LOVE STORY AT SCHOOL

LOVE STORY AT SCHOOL
Tania Wijaya



Sinar matahari pagi masuk kedalam celah-celah gorden kamar seorang gadis yang baru saja memasuki masa-masa remajanya. Risa masih terlelap bersama mimpinya, dia terlihat sangat nyenyak, mungkin karena kemarin dia lelah di MPLS hari pertamanya


Seperti biasa mamanyalah yang akan membangunkannya jika Risa telat bangun padahal orang-orang dibawah sudah bersiap-siap dan akan sarapan bersama.


"Risa bangun, ini tuh udah jam berapa, kamu liat tuh matahari aja udah mau rasanya masuk ke kamarmu" selagi berjalan menuju ke arah gorden untuk membukanya agar matahari bisa masuk


"ntar lagi ma, baru jam berapa juga" katanya menarik selimutnya kembali hingga ke leher


"jam berapa kamu bilang, liat itu udah jam 7, kamu mau telat ke sekolah hah? dihukum berdiri sendiri ditengah lapangan baru tau rasa kamu" sambil akhirnya meninggalkan kamar Risa


"astagaaa, ini gimana mau mandi udah jam segini" dia melihat jam yang ada di hp-nya


"bodo ah mandi aja dlu gak usah basahin rambut, sikat gigi, sabunan bentar, dah" berlalu mengambil handuk yang ada di balik pintu


"dah gak sempet dandan lagi, yang lajn pasti pada nungguin buat sarapan bareng" segera memgambil tas dan menutup pintu kamarnya hingga akhirnya dia turun dan siap untuk sarapan bersama dengan keluarganya


"kamu tuh ya, udah tau masuk jam segitu, ya apa gak bangun itu pagian dikit biar gak seperti ini, makan seperti dikejar setan aja" papanya memperhatikan anaknya yang terlihat makan sangat terburu-buru


"ahh iya pa maaf" sambil terus makan tanpa melihat papanya


papanya hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakukan anak gadisnya itu


"kak ayo buruan, ntar aku telat nih" sambil bergegas memakai sepatunya


"yeee kamu yang telat bangun nyuruh kakak cepet-cepet lagi" sambil berlalu melewati adiknya menuju ke motornya


Ya Juan memang suka naik motor daripada naik mobil, walaupun papanya sudah memberikannya mobil dengan alasan sepertinya mobil lebih aman untuk dipakai daripada menggunakan motor.


Tetapi Juan menolaknya dia tidak ingin menggunakannya.


"pa, ma Risa berangkat ya" sambil mencium tangan kedua orang tuanya


"Juan juga ya pa, ma" mengikuti apa yang adiknya juga lakukan


"iya hati-hati gak usah ngebut-ngebut kak kalo bawa motornya" ucap sang mama sambil melihat anak-anaknya yang sudah menaiki motor


Tak lama itu sampailah Risa disekolahnya dengan diantar oleh Juan


"kak makasih, aku masuk duluan ya, dahhhhhh" sambil melepas helmnya dan juga ia tidak lupa untuk salim dengan kakaknya


"iya sana buruan ntar telat" menerima hekm yang diberikan oleh sang adik


Melihat sudah sangat ramai sekali murid-murid yang datang. Sangat rajin sekali mereka pagi pagi sudah datang, ucapnya sambil melihat ke sekelilingnya. Tanpa disadari olehnya ternyata ada orang yang mendekatinya


"halo, aku Tania Wijaya, aku belum punya temen nih dan aku liat kamu juga sendiri" sambil menepuk pundak Risa sedikit yang membuat sang punya tubuh kaget


"oo, oooh halo, aku Clarisa Salim, iya hehehe, soalnya aku memang sendiri disini, belum dapet temen juga" sambil melihat di Tania


"mau bareng gak kesana? mungkin kita bisa jadi temen lama-lama" dia mencoba untuj dekat dengan Risa karena dia juga sama seperti Risa dia belum memiliki teman di sekolahnya ini


"ohhh okey, kamu kelompok mana?" tanya Risa sambil berjalan beriringan


"mawar nih, kamu?" dia memperlihatkan name tag kepemilikkannya


"ahh sama dong, akhirnya aku punya temen juga dari kelompok yang sama" merasa bersyukur sekali karena dia akhirnya menemukan orang yang bisa dia ajak ngobrol selama di kelompok


Sambil terus mengobrol mereka akhirnya tiba di kelompok mereka yang sudah rapi barisannya dan mereka pun mengikuti dari belakang.


Hari ini, hari ke 2 masih melanjutkan hal yang seperti kemarin, tetapi sedikit berbeda, mereka juga diajak langsung berkeliking melihat sekolah mereka dengan beberapa sedikit penjelasan dari panitia yang memang sudah ada di tempatnya masing-masing.


"fiuhhhh.... akhirnya selesai juga" gumamnya sambil menyeka sedikit keringatnya di dahi, karena memang cuacanya yang sedikit panas.


"Risaaaa, kamu pulang bareng siapa?" tanya Tania datang menghampiri Risa yang sedang ingin mengambil sesuatu di tasnya dan ternyata adalah Hpnya


"naik ojek online Tan, kamu? dijemput?" melihat Tania sekilas


"enggak, aku naik ojek online juga, hahaha" ikut duduk di samping Risa


"ya udah kita pesan bareng aja" sambil membuka aplikasi ojek online mereka


"okayyyy"


Tak lama berselang salah satu ojek onlinenya datang


"atas nama Clarisa Salim?" sambil melihat-lihar orang disekitarnya mencari sang pemilik nama


"oh saya mas" Risa berlari menuju ojeknya tapi dia kembali menghampiri Tania


"Tan, ojek punyamu belum sampe?" Tanya Risa


"iya nih belum, kalo kamu mau duluan gapapa kok duluan aja" ia melihat Risa sekiilas dan kembali melihat peta yang ada di Hpnya, mencari sudah sampai manakah ojeknya yang ia pesan


"gak usah aku tungguin kamu" sambil sedikit berbicara kepada ojek onlinenya


"mas tunggu bentar ya, aku nungguin temenku ojeknya sampe gapapa kan?" mencoba bertanya kepada ojolnya


"iya gapap mba" jawab sang ojol


tidak berselang lama mereka menunggu, salah satu ojek online pun akhirnya datang lagi


"atas nama Tania Wijaya" teriaknya


"oh saya mas, saya Tania" berjalan menuju ke ojolnya begitupun dengan Risa yang sudah naik ke atas motor


"Risaaaa dadaaahhhhhhhh" Tania melambaikan tangannya ke Risa yang memiliki arah berlawanan dengan arah rumahnya


"sampe ketemu besokkkk" teriaknya lagi


"iya dadaahhhh, hati-hati ya" Risa membalas


okeee, bentukan jari yang dibuat oleh Tania yang menandakan artinya baiklah. Dia tidak mungkin membalas perkataan Risa karena ojolnya sudah jalan, dia tidak mau nanti orang-orang disekitarnya terganggu olehnya.


Tak selang beberapa lama Risa pun tiba di rumahnya, hanya ada mama dan mbanya yang membantu mamanya membereskan rumah ini, karena ia tahu papanya pasti sudah berangkat kerja, dan kakaknya pasti belum pulang jama segini


"ma aku pulang" ucap Risa sambil menaiki tangga untuk menuju kamarnya


"jangan langsung tidur mandi dulu, ngerti gak?" teriak mamanya yang sedang meonton tv du ruang keluarga


"iyeee nyonya" menghadap ke arah mamanya dan membungkukan badannya sedikit, setelah itu ia masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Dia pikir mamanya akan mengamuk lagi jika ia rebahan sebelum membersihkan diri jika dia dari luar.


*hai hai haiii, gimana kabar kalian semua? semoga sehat-sehat terus ya.


to be continue*~~