengar rencana itu Jihan dan ria juga membuat rencana lalu Jihan menelpon Jack paman untuk datang dan membantu , Jack bersedia membantu Jihan dan Jack juga menyusun rencana yang lebih matang
***
"jadi gimana paman Jack" tanya jihan
"paman akan membeli sebuah mobil taksi nanti paman akan mengirim plat nomor nya ke kamu lalu...saat mobil kita mulai masuk ke dalam laut kalian harus pasang oksigen dan bawa juga tabung oksigen itu lalu berenang kepermukaan laut" jelas jack
"lalu...bagaimana dengan wartawan dan media" tanya ria
"kita akan menyuruh orang untuk berpura pura menjadi saksi lalu menyewa stasion televisi untuk meliput kejadian nya dengan begitu akan banyak stasion tv yang ingin meliput kejadian ini..." ucap Jihan
"lalu dengan polisi yang akan menemukan jasad nya" tanya ria
"itu juga kita akan menyewanya" jawab jack
FLASHBACK OFF
"kamu sangat pintar sayang" ucap David kagum kepada Jihan
"tapi bagaimana dengan jasad kamu Jihan ...itu bener bener mirip dengan kamu" ucap Edwin
"itu hanya sebuah boneka yang dibuat agar mirip dengan ku..." jawab Jihan
"bagaimana seseorang bisa menyelesaikan 3 buah boneka dalam semalam" tanya zoya
"aku tidak tahu itu ...yang mengurus itu paman Jack" jawab Jihan
***
"tapi Jihan apa kamera pengintai kamu sudah kamu ambil...Karna kalau belum kamu ambil cepat atau lambat dara akan mengetahui nya" ujar Edwin
"sudah aku sudah menyuruh salma melakukan nya" jawab Jihan
***
FLASHBACK ON
"sal jangan lupa ...untuk...ambil itu " ucap Jihan
"iyaa" jawab Salma
saat pukul 19:00 Salma kembali lagi kesekolah untuk mengambil kamera pengintai miliki Jihan yang ia taruh diruang dara
" dimana sih Jihan naruh nya" ucap Salma berbicara pada dirinya sendiri ia masih mencari cari dimana Jihan meletakan kamera itu
"oh ini dia" ucap Salma lagi Salma menemukan kamera itu yang diatas rak yang ada di ruangan itu
FLASBACK OFF
"Jihan kamu sangat hebat..." ucap Karin
"terima kasih mah" jawab Jihan tersenyum ,,,
' terima kasih Tuhan kau tidak mengambil nyawa putri semata wayang hamba' gumam David dalam hati
"kak Edwin mata kakak sekarang sembab sekali ya, seperti panda dengan kantung mata dibawah nya" ejek Jihan
"asal kamu tahu Jihan kakak kamu itu menangis terus saat ia tahu kamu meninggal" ucap zoya
"kakak bukan menangisi aku tapi menangisi sebuah boneka" jawab Jihan dengan santai...semua yang ada disana tertawa terbahak bahak mengingat bagaimana Edwin menangis saat Boneka jihan dikebumikan
***
"Karna nona muda sudah kembali ....untuk makan malam hari ini masakan semua makanan kesukaan nona muda" ucap David kepada para pelayan, pelayan yang mendengar itu pun langsung segera melaksana kan tugas nya
***
***
***
***
lanjutt Next eps ya 😊