
Bella dan Jihan tiba tiba menggagukan kepala mereka dan....
"SALMA!" teriak Jihan dan Bella menggema di seluruh rumah , Salma pun tau akan dikejar Jihan dan Bella akhrinya Salma kabur keseluruh
nafas nya masih tidak beraturan Jihan dan Bella memilih untuk beristirahat sebentar
"hadahe kenapa Salma Reza banget ya gue lagi tidur ga enak enak" ucap Bella
"iya gue juga , cari lagi kita kerjai dia" sahut Jihan
mereka masih mencari Salma keseluruh rumah tapi hasilnya nihil
Karna mereka berdua meras cape dan lapar akhrinya mereka memilih untuk sarapan dulu baru cari Salma lagi betapa kaget nya mereka saat mereka melihat...
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
"SALMA" ucap Jihan dan Bella serempak
"heheh" jawab Salma sambil mengunyah ayam Yanga dan dimulut nya
"bisa bisa nya lo makan sedangkan kita lagi kebingunan nyari elo" ucap Bella bernada ketus
"tau Lo ,...oke gue lepasin Lo Karna gue laper" ucap Jihan langsung duduk di sebelah Salma
"bella silhkan duduk" ucap Salma mencoba meredam kan amarah Bella
"iya iya...tunggu...tunggu...ini kan rumah gue ya iyalah kenapa Lo makan duluan sal" tanya Bella agak kesal
"sudah lah ga usah ribut terus masih terlalu pagi buat ribut" sela Jihan
"sudah makan duluu" timpal Jihan
mereka menyantap makanan yang tersedia dimeja makan
saat makan tidak ada yang berbicara hanya ada suara a sendok dan garpu saja
selesai makan pun balik lagi kekamar Bella
kamar Bella
"gue mau tanya satu hal deh sama kalian" ucap Salma yang sedang menutup pintu kamar Bella sedang Bella dan Jihan sudah duduk di atas ranjang
"apa" jawab Bella, Jihan masih pokus dengan ponsel
"kalian semalam bergadang ya" tanya Salma
"ngga tuh" jawab Bella
"masa...Lo kan ga pernah bangun siang bel....kalo Jihan gue mah dia suka bangun siang" ucap Salma sedikit berbisik
***
"gue masih bisa denger sal" ucap Jihan melirik Salma dengan tatapan mematikan
"iya...kenapa boong ya kalian berdua" ucap Salma
"kalo mau bergadang ngajak ngajak gue napa" ucap Salma kesal
"semalam kita berdua udah ngajak Lo ko tapi ,Lo malah tidur duluan yakan Han" ucap Bella sambil melihat kearah Jihan , Jihan hanya menggagukan kepalanya
***
"udah lah jangan bahas itu mending kalian jujur dulu kalian bergadang ngapain aja" tanya Salma penasaran
"ghibah in gue ya kalian berdua" timpal Salma dengan polosnya
"idih males banget ghibahin elo mending gue ghibahin yang lain deh" sahut Jihan
"terus" tanya Salma semakin penasaran
"kalau gue sih chatingan sama Seno" jawab Jihan
"maaf ya han....gue chatingan sama Nathan tadi malam", jawab bella
"lah gue chatingan sama siapa dong" tanya Salma dengan polosnya
"Lo kan punya doi kenapa harus tanyakita berdua" ucap Bella ketus
"chatingan apa aja Lo sama nathan" ucap jihan dengan wajah datar nya
' dia nanya atau mengintrogasi gue sih' gumam Bella dalam hati
"ga ada ko cuma nanya soal pelajaran" jawab Bella sambil memperlihatkan isi chat ia dan Nathan Karna chat yang semalam sudah Bella hapus Karna Bella wasapada takut ortunya memeriksa ponsel nya eh bukanya ortunya
***
skippp soree
Jihan sudah pulang jalan bareng Seno Karna Jihan tidak mau kemalaman kalo pulang jadi Jihan meminta agar pulang sore..
skipp sekolah besok
hari ini mereka belajar dengan sangat giat dan rajin Karna 2 bulan lagi mereka akan mengada ulang an kenaikan kelas yang menentukan mereka kekelas sembilan
jam istirahat
hari ini pelajaran Bu dara dari tadi Bu dara memperhatikan sepatu yang Jihan kenankan ,
"Jihan" panggil dara
"iya Bu ada apa " tanya Jihan dengan raut wajah nya yang sangat malas melihat Bu dara
"kamu kenapa pakai sepatu warna coklat" tanya dara
"emang ga boleh ya Bu" jawab Jihan
"ga usah pura pura ga tau kamu memang disekolah ini diperbolehkan untuk memakai sepatu berwarna selain hitam!" tegas Bu dara
"tapi kemarin saya lihat anak ibu menggunakan sepatu berwarna pink , tapi kenapa ga ditegur Bu" ucap Jihan yang bertanya balik
"ya kalau anak saya tidak apa" jawab dara
"kok gitu Bu" tanya Jihan menatap dara sinis
"loh kamu menentang" ucap dara
"saya tidak menentang Bu saya bertanya" ucap Jihan dengan nada yang keras Karna Jihan kelas dengan prilaku Bu dara yang selalu mencari cari kesalahannya
"sudah saya tidak mau berdebat dengan kamu pokoknya sepatu kamu saya sita dan ga akan saya kembalikan" ucap dara
"saya pulang pakai apa Bu?" tanya Jihan masih menatap sinis ke arah dara
"pakai kaki" jawab dara
"ga saya ga akan lepas sepatu saya" jawab Jihan lalu
pergi meninggalkan dara namun tangan ditarik dara
***
"saya mau kamu lepas sepatu nya!!" ucap dara yang mulai membentak Jihan
"kenapa Bu ini sepatu saya , saya juga lihat banyak ko yang pakai dengan warna selain hitam kenapa hanya saya yang ibu tegur" jawab Jihan tidak kalah tinggi nada suaranya
"pokonya kamu selepas sepatu kamu atau..." ucapan dara yang belum selesai langsung Jihan menyelah nya
"atau apa ibu akan menghukum saya , akan memperpanjang hukum saya , atau Bu juga mau mengeluarkan saya dari sekolah ini silahkan saya tidak takut!!" suara Jihan mulai terdengar sebagai ancam bagi dara
"oh sudah berani kamu ya , belagu sekali kamu itu memang kamu akan bisa di sekolah mana lagi , saya akan membuat kamu ga bisa diterima disekolah mana pun!!" suara dara menggema di seluruh ruang kelas
melihat kejadian itu murid murid pergi meninggalkan kelas ada yang hanya memperhatikan ada juga yang hanya diam Karna sudah terbiasa .
"terserah!!" jawab Jihan lalu beranjak pergi namun lagi lagi dara menarik tangan nya dannn......
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
....PLAKKK....
tamparan keras mendarat di pipi Jihan membuat pipi Jihan merah dan tercetak tangan dara disana
Jihan menatap dara dengan penuh kebenci berharap dia bisa membuka semuanya disini namun itu belum cukup untuk memberi sebuah tamparan lebih keras kepada dara
' mulai sekarang gue harus berpikir keras gimana cara agar gue cepet ceper ngbongkar ini semua sebelum UKK di mulai' gumam Jihan dalam hati di kesal
Jihan yang kesal hanya bisa pergi untuk meredam amarah nya , Jihan pergi ketoilet untuk menenang kan diri
toilet
"kapan ya kira kira waktu yang tepat buat gue bongkar semuanya" ucap Jihan berbicara pada diri nya sendiri dikaca tiba tiba saat Jihan sedang membasuh wajah nya
"awas aja ya Lo ngadu sama bokap Lo soal ini" seseorang berbicara dengan nada sedikit kencang Jihan menguping pembicaraan itu dari luar pintu toilet
...KLEK..
pintu toilet terbuka dengan Jihan segara masuk ke toilet yang tepat berada disamping toilet tempat Jihan menguping tadi..
jihan mendengar mereka sudah keluar Jihan pun langsung keluar dan memeriksa apakah masih ada orang ditoilet itu ....Jihan kaget dengan apa yang dia lihat seseorang wanita yang sepantaran dengan terduduk lusuh dengan luka dibibir dan dahi baju nya juga basah kuyup
Jihan kaget sontak menghampiri dan bertanya pada seorang wanita itu
"Lo...Lo. kenapa" tanya Jihan penasaran , wanita itu tidak merespon apa yang Jihan katakan Karna dia sangat lemas juga tidak mempunya tenaga
"kita keuks ya" ucap Jihan mulai khawatir , wanita itu menggeleng kan kepalanya
"kenapa Lo bisa sakit terus itu luka Lo harus diobatin" jawab Jihan
akhirnya wanita itu merespon
"gue...ga...pa..pa..Lo pergi aja" ucap wanita itu lirih dengan suara yang nyaris tidak terdengar
"kenapa" tanya Jihan
"gue pergi sebentar ngambil P3K Lo tunggu sini ingat Lo harus kuncung pintu toilet ini ya" ucap Jihan ,Jihan segera pergi untuk mengambil p3k diuks
***
15 menit kemudian Jihan kembali ke toilet itu wanita itu masih disana dia sudah sedikit sadar...
Jihan memberikan minum untuk wanita itu
"oke kalau sakit bilang ya" ucap Jihan , wanita itu pun mengagukan kepalanya setelah selesai Jihan bertanya Karna dia masih penasaran.
"gue mau tanya Lo harus jawab jujur" ucap Jihan
"iya...sebentara sebelum Lo ngomong nama Lo siapa" ucap wanita itu
"gue Jihan" jawab Jihan
"oke Jihan , gue ria" jawab wanita itu yang bernama ternyata bernama ria
"iya... ria gue mau tanya Lo kenapa bisa kayak gini" tanya Jihan ria diam sejenak lalu bercerita dari awal
"jadi 2 hari lalu gue mergokin Tiara.." ucap ria namun saat ingin melanjut kan Jihan menyelah
"tunggu Tiara?" tanya Jihan heran
"iyah Tiara lovi Danuarta" jawab ria
"oke lanjutkan" ucap Jihan
"2 hari yang lalu gue ga sengaja lewat depan gudang sekolah ,
disana gue ngeliat Tiara dan Iva sedang merokok dan meminum sebuah pil entah apa itu gue yang ngeliat itu langsung merekam kejadian itu tapi ,
saat gue hendak pergi buat ngelaporin ke BK Iva neriakin gue , disitu gue kaget dan dia ngancam gue tapi ,
gue ga berhenti sampe disitu dan tadi gue udah hampir ngejelasin ke BK tapi Tiara dan Iva narik gue kesini dan gue di tampar dengan keras oleh Tiara dengan Iva yang megang badan gue ,
rambut gue dijambak kepala gue dibenturkan di dudukan toilet ini lalu gue disiram pakai itu" jelas ria sambil menunjuk shower kecil yang ada dekat toilet sontak Jihan sangat kaget dengan apa yang baru dia dengar ,..
"Lo masih punya rekamannya" tanya Jihan
"masih" jawab ria
"oke besok gue bantu Elo buat ngaduin ini ke BK Lo tenang aja" jawab Jihan
"jangan Han gue ga mau Lo terlibat dalam masalah ini" ucap ria
"gue harus terlibat Karna Tiara dan gue juga punya masalah" jawab Jihan
"apa itu" tanya ria Jihan menjelaskan semuanya dari A sampai Z
"oke gue ngerti , gue bolehin elo ngebantu gue" ucap ria , Jihan mangagukan kepalanya,
"oh ya gue minta nomer Lo , terus Lo kirim rekamannya ya " ucap Jihan
tiba tiba pesan masuk dari ponsel Jihan yang berisi
Seno: kamu dimana aku sama yang lain nyari kamu dari tadi
Jihan: iya maaf buat kalian khawatir , gue dan nyusul Lo dan yang lain , sekarang Lo dimana dan yang lain dimana
Seno: dikantin
Jihan: gue kesana sekarang
"maaf ya ria gue harus tinggal Lo sekarang Jabra gue lupa tadi gue pergi ya pamit sama temen temen gue" ucap Jihan
"iya gapapa , makasih buat hari ini" jawab ria , Jihan meninggalkan ria yang sudah ia papah dari kamar mandi sampai taman
kantin
"dari mana aja sih Lo " tanya Bella mendengus kesal
"iya maaf tadi dari toilet , perut gue sakitt banget" jawab Jihan
"lain kali kemana kemana bilang dulu Jihan" ucap Nathan memperingatkan , Jihan hanya diam , Karna Jihan masih kesal dengan sikap Nathan tempo hari
***
' Jihan masih kesal ya ' gumam Nathan dalam hati
selesai istirahat
dikelas
"Jihan kamu dipanggil BK" ucap salah satu siswa yang memberi tau hal itu
"makasih ya" jawab Jihan dengan wajah datar nya
' pasti gara gara sepatu ' gumam Jihan dalam hati dia sangat kesal
benar saja saat jihan masuk ruang BK pak Ray selaku guru BK dan pemilik gedung sekolah dan Bu dara sedang melirik Jihan dengan tatap tatapan tajam dan tidak suka
"kamu sudah tau sekolah ini tidak boleh kan memakai sepatu berwarna kenapa kamu malah memakai nya!" sentak ray , dara hanya diam dan tertawa kecil
"tapi...pak bukan saya doang yang lain banyak ko...ken" ucap Jihan yang langsung disela Ray
"lepasin sepatu kamu tidak ada penolakkan" ucap Ray
Jihan hanya pasrah dan memberikan sepatu nya dengan melempar ke arah dara , sepatu itu hampir mengenai wajah dara tapi dara menepis nya
"kamu ya tidak ada sopan sopan nya" ucap raya , yang melihat Jihan pergi meninggalkan ruang BK
setelah Jihan pergi
"terimah kasih atas bantuan nya pak", ucap dara
"sama sama Bu" jawab Ray
saat berjalan kekelas Jihan diperhatikan oleh semua murid yang lalu lalang Jihan hanya diam dan terus berjalan
' uhuh pengen banget tadi gue ngebantah ', gumam Jihan
' tapi gue yakin dia emang ngincar ini ' gumam jihan
saat balik kelas
"Jihan sepatu Lo mana" tanya Salma
"seharus nya Lo tau" jawab jihan
"di ambil Bu dara" ucap Salma
"ya gitu lah" jawab Jihan
saat pulang sekolah.
"bentar deh ada yang gue lupa " ucap Jihan
"apa?" tanya Salma
"hm...ga ada deh" jawab Jihan yang mengecek kembali tas nya
rumah keluarga mahendra
kamar Jihan
seperti biasa Jihan langsung mandi dan mengerjakan pr yang dikasih guru nya , Jihan tertidur sebentar Karna hari ini hari yang melelahkan bagi nya , Jihan tertidur sampai tiba waktu nya untuk makan malam
***
ruang makan
"bi inah , Jihan mana" tanya David
"tadi non Jihan dikamar nya mungkin sedang mengerjakan tugas tuan" jawab Inah
"tolong panggilkan dia Karna sudah waktu nya makan malam" ucap David
"tidak usah bi inah saya saja yang memanggilnya" sahut Zoya
"baiklah nyonya tuan , saya permisi" ucap Inah membungkuk dan memberi hormat
***
....tok..tok...tok..tok...
"Jihan sayang ayo turun nak , sudah waktu nya makan malam" ucap Zoya dari luar pintu kamar Jihan
"Jihan.." panggil Zoya lagi karna masih belum ada jawaban ,
"sayang , mamah masuk ya" ucap Zoya sambil membuka pintu kamar Jihan berjalan pelan memasuki kamar jihan
Zoya kaget melihat Jihan masih tertidur lelap di atas ranjang nya
"Jihan " panggil Zoya sambil mengelus elus rambut panjang jihan , Jihan mengdengar itu pun langsung bangun
"hmm...iya...mah" jawab jihan dengan suara yang serak Karna baru bangun tidur
"makan malam dulu , nanti lanjutt tidur lagi" sahut Zoya, Jihan mengagukan kepalanya ia pergi kekamar mandi untuk cuci muka sedangkan Zoya masih menunggu Jihan .
Karna takut kalau Jihan turun dalam keadaan setengah sadar ia akan jatuh , setelah Jihan selesai cuci mungkin dan Zoya pun turun untuk makan malam
diruang makan David melihat ke arah Jihan ada yang ada dari wajah Jihan , saat Jihan ingin duduk David menarik tangan dan mendekatkan wajahnya dan Jihan...
***
***
***
"Jihan pipi kamu kenapa seperti lebam" ucap david memperhatikan pipi Jihan
"ga papa ko pah mungkin nyamuk" jawab Jihan
"ngga ini lebam Jihan!" sahut David
"jujur siapa yang nampar kamu" tanya David ,
"papah tau lah siapa yang bisa seperti itu dengan anak papah" sela Edwin
"dara" sambung zoya , David melihat kearah Jihan dengan tatapan yang cemas dan khawatir dengan putri semata wayangnya
disisi lain
"duh gimana nih gue ga ada uang lagi ....oh ya" ???
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
***
lanjutt Next eps ya 😊