
Setelah mandi aku keluar kamar untuk bergabung bersama dengan mama dan mba yang mungkin sekarang lagi bersiap-siap untuk menyediakan makan malam.
Dan betul saja ketika aku turun mama ku sibuk dengan peralatan dapurnya bersama mba yang juga sibuk menyuci beberapa sayuran yang akan digunakan untuk makan malam nanti.
Ya, keluargaku meski sudah memiliki pembantu tetapi mereka tidak ingin semuanya di bebankan kepada pembantu mereka, mereka juga ingin membereskan rumah ini dengan sendirinya.
"doorrrrrr...." aku mengagetkan mama dan mba yang serius sekali terhadap apa yang mereka lakukan sambil menahan tawa.
klontannggggg........, ya peralatan yang dipegang oleh mama terjatuh ke lantai sehingga menimbulkan suara yang cukup bising.
"Risaaaaaaaaaaaaaaaa" mama meneriakiku sambil memegang dadanya, seperti orang terkena serangan jantung *amitamittttt
"kamu tuh bisa gak sih gak bikin orang kesel mulu, mama lagi masak, kalo tadi ini peralatan udah keisi minyak panas, gimana?" mama mengomeliku
"iyaiya ma maaf, lagian sih serius banget, diem banget kek lagi ngikut lomba masterchef aja"
"iya iyalah kalo mama tinggalin ngobrol yang ada malah gosong ntar masakannya"
diomelin lagi -_-
"mama masak apasih, aku mau bantu ma, ada yang bisa aku kerjain gak?" tawarku ke mama
"nih kamu aduk ini dulu, ntar mama masukin bumbunya" lalu aku mengambil alih tempat mama tadi
Setelah berkutat cukup lama di dapur, akhirnya makan malam sudah siap dimeja makan.
Oh iya, kakakku juga sudah pulang hanya saja dia langsung naik ke atas habis menegur kami tadi dan tinggal papaku saja yang belum pulang.
"Dek, papa dimana? Belum pulang?" kakakku bertanya padaku sambil menuruni tangga untuk bergabung bersama kami di ruang keluarga
"belum kak, tadi udah di telfon sih, kata papa lagi di jalan sama pak Adi"
Kakakku yang mengerti hanya mangut-mangut saja.
Sambil menunggu papa, kami berkumpul di ruang keluarga saling mengobrol satu sama lain.
Oh iya, pak Adi itu sama kaya mba Nina, dia udah kerja disini lama banget, udah nyupirin papa dari kak Juan kecil, dan juga udah nikah punya anak 1.
"Gimana dek, hari kedua? kek kemarin gak? kan kmu suntuk mulu kemarin" tanya kakakku sambil ngemil keripik yang aku beli
"asik sih kak, udah dapet temen juga kok, namanya Tania Wijaya, baik banget, dia yang ngajak aku ngobrol duluan kak, mana satu kelompok lagi"
"bagus dong kalo gitu, berarti disekolah kamu udah ada yang bisa di ajak ngobrol" sambung mamaku
"iya ma"
"cantik gak dek? boleh dong kenalin ke kakak, siapa tau kan jodoh" aku memicingkan mataku melihat ke arah kakak yang sudah cengengesan dari tadi
Dan tak lama papaku pulang, papa masuk ditemani pak Adi yang membawa tas kerja dan jas papa untuk di letakkan di ruang kerja papa
" Pak Adi, ayo makan bareng dulu sebelum pulang kerumah" tawar mama ke pak Adi
" gak usah bu, saya bisa makan dirumah saja, lagian anak dan istri saya pasti sudah menunggu di rumah untuk makan malam bersama saya"
" baiklah kalau begitu kamu bawa ya sayurnya, tadi emang masak yang lebih buat kita semua makan, tapi karena pak Adi mau pulang langsung yaudah gapapa"
"mba, tolong ambilin kotak makan di dapur ya" pinta mama kepada mba Nina
"baik bu" mba Nina langsung kedapur mengambil kotak makannya
" ini pak, dimakan sama istri dan anak bapak ya, maaf cuma bisa masak ini aja" sambut mama sambil memberikan kotak makan yang sudab diambil oleh mba Nina tadi
"gapapa bu, ini sudah lebih dari cukup, kalau begitu saya permisi bu, selamat malam" pamit pak Adi kepada keluargaku sambil membungkukan badannya sedikit
"selamat malam pak Adi" ucapku berbarengan dengan kak Juan yang sambil merangkulku
"selamat malam juga pak" ucap mama dan juga papa
Setelah keluar pak Adi segera menaiki motornya untuk menuju kerumah, pak Adi lebih sering menaiki motornya sendiri daripada membawa pulang mobil papa, alasannya "nanti kenapa-napa pak, saya tidak bisa menggantinya", padahal papa udah bilang gapapa, karena biasanya jalanan kearah rumah pak adi itu sudah sepi kalau malam hari.
Setelah pak adi meninggalkan rumah, kami semua makan malam bersama dan tidak lupa juga ngajak mba Nina dong, iya mba Nina selalu makan malam bareng kita, karena mama gak tega kalo mba Nina makan sendirian di dapur, walaupun di dapur udah di sediain meja makan khusus asisten rumah tangga
"pa tadi aku udah ada temen di sekolah, namanya Tania Wijaya" ucapku sambil mengunyah makananku
"bagus dong kalo gitu, lebih bagus lagi kalo makan tuh ditelen dulu abisin jangan sambil ngobrol" lagi dan lagi aku ditegur papaku hiksss hikss hiksss
"iya pa, maaf" aku menghabiskan makanan yang ada dimulutku dengan cepat sambil melihat kakakku yang menahan tawanya karena melihat aku yang ditegur oleh papa
Setelah makan malam usai kami semua kumpul diruang keluarga lagi, itu adalah kebiasaan keluargaku setiap habis makan berkumpul di ruang keluarga, bukan hanya untuk sekedar duduk duduk saja, tetapi lebih ingin menghangatkan suasana dalam keluarga, karena aku yang sibuk sekolah, dan kakakku yang sibuk dengan kegiatan kuliahnya, begitupun dengan papa yang sibuk dengan kerjaannya, sehingga kami tidak memiliki banyak waktu untuk berkumpul, walau hanya sekedar bersenda gurau saja.
Menit demi menit berlalu, akhirnya kami memutuskan untuk kembali beristirahat untuk menyambut kegiatan besok. Setelah berpamitan akhirnya aku masuk kekamar ku yang sangat aku rindukan, apalagi kasur empuk 2 tingkat yang tertutupi denga sprei berwana biru langit kesukaanku, menarik badanku seperti magnet agar langsung menempel ke kasur.
"aahhhhh, akhirnya besok hari terakhir, gak terasa juga sih, cepet banget, lusa udah sekolah kek biasa aja" aku merebahkan diriku kekasur smabil menelentangkan kedua tanganku, seolah olah aku sudah terbebas dari kerjaan yang sangat berat dan diberi libur 1 minggu
Tak terasa mataku makin lama makin tinggal sedikit wattnya walaupun tadi sudah diisi dengan makanan, tetapi malah justru membuatku makin mengantuk dan akhirnya akupun tertidur dengan pulas.
*haloooo semuanyaaa aku kembali hehehehe, maaf yang gak bisa update sesuai jadwal karena memang yang kerjaan dan waktu kuliahku di kerjaan bersama, jadi aku cuma punya waktu yang gak banyak buat nulis
terima kasih untuk semua yang udah mendukungku, dukungan kalian sangat aku harapkan di karyaku ini
to be continue*