
dikantin salma melihat Tiara yang bersama Nathan
"jih.." panggil salma tapi bella langsung menarik tangan salma
"kenapa?" tanya salma
"Lo mau ngadu Lo liat Tiara sama Nathan ya" jawab Bella berbisik
"iyah" jawab salma
"jangan nanti Jihan badmood, Lo mau balikin mood nya nanti dia juga gamau makan tadi ka Edwin juga bilang dia ga sarapan pagi ini jangan bikin dia badmood oke" jelas bella mereka makan sambil mengobrol
"Tan gue mau kejihan ya" ucap Seno
"ah iya" jawab Nathan
"hai Jihan ,bella, salma" sapa Seno
"hai" jawab mereka bertiga kompak
"sendiri aja sen" tanya Salma Bella hanya menatap Salma dengan tatapan tajam
"apaan bel" tanya salma
"ah ngga ko tadi gue sama nathan dan Reza tapi Reza lagi ketoilet terus Nathan sama Tiara tuh disitu" jawab Seno sambil menunjuk kearah Nathan sontak Jihan melihat kearah yang Seno tunjuk.
***
' ish kenapa sih Nathan sama Tiara terus ' gumam Jihan dalam hati menatap lama kearah tempat duduk Tiara dan Nathan
' Jihan ko serius banget ya ngeliat in mereka (Nathan dan Tiara) ' gumam Seno dalam hati
"Jihan" panggil Seno
"iya" jawab Jihan
"kenapa ko liatnya lama banget" tanya Seno
"ah gapapa ko gue cuma iri aja" jawab Jihan
' haduh gue ngomong apa sih" gumam Jihan sambil menepuk pelan dahi nya
"oh gitu" jawab Seno sambil tersenyum
' hmm mulai deh Seno sama Jihan ' gumam Bella dalam hati
mereka memakannya sampai bel istirahat telah berakhir mereka berlima (Reza ,Seno , Salma, Bella , Jihan) berjalan bareng menuju kelas
***
saat masuk kelas
"jihan ada waktu ga pulang sekolah?" tanya Seno
"hmm... ngga ada kenapa?" jawab Jihan dan bertanya balik
"itu mau makan malam lagi ga sama gue" ucap Seno ragu ragu , Bella melihat dan mendengar pembicaraan Seno dan Jihan
' Seno ngomong apa ' gumam bella
' gue mau alasan apa ya ' gumam Jihan dalam hati
"Jihan , seno kalian lagi ngapain" tanya Bella
' Bella ganggu aja' gumam Seno dalam
' huft selamat' gumam Jihan dalam hati sambil mengelus dada nya
"ngga ngapa ngapain ko" jawab Jihan
"oh , Han nanti malam gue main kerumah Lo ya gue pengen cerita sesuatu" ucap Bella
"oh gitu ya udah nginep aja sekalian gue dirumah ga ada siapa siapa" jawab Jihan
"oke ajak Salma ya , gue mau balik kelas dulu , bay jihan~" jawab Bella dan pergi meninggal kan kelas 7A
"bay~" jawab Jihan
***
"berarti kita ga bisa pergi ya Han" ucap Seno
"iya maaf ya" jawab Jihan
Bu dara masuk kelas dan memulai pelajaran nya
" selamat siang anak anak" sapa pak tio
"selamat siang pak" jawab serentak semua murid kelas 7A
"bisa tolong kumpulkan tugas Minggu lalu" ucap pak tio , satu persatu anak murid datang ke meja guru untuk memberi tugas yang sudah mereka kerjakan , saat Jihan ingin pergi ke meja guru untuk memberikan tugas yang sudah Jihan kerjakan , tapi buku Jihan tidak ada
"haduh buku gue kemana ya ko ngga ada" ucap Jihan sambil merogoh rogoh isi tas nya tapi tidak ada
"coba keluarin semua buku nya Jihan" ucap salma , Jihan mengeluarkan isi tas semua tapi buku nya tidak ada
"ngga ada sal gimana dong" ucap Jihan
"entah" jawab Salma
"Lo tolongin gue ke" ucap Jihan , Nathan yang hendak memberikan tugas ke pak tio namu saat ingin bangun nathan melihat Jihan dari jauh pun tau apa yang terjadi pada Jihan , Nathan menyimpan buku nya dan bilang kalo ia tidak mengerjakan tugas yang diberikan pak tio Minggu lalu
"pak saya tidak mengerjakan tugas yang bapak berikan" ujar Nathan
"kenapa?" tanya pa tio
"saya lupa pak" jawab Nathan
"ada lagi yang tidak mengerjakan tugas dari saya" ucap pak tio ,Jihan mengangkat tangan nya ragu ragu
"sa..ya pak" ucap Jihan
***
"kalian berdua maju kedepan" ucap pak tio mereka berdua maju kedepan
"kenapa kalian berdua bisa ga ngerjain" tanya pa Tio
"buku saya tidak ada pak" jawab Jihan
"saya lupa pa" jawab natha
"karna kalian tidak mengerjakan kan jadi kalian saya hukum" ucap pak tio
"kalian berdua dihukum bersihkan seluruh toilet dilantai ini , mengerti" ucap pak tio
"mengeri pak" jawab Jihan dan Nathan kompak
mereka berdua pun membersihkan seluruh toilet yang ada dilantai 3
***
ditoilet
***
"haduh cape gue Han" ucap nathan
"sabar masih ada 2 toilet lagi loh" jawab Jihan
"emang Lo ngga cape Han" tanya Nathan
"ngga sih gue udah biasa kan ngebantunin nyokap gue , jadi udah terbiasa" jawab Jihan berbohong
"oh gitu" jawab Nathan
"Han mau gue beliin minum" ucap Nathan
"iya boleh" jawab Jihan
"mau minum apa?" tanya Nathan
"apa saja deh" jawab jihan
"sebentar ya gue beliin dulu" ucap Nathan dan pergi meninggalkan Jihan untuk membeli kan minuman dikantin
"Nathan perhatian banget ya" ucap Jihan berbicara sendiri , setelah beberapa menit Nathan kembali dari kantin
"Han ini minumannya" ucap Nathan
"iya makasih ya" jawab Jihan langsung menghampiri nathan namun jihan lupa kalo lantai nya masih basah , Jihan terpleset dan jatuh menimpah Nathan
gini aja lah ya 😁👇
mereka berdua bertatap tatapan hampir 3 menit
' mata Jihan indah banget ' gumam Nathan dalam
' wajah Nathan Deket banget sama gue , ini degup jantung gue apa kabar ' gumam Jihan dalam hati tiba tiba Tiara datang
"kalian berdua lagi ngapain!" teriak tiara ,setika tatapan mereka pun buyar karna Tiara yang teriak sangat keras
"Lo ngapain sih ih Deket Deket sama Nathan bangun ish!!" ucap tiara , sambil menarik tangan Jihan untuk bangun
"aw~ sakit" rintih Jihan
"ngapain sih Lo ganjen banget sama cowo orang" ucap Tiara yang masih memegang tangan Jihan dan dicengkram oleh Tiara
"awh~ siapa juga yang ganjen sama cowo Lo lepasin tangan gue!" sentak Jihan
"ngga gue ngga bakal lepasin tangan Lo" jawab tiara , Nathan berdiri..
***
"lepasin tangan Jihan tiara" sentak Nathan
"ngga Nathan aku ngga mau nathan" jawab Tiara
"lepasin!" ucap Nathan
"oh kamu lebih ngebela dia oke aku bakal laporin kamu ke ayah kamu" ancam Tiara
"oke oke , tapi tolong lepasin tangannya jihan ya" bujuk Nathan
' Nathan kenapa jadi lembek banget sih ' gumam Jihan dalam hati Jihan kesal akhirnya Jihan meraih tangan Tiara menggunakan tangan kiri Jihan dan Jihan juga mencengkram bahkan memelintir tangan Tiara dengan sangat kenceng
"mau Lo lepas tangan gue atau tangan Lo makin gue cengkram!" ancam Jihan
"AKH~ SAKITT!! " ucap tiara merintih kesakitan
"Lo kira gue ngga bisa hah" ucap Jihan dengan nada meremehkan
"oke-oke gue lepasin tangan Lo tapi Lo juga harus lepasin tangan gue ya , sakit banget ini" bujuk Tiara , Jihan melepas tangan nya yang memelintir tangan Tiara , lalu pergi meninggal kan mereka berdua di toilet itu
"aduh Nathan tangan aku sakitt hiks hiks" ucap Tiara menangis
"ya udah kita pulang aja" jawab Nathan mereka berdua pun pulang kerumah tiara
***
dirumah keluarga Danuarta
didepan pintu masuk menuju ruang tamu
"hiks hiks hiks tangan aku sakit Tan" rintih Tiara
"tadi Kaka kamu bertengkar , jadi gini deh" jelas Nathan
"bertengkar dengan siapa kak" tanya qiara pada Tiara namun Tiara tidak menjawabnya
"kakak sama siapa" tanya qiara mengulang perkataan nya
"LO NGGA USAH BANYAK TANYA MASUK SANA KEKAMAR" bentak Tiara dengan sangat keras hingga membuat qiara nangis
"Lo kenapa sih kasar banget sama Ade Lo sendiri" ucap nathan
"aku ngga suka kalo ada dia Nathan" jawab Tiara
"ya sudah Lo udah rumah kan gue mau pulang dulu" ucap Nathan
"ko buru buru Nathan" ucap dara yang baru datang ke ruang tamu
"mamah" panggil Tiara kaget
"iya Tante udah sore aku takut dicari sama ayah" jawab Nathan
"udah nginep disini dulu aja nanti Tante ijin sama ayah kamu pasti boleh ko" ucap dara membujuk
"hm.. gausah Tan gapapa" jawab Nathan
"udah kamu ngga boleh bantah Tante ya" jawab dara
"oke Tante, aku ijin ke toilet dulu ya Tan misi" jawab Nathan pasrah dan pergi ketoilet
***
"tangan kamu kenapa Tiara" tanya dara yang melihat tangan Tiara luka sampai membiru juga agak bengkak
"iya nih mah tangan aku diperintir hiks sama si kacung itu sampai kayak gini hiks" ujar Tiara sambil memperlihatkan tangannya
"ya Tuhan ini sampai kayak gini" jawab dara meraih tangan Tiara
"iya mah sakit banget, pokonya mamah harus hukum kacung itu aku gamau tau!" ucap Tiara
"pasti pasti mamah bakal hukum dia" jawab dara
***
dikamar qiara
"kenapa sih Kaka seperti itu sama aku hiks" ucap qiara berbicara sendiri sambil menangis
"mending aku pergi keluar aja , biar aku agak tenang" ucap qiara
***
ditoilet
"AKH kenapa sih gue harus nginep disini pasti Tiara bakal resah banget nih akh" ucap Nathan yang hampir saja menonjok kaca kamar mandi
"eh jangan Tan ini bukan kaca kamar mandi rumah Lo" ucap Nathan
***
kita balik lagi keruang tamu ya jadi Nathan udah balik dari toilet.
ruang tamu
"kamu mau kemana qiara" tanya dara
"mau keluar sebentar mah" jawab qiara
"oh oke" jawab dara , qiara langsung pergi keluar rumah
***
rumah keluarga mahendara
ruang tamu
"jihan mana ko belum pulang kemana aja dia" tanya Bella
"Jihan dihukum suru bersihkan seluruh toilet lantai 3 sama pak Tio" jelas Salma
"oh gitu" jawab Bella
"tapi ko tau ngga" ucap Salma
"ngga tau kan Lo belum kasih tau" jawab Bella
"oh ya , jadi Jihan dihukum itu barengan sama Nathan tau , mungkin sekarang mereka lagi mesra mesraan deh" jelas Salma
"serius Lo wah bagus dong" jawab Bella
"iya" jawab salma , Jihan pulang dengan wajah yang kusut dan tangannya agak membiru
"Jihan Lo udah pulang" sabut Bella, tanpa basa basih Jihan langsung menghampiri kedua sahabatnya itu
"gimana tadi Lo sama nathan" tanya Salma penasaran
"gue awalan sama Nathan bercanda bareng ngobrol ngobrol sampe pas Nathan beli air minum dan ngasih ke gue kita disitu..." Jihan menceritakan kan semua yang terjadi
***
"kenapa sih Han setiap Lo sama Nathan ada momen bahagia gitu selalu aja ada yang ganggu gitu" ucap Salma
"bener juga ya kemarin pas dirumah Salma Lo diganggu sama Seno" ucap Bella
"iya kenapa sih apa gue ngga boleh bareng sama dia" ucap Jihan
"akh ah~" teriak Jihan frustasi sambil mengacak acak rambut nya
"udah udah sekarang mending lo mandi Lo baru keringat banget Han" ucap Salma
"iya juga ya udah lah gue mandi dulu ya , kalian kekamar gue aja yuk sekalian" ucap Jihan ,mereka bertiga akhirnya pergi kekamar jihan.
***
dikamar Jihan jam 19:15 malam
"Han gue mau cerita sama Lo" ucap Bella
"cerita aja kali bel" jawab Jihan yang sedang fokus pada ponsel nya
"ponsel nya lepas dulu" pinta Bella
"iyaya udah apa" tanya Jihan
' cerita atau ngga ya , aduh gimana nih bilang nya ' gumam Bella dalam hati
"gue...it...
tok tok tok
"non Jihan " panggil salah satu pelayan keluarga mahendara
"bentar ya bel" ucap Jihan
"ada apa?" tanya Jihan
"sudah waktu nya makan malam non, nyonya dan tuan meminta non untuk segera turun" jawab pelayan tersebut
"iya saya akan segera turun , terima kasih" jawab Jihan pelayan itu pun pergi meninggalkan pintu kamar Jihan
"bel kita makan malam dulu ya" ucap Jihan
"Iyah , ngomong Salma mana?" tanya Bella
"gue ngga tau , cari dulu yuk" jawab Jihan , Jihan dan Bella mencari Salma kemana mana bahkan seluruh rumah Jihan sudah diperiksa tapi Salma tidak ada
***
"aduh gimana nih Han nanti kalo bokap nyokap nya tau gimana" ucap Bella
"jangan bikin gue panik dong" jawab Jihan
"oh iya dia kan bawa ponsel kenapa dari tadi ngga di telpon" ucap bella
"🤦 hadeh" ucap Jihan
"halo sal , Lo dimana?" Bella
"gue diruang makan kenapa emang" Salma
"Lo diruang makan! " Bella
"Salma diruang makan" ucap jihan, Bella menjawab nya hanya dengan memanggukan kepalanya , Jihan dan Bella berlari menuju ruang makan
***
"Lo kebiasaan deh Salma!" ucap Jihan sambil menarik telinga Salma
"duh duh duh~ sakitt Han" jawab Salma
"Jihan lepasin tangan kamu?" ucap Zoya
"hehehe maaf mah" jawab Jihan
"Lo dari tadi disini sal?" tanya Bella
"iya!" jawab Salma dengan polos nya
"udahlah yang penting sekarang Salma ada disini gue makan ah~" ucap Jihan , saat Jihan hendak mengambil nasib Edwin yang tidak sengaja melihat tangan Jihan spontan menarik tangan Jihan
"panda tangan kamu kenapa?!" tanya Edwin
"gapapa ko ka ini cuma bentur aja ko" jawab Jihan berbohong
"kayak bukan terbentur deh" jawab edwin
"coba mamah lihat sini Jihan" ucap zoya ,Jihan pergi kebangku Zoya dan memperlihatkan tangannya David yang tidak jauh dari bangku Zoya pun berdiri dan melihat juga
"ini bukan kebentur Jihan" ucap David yang meraih tangan Jihan dan melihatanya
"iya kan pah , seperti habis dicengkram keras gitu " jelas Edwin
"ngga ko papah ka Edwin mamah Zoya Jihan tadi terbentur , iyakan Salma Bella" ucap Jihan mengodekan kedua sahabatnya
"iya om Tante ka Edwin" jawab Bella
"bener itu Salma" tanya David
"em..bener om...bener.. hehe" jawab Salma
Zoya menghampiri Salma
***
"Salma coba jujur sama Tante Jihan tangan terbentur atau habis di jahatin sama guru nya lagi jawab yang jujur ya" bujuk Zoya
"ngga ko Tante Jihan tangan nya terbentur meja , dan itu kenceng banget makanya jadi gitu deh" jawab Salma berbohong
"Salma kamu ngga boleh bohong kalo kamu bohong kamu mau ngga ka Edwin beliin donat kesukaan kamu tapi kamu harus jujur" ucap Edwin
"mau ka , Jihan maaf ya" jawab Salma lalu minta maaf pada Jihan
"jadi tangan jihan itu..." ucap Salma yang menceritakan semua nya pada Edwin David dan Zoya , Jihan hanya bisa pasrah.
***
kita lanjut next eps ya 😊