Love Me More!

Love Me More!
Venesia



Keesokan harinya kami sudah ada di bandara, tidak lain dan tidak bukan untuk berbulan madu, tujuannya adalah Venesia, italia salah satu kota romantis, dan berkali-kali dinobatkan sebagai kota terindah di dunia, Kota venesia ini mempunyai jalur kanal-kanal air untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan dibantu transportasi gondola.


Aku juga ingin melihat karnaval topeng tahun ini. Aku selalu ingin pergi kesana, namun baru terkabul sekarang bersama orang yang kucintai.


Setelah proses check-in selesai, kami menuju ke gerbang pesawat. Saat duduk di kursi pesawat, Aku melihat keluar jendela dan terpesona oleh pemandangan indah Italia yang berlalu di bawahnya. Sepanjang perjalanan Aqua tak melepaskan genggamannya.


"Aquakun, aku sangat sangat senang.." Bisikku saat bersandar padanya.


Ia mengecup kepalaku."Aku sudah berjanji tidak akan mengecewakanmu lagi."


Waktu berlalu dengan cepat dan pesawat akhirnya mendarat di Bandara Marco Polo di Venesia,


Disini kami berjalan beriringan di jalan-jalan kota Venesia yang indah, menikmati keindahan arsitektur kuno, kanal-kanal yang mempesona, dan suasana romantis yang terasa di udara.


Mataku tak lepas mengangumi keindahan ini. "Aquakun, kamu tahu aku selalu bermimpi ingin pergi kesini, berjalan dengan orang yang kucintai, dan lihat! setiap sudut kota ini memiliki pesona yang tak terlupakan!" Kataku antusias.


Aqua hanya tersenyum lebar dan merangkul bahuku." Tapi bagiku kamu adalah yang terindah."


Aku hanya mengulum senyum malu."Kamu gombal terus deh."


"Biarin.." sahutnya pendek.


Dan kami tertawa bersama.


Kami menghabiskan hari di Venesia dengan menjelajahi setiap sudut kota ini,naik gondola dan menikmati perjalanan yang romantis di kanal-kanal Venesia lalu mengunjungi Piazza San Marco, Basilika San Marco, dan Rialto Bridge. juga menikmati hidangan khas Venesia, seperti pasta dan tiramisu di restoran-restoran lokal.


Dan puncaknya malam ini aku sangat antusias untuk menghadiri festival topeng tersebut dan merasakan suasana magis yang ditawarkan oleh tradisi kuno ini.


Kota ini dihiasi dengan dekorasi yang megah dan penuh warna. Orang-orang yang mengenakan berbagai macam topeng, sedangkan aku memilih yang lebih berwarna-warni dan ceria.


"Aquakun, lihat! Apa ini cocok untukku?" aku mencoba memakai topeng yang berjejer di stan stan.


Aqua mengusap dagunya seperti mempertimbangkan."Sepertinya tidak."


Mendengar itu aku langsung cemberut." Begitu ya.."


Dan suamiku malah tertawa, eh mengatakan suami rasanya geli.Hahahaha,


"Bercanda sayang," sahutnya.


Aku hanya menonjok pelan lengannya."Kamu ini.." aku lantas memilihkan topeng untuknya. Dengan desain yang elegan dan misterius, "Aquakun pakai ini!" Suruhku. Namun dia hanya pasrah dan menuruti kemaunku.


Kami juga bergabung dengan penari-penari dan mulai menari bersama, terhanyut dalam irama musik yang mengalun.


Setelah menikmati festival ini kami akhirnya kembali ke hotel, aku merasakan detak jantung yang berdegup kencang, merasakan kegugupan dan kebahagiaan yang tak terkendali.


Malam ini kami merasakan kehadiran satu sama lain dengan intensitas yang tak tergambarkan,memperkuat ikatan dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.


Langit Venesia begitu indah, seindah seseorang yang mendekapku dengan erat,


Sinar matahari pagi menerobos jendela, memantulkan sinarnya yang menyilaukan mata. Dengan segera memotong adegan-adegan yang terjalin dalam mimpi. Aku melenguh sembari meregangkan otot-otot ku, tetapi gerakan ku tak bebas. Dekapan tangan kekar ini menahanku, melingkari tubuhku.


Kuangkat sebelah tanganku lalu mengelus sebelah pipinya dengan lembut, aku bertanya-tanya kenapa kamu bisa setampan ini?


Lalu aku terkekeh pelan.


"Terima kasih.."bisikku pelan.


Hanya dengan melihatmu, dicintai oleh mu, bersamamu aku rasa itu adalah sumber kebahagiaan ku.


Aku mencondongkan kepalaku berusaha memberikan kecupan ringan di pagi hari.


Namun sebelum aku melakukannya dia sudah terlebih dahulu mengecup bibirku.


Mataku membulat" eh?! Kamu sudah bangun??"


Matanya masih terpejam ia tak menjawab pertanyaanku, iya menarikku semakin merapat dalam pelukannya.


"Apa ini??"tanyaku sambil terkekeh.


Aku berharap bisa selamanya seperti ini.


...----------------...


TIME SKIP


Dua tahun berlalu.


Seorang gadis kecil dengan tatapan penuh semangat mencoba berjalan dengan tertatih tatih dan langkahnya yang masih goyah,


"Mama... Papa..." Ucapnya terbata bata.


Disisi lain orang tuanya tersenyum dengan bangga.


"Sayang lihat! Akarichan semangat sekali belajar berjalan," Ujar Akane dengan bangga.


Mata Aqua berbinar melihat putrinya, Akari adalah anak yang cantik dan lucu, Mereka menemukan kebahagiaan yang tak terlukiskan ketika Akari lahir,


"Ayo sayang, putriku, malaikatku, matahariku, kamu pasti bisa." kata Aqua. Ia menyaksikan dputri kecil mereka berusaha berjalan di sepanjang ruangan dengan tertatih-tatih.


Akari telah tumbuh dengan pesat dalam 2 tahun terakhir. Kemampuan bahasa nya berkembang dengan baik, meskipun masih terbatas pada satu atau dua kata. Namun, setiap kali ia memanggil orang tuanya dengan kata-kata sederhana tersebut, hati mereka penuh dengan cinta dan kebahagiaan.


Diakhir mereka bertiga saling berpelukan. Dan meskipun belum diketahui apa yang akan terjadi di masa depan, namun satu hal yang pasti, Akari telah membawa kebahagiaan yang tak tergantikan dalam hidup mereka.


End


.


.