
makan malam semua sudah siap dimeja makan
"wah makanannya banyak banget" ucap Jihan yang kagum saat melihat beraneka ragam makanan tersedia dimeja makan
"sudah yuk duduk kita makan dulu" ucap David memegang bahu Jihan
"Jihan mau makan apa biar mamah ambilkan" kata kata Karin membuat semua orang terdiam dan kagum
"kenapa ko pada diam" tanya Karin
"kamu bener sudah berubah ya" ucap Zoya
"iyaa , aku akan berusaha pelan pelan untuk meluangkan waktu ku untuk Jihan ....dan juga aku ingin Jihan sayang pada ku" jawab Karin
"aku berharap kamu sedang tidak akting Karin seperti beberapa tahun lalu" ujar David ketus
"tidak David aku benar benar ingin berubah ,aku...berpikir saat jenazah jihan datang waktu itu, aku...benar benar terpukul ,saat itu aku sudah merasa sudah tidak punya siapa siapa lagi...orang tua ku dan anak kandung ku sudah tidak ada.." jelas Karin
***
"aku sampai berdoa kalau saja aku masih punya kesempatan untuk mengurus Jihan aku tidak akan menyia yia kan waktu ku itu" timpal Karin , Jihan tersenyum mendengar itu ,,...segera menghampiri mamah nya dan memeluk nya
"Jihan punya satu hal yang ingin Jihan sampai kan pada mamah dari dulu" ucap Jihan disaat ia memeluk Karin
"apa itu" tanya Karin
"i love you mom" ucap Jihan lirih , Karin tersenyum dan mencium pipi Jihan
"i love you too honey" jawab Karin, semua yang melihat itu senang dan sedih Karna baru kali ini mereka melihat sosok keibuan Karin , dan melihat Karin yang akur dengan anak kandung nya sendiri
***
"sudah sudah aku...sangat terharu melihat kamu Karin" ucap Zoya
Karin membalas dengan senyuman
mereka semua bahagia menyantap makanan mereka Jihan duduk disamping Karin bersenda gurau , David Edwin dan Zoya sangat senang melihat itu, apa yang David dan Zoya harapkan selama itu sudah terwujud.
***
setelah makan keluarga itu berkumpul diruang keluarga untuk menonton acara tv yang sangat Jihan dan Edwin suka ,,.. saat disela sela mereka saat menonton tv...
"Zoya.." panggil Karin
"hmm..." jawab zoya menoleh ke arah karin
"aku minta maaf atas semua prilaku yang pernah aku lakukan kekamu padahal dulu kita sangat akur dan selalu bercanda" ucap Karin
"iyaa, aku juga minta maaf jika aku punya salah terhadap kamu" jawab Karin
"makasih telah menjadi ibu yang baik untuk jihan" kata Karin , Zoya membalas kata kata itu dengan senyuman
"makasih juga Karna kamu mau berubah untuk Jihan" jawab Zoya mereka berdua berpelukan, sudah lama sejak mereka berselisih , untuk memenang kan hati David , David menoleh kearah Zoya dan Karin ia merasa sangat senang Karna kedua sahabat itu akhirnya bisa akur kembali setelah bertahun tahun
***
***
***
***
***
pukul 21:50
"Jihan Edwin ayo kalian segera masuk kamar ini sudah larut" ucap David
"tidak mau pah" jawab Edwin
"aku masih ingin main game disini bersama adik kesayangan ku ini" timpal Edwin sambil mengacak acak rambut Jihan
"aduh~ berantakan dong rambut aku kak" kata Jihan mendengus kesal saat rambut nya berantakan Karna ulah Edwin
***
Edwin hanya tertawa gemas melihat Jihan
"ya sudah kalau kalian mau main biar mamah Zoya dan papah akan naik ke atas untuk tidur" jawab david
"tidak sayang aku masih ingin disini ,aku ingin bercerita kepada Karin" sela Zoya
"iyaa , ada yang ingin aku cerita kan juga ke Zoya ,David" sambung Karin
***
"baik lah Karna kalian masih ingin disini aku juga akan tetap disini menunggu kalian selesai" jawab David
"pah, mamah Zoya , mamah Karin" panggil Jihan sontak mereka bertiga menoleh ke Jihan
"iya sayang" jawab David
"bagaimana kalau kita semua tidur disini" saran Jihan
"aku setuju pah...,, lagi pula kita sudah lama tidak berkumpul seperti ini" sela edwin
"iyaa benar sayang...kita tidur disini saja" sambung Zoya
***
'padahal aku ingin bermain main dengan Zoya malam ini ' batin David
"ayo lah pah yah..yah...pah...ayolah " rengek jihan, memegang lengan david
"iya...pah ayo..yah" rengek Edwin memohon dengan tangan yang (🙏)
"baiklah...baiklah kita akan tidur disini" jawab David sontak Jihan dan Edwin teriak Karna senang
"hore ...yeah...kita ...akan tidur ...disini" suara Jihan menggema diruangan itu
"stuss..Jihan nanti para pengawal dan pelayan akan terbangun" ucap Zoya
"oh ya maaf mah" jawab Jihan menutup mulut Jihan
"mamah Karin bagaimana...akan ikut tidur disini" tanya Jihan
"iya sayang" jawab Karin mencubit kecil pipi Jihan
***
' ya Tuhan aku senang karna mamah Karin akhrinya bisa akrab dengan ku ' gumam Jihan dalam hati
mereka saling membantu mendorong sofa agar ada ruang untuk mereka menaruh kasur ditengah....setelah selesai menaruh 3 kasur mereka tidur dikasur itu...Karin sendiri Karna kasur yang Karin gunakan lebih kecil...ia juga sambil mengerjakan beberapa perkerjaan nya...David satu kasur dengan Zoya dan Edwin dengan jihan
pukul 11:34
semua orang sudah tertidur kecuali Edwin dan Jihan mereka berdua masih asik menonton film yang mereka tunggu tunggu sejak 3 bulan yang lalu
"kak...ini udah malam banget aku tidur duluan ya" ucap jihan
"nanti dulu Jihan....bentar lagi film nya juga selesai" jawab Edwin
"tapi aku udah ngantuk" rengek Jihan
"ya sudah kita...tidur sekarang ya" jawab Edwin....
"kak pinjem lengannya" kata Jihan menarik lengan Edwin untuk jadi bantal...Karna itu kebiasaan Jihan waktu kecil saat mereka berdua masih satu kamar , mereka berdua tidur bersamping ,Edwin mengelus elus rambut Jihan dan Jihan pun tertidur dilengan Edwin...
***
"Jihan..." panggil Edwin dengan suara yang lembut...
"oh sudah tidur" ucap Edwin yang melirik kejihan dan ternyata Jihan sudah tertidur pulas ,,..Edwin mengambil bantal dan mengangkat kepala Jihan pelan pelan lalu meletakan kepala Jihan perlahan ke bantal agar Jihan lebih nyaman tidur nya....,, tak lama dari situ Edwin pun tidur ,,..tak jauh dari tempat Jihan tertidur...
besok paginya
Jihan bangun lebih dulu dari semua orang yang tertidur diruangan itu...
"PAPAH...MAMAH KARIN...MAMAH ZOYA....KAK...EDWIN....BANGUN INI SUDAH PAGII" teriak Jihan yang menggema diruangan itu bahkan sedikit terdengar hingga dapur .... sontak mendengar itu mereka terbangun kecuali Edwin
***
' haduh Jihan suara nya melengking banget sakit telinga gue..' gumam Edwin dalam hati dengan mata yang masih terpejam
***
"ayo pah mah...kalian harus bangun kita harus sarapan pagi ini" rengek Jihan
"iya iya...mamah bangun nih" jawab Zoya
"mamah Karin juga bangun deh" jawab Karin
"papah...kak Edwin ayo bangun ish!!" ucap Jihan kesal...Karna kesal iya menarik tangan David agar duduk lalu bangun
***
***
' biar lah nanti juga Jihan cape bangunin gue ' gumam Edwin dalam hati
"okeoke papah bangun Jihan" jawab David mengucek ucek kedua matanya
"mamah Zoya mana Jihan" tanya David
"sedang gosok gigi" jawab Jihan
"ya sudah papah juga gosok gigi dulu" ucap David lalu berjalan kekamar mandi
Edwin masih belum bangun dan ia masih dengan posisi yang sama Jihan geram dan langsung menggoyang goyang kan tubuh Edwin dengan kenceng
***
' haduh...punya Ade gini amat ya ' gumam nya lagi
"ka...ka..Kaka..bangun...bangun ....ish....atau aku siram pakai...air y".ucap Jihan mulai kesal karna dari tadi Edwin tidak kunjung bangun saat ia bangun kan nya
' waduh kayak nya beneran mau disiram nih ' gumam Edwin mulai panik
***
Jihan mengambil segelas air dan hendak menyiram ke kakak nya namun...
"kamu bener mau nyiram Kaka" ucap Edwin lirih
"akhirnya bangun juga cepet gosok gigi abis itu keruang makan" ucap Jihan dengan yang kesal
"gamau" jawab Edwin
"ish cepet kak" rengek Jihan
"bodo" jawab Edwin
byurr
Jihan menyiram air yang tadi ia pegang ke wajah Edwin
"upss" ucap jihan sambil menutup mulut nya
"kayak aku harus lari nih" timpal Jihan , Jihan mundur perlahan lalu berlari ke sembarang arah ,,...
"LARI!!!" teriak Jihan berlari
"JIHAN...mau kemana kamu" ucap Edwin beranjak dari duduk dan mengejar Jihan yang berlari ,,,,Jihan berlari mengelilingi rumah mereka yang sangat besar dan luas itu bak istana...
***
Jihan berlari sampai ia tak sadar saat ini ia sudah ada....
,,,,brukkk,,,,
Jihan menabrak sang ayah yang baru keluar dari toilet
"jihann... kamu ngapain lari lari dirumah seperti itu...sangat berbahaya tau" ucap David memarahi putri kesayangannya
"pah lindungi aku....aku..." belum selesai Jihan bicara
"Jihan mau kemana lagi kamu " sela Edwin saat melihat Jihan ada didepan David
"pah" teriak kecil Jihan ,,, Jihan langsung segera berlari kecil ke belakang badan David
***
"Edwin.."ucap David
"iyaa...pah" jawab Edwin
"kenapa kalian lari larian" tanya david
"tadi Jihan siram Edwin pakai air pah" jawab Edwin menunduk
"tapi aku nyiram kakak pakai air biar kakak bangun" kata jihan dengan nada tinggi
"kakak kan tadi sudah bangun kenapa kamu siram" ucap Edwin tak kalah tinggi mereka berdua berdebat Karna berbeda argumen
***
"stopp" ucap David
"stopp udah jangan bertengkar terus" lerai David
"tapi...pah...kan" belum selesai Edwin bicara sudah disela David
"sudah bicara nya ....ayo kita makan" ajak David
***
meja makan Edwin dan Jihan masih saling berdiam diaman bahkan yang biasa mereka selalu duduk samping kini mereka harus duduk berjauhan
melihat mereka yang seperti itu membuat Karin dan Zoya bingung lantas mereka berdua bertanya kepada anak anak mereka
***
"Jihan ko duduk nya disitu ,,..biasanya didekat ka Edwin" ucap karin
"iya nih ...ko Edwin juga tumben duduk dekat mamah biasa nya dekat Jihan" sambung Zoya
"gapapa" jawab Edwin dan jihan serempak
"ish apa sih ikut ikutan aja" kata Jihan
"siapa juga yang ikutin kamu...pede banget" jawab Edwin
"kalian lagi bertengakar ya" tanya Karin
"sudah ya jangan bertangakar lagi" sambung Zoya
"tau kamu Edwin kemarin saat dengar Jihan tidak ada kamu sedih sekali bahkan sampai Jihan datang kamu masih menangis" sela David
"papah" ucap Edwin menatap sedikit wajah sang papah
***
"Jihan sudah ya jangan bertengkar lagi...kalian kan sudah besar masa bertengkar terus sih" bujuk Karin
"aku ga bertengkar ko mah ....cuma kesal saja" jawab jihan menatap Edwin dengan sinis
"kesal...dengan kakak kamu" tanya Zoya, Jihan mengagukan kepalanya sebagai tanda mengiyakan pertanyaan Zoya
***
"sudah kalian baikan ya...nanti pada kangen lagi kalau salah satu nya tidak ada" ucap David , David menatap kedua anak nya , mereka berdua masih saja fokus ke makanannya tanpa menoleh sedikit pun
"kalau kalian tidak mau berbaikan papah akan Potong uang jajan kalian" mendengar ucapan David sontak mereka berdua langsung
"jangan dong pah" ucap edwin dan Jihan kompak
"nah kalau ngga mau ,, kalian baikan ya" ucap Karin , dengan sangat terpaksa Edwin dan jihan berdamai dengan menjabat tangan satu sama lain
***
"nah gitu kan enak dilihat ...jangan bertengkar lagi ya" ucap David mereka menghabiskan sarapan mereka masing masing dan melalukan aktivitas dirumah... Karna baru besok David Karin dan Zoya mulai masuk kantor
***
pukul 15:00
Jihan pergi ketaman melihat kebun bunga kecil nya ...lalu memberi pupuk dan menyiram bunga bunga tersebut...Edwin datang dan menghampiri Jihan
***
"kamu sedang apa " tanya Edwin namun Jihan tidak menjawab pertanyaan edwin, Jihan malah sibuk memberi pupuk pada bunga nya
"hei...kalau kakak tanya jawab dong" ujar Edwin mulai kesal...Jihan tertawa kecil ia masih membelakangi kakak nya yang sedang marah marah dengan Jihan tapi Jihan tidak menghiraukan nya
***
"Jihan...kakak...ko dicuekin sih" tanya edwin ,Karna Jihan bosen mendengar ocehan Edwin akhirnya Jihan menjawab pertanyaan edwin
"tadi Kakak, juga gitu cuekin aku" jawab Jihan
"abis kamu bikin kakak kesal" timpal Edwin
"ya sudah tadi kita kan sudah minta maaf jangan bertengkar lagi ya" ucap Edwin lagi dan manggaguk lalu memeluk tubuh Edwin
menjelang sore setelah selesai berkebun dan bermain main sebentar Edwin dan Jihan masuk kerumah lalu mandi...mereka akan bertemu lagi saat makan malam tiba setelah makan malam Jihan juga yang lain pergi kekamarnya masing masing
kamar jihan
...tok...tok...tok...
ada seseorang yang mengetuk pintu kamar Jihan
Jihan beranjak dari tempat tidur dan membukakan pintu untuk seseorang yang mengetuk pintu kamar nya itu..
"eh mamah Karin" ucap Jihan
"masuk mah" sambung Jihan untuk pertama kali nya Karin masuk kekamar Jihan sang putri semata wayang nya yang dulu sangat tidak pernah ia perhatikan ,,,..Karna terlalu sibuk dengan pekerjaan dan karir
ia kaget melihat ada sebut foto yang sangat ia kenal wajah nya
..iya foto itu adalah foto didirinya ia mengambil dan bertanya pada Jihan
***
"Jihan kamu nyimpan foto mamah" tanya Karin
"iyaa dari dulu sebenar Jihan sayang sekali sama mamah...meskipun mamah benci Jihan..meski yang mamah liat Jihan juga benci mamah ...
sebenernya Jihan cuma butuh waktu mamah untuk menemani Jihan main dan bercerita ....foto itu selalu ada dikamar Jihan ...Karna Jihan suka kangen sama mamah jadi...Jihan ...ambil foto itu diam diam dari kamar mamah" jelas Jihan dengan air mata yang ia tahan agar tidak menetes
"sini peluk" ucap Karin meneteskan air matanya
"lain kali kalau kangen sama mamah Jihan boleh kok kekamar mamah ,tidur sama mamah dan peluk mamah seperti ini ya" sambung Karin dengan suara yang tersedu sedu...
"iyaa mah" jawab jihan
Karin mengusap air mata nya dan air mata Jihan yang mengalir tadi lalu tidur bersama diranjang Jihan dengan keadaan masih memeluk jihan....
***
***
***
***
***
besok nya saat disekolah....
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
lanjut next eps ya😊