Love Me More!

Love Me More!
Dua arah



"Akanechan.." Panggil seseorang ketika aku sedang bercengkrama dengan Aktris lainnya.


"Meltkun?"


Melt narushima salah satu rekanku didunia akting, kami pernah main drama bareng sekitar 8 bulan yang lalu, dari situ hubungan kami menjadi akrab, namun sekitar beberapa bulan ini jarang berkomunikasi lagi karena sibuk dengan pekerjaan masing masing.


"Ohisashiburi Akane.." katanya. Ia menghampiriku dan tak lupa menyapa yang lainnya juga.


Senyumku merekah melihatnya, ia tampak gagah dengan setelan jas itu."Apa kabar Akanechan? Kau semakin cantik saja yah.." sahutnya memujiku.


"Eh tidak kok, Meltkun apa kabar juga?" jawabku malu malu.


"Aku sangat sangat baik, film-filmku juga berjalan lancar.."serunya.


"Wah yokatta.."Aku memberikan senyuman tulus padanya, senang mendengar proyek temanmu sendiri sukses.


"Aku ambilkan minum ya Akane.."Ucapnya tiba tiba dan langsung melangkah pergi ke meja lain, padahal aku akan berkata tidak usah.


Dua menit kemudian ia sudah kembali lagi dengan membawa segelas minuman, namun tak di sangka ia tiba tiba melingkarkan tangannya di pinggangku.


"Ternyata kita masih cocok jadi couple yah.." Bisiknya ditelinga ku, hembusan nafasnya membuatku merinding.Aku ingin menghindar namun pegangannya cukup kuat, ia malah mempererat pegangannya.


"Kurasa kita harus satu projek lagi." Jawabku sambil terkekeh pelan berusaha menghilangkan kecanggunganku.


Sebelah tangannya lalu menyuguhkan minuman yang dibawanya padaku."Ini untuk wanita tercantik di dunia."


Aku hanya tertawa kecil,"Kau masih sama saja ya, tukang gombal." ucapku seraya mulai melepaskan tangannya dari pinggangku."Kau harusnya hanya memuji pacarmu."


Wajah Meltkun berubah menjadi sedih."Aku sudah putus dengan Yukichan."


"Eh kenapa? Aku pikir kalian masih baik baik saja ." Aku terkejut mendengarnya, walaupun mereka pacaran tetapi tidak go publik soalnya untuk menghindari skandal yang tidak tidak, jadi hanya orang terdekatnya yang tahu hubungan mereka.


"Itu sudah dua bulan lalu, sudahlah jangan dibahas."iapun mulai mengalihkan pembicaraan."Kapan kapan kita jalan bareng yuk!"Ajaknya dengan riang.


Aku tersentak sejenak mendengar ajakannya, namun buru buru aku jawab supaya ia tak menunggu."Akan kupikirkan lagi, aku harus melihat scheduleku dulu."


Melt tampak kecewa namun ia tak menyerah."Ayolah Akanechan, sudah lama kita tidak bertemu, sesekali kamu harus menikmati hidupmu jangan terus terpaku pada pekerjaan." Ucapnya. Ia memegang kedua bahuku menatapku dengan melas." Yah, aku mohon.."


Karena tak enak untuk menolak, dan setelah kupikir pikir aku memang hanya sibuk dengan pekerjaan aku akhirnya mengiyakan." Oke yaudah." Sahutku pendek.


Orang yang ada di depanku tampak gembira mendengarnya tanpa menyembunyikan, aku lalu melihat kearah belakang dan mataku terbelalak saat melihat Aqua sedang bersama dengan gadis berambut merah sewaktu SMA dulu. Aku mengerjapkan mata beberapa kali takutnya salah lihat, tapi itu memang benar ia bersama orang itu lagi.


Aku langsung membalikan badan lagi tak ingin melihatnya." Tidak kok." Ucapku datar.Tanpa pikir panjang aku merangkul lengan Melt."Kita kesana yuk, disini agak panas." Ajakku yang langsung menyeretnya pergi, ia tak menanyakan apapun malah balas menggenggam tanganku.


Saat itu ada sedikit amarah padaku, kenapa saat kita bertemu lagi, kamu memperlakukan ku seolah kamu punya perasaan padaku, namun dibelakangku kamu tetap bersama orang itu, tindakanku benar untuk tidak luluh lagi terhadapmu, bisa bisanya kamu menyentuhku begitu saja, Aqua kenapa kamu terus mempermainkanku? Aku benar benar membencimu! Kenapa orang orang dari masa laluku harus datang di kehidupanku yang sekarang? Aku tidak bisa tenang, kemana lagi aku harus pergi?


...----------------...


"Aqua, kamu Aquakan?" Tanya Kana dengan ragu.


"Kana arima?" Akupun menanyakan hal yang sama,


Saat aku sedang memperhatikan Akane, seseorang menepuk pundakku, tak disangka Kana juga sudah terjun ke industri ini, sudah lama sekali aku tidak melihatnya.


"Sudah kuduga kamu Aqua, dengan rambut yang mencolok itu, sudah berapa tahun yah kita tidak bertemu.."iapun menghitung dengan jemarinya." Wah 7 tahun ternyata, Kamu sudah banyak berubah yah." Ucapnya tak berhenti.


Aku menanggapinya dengan tersenyum tipis."Apa kabar Kana?" tanyaku lembut.


Gadis itu menyunggingkan sebelah bibirnya."Kau tak lihat aku baik baik saja begini? Kau tahu bahkan tanpamu di club drama aku masih bisa berakting,"ia berhenti sejenak menelisik wajahku." Sekarang kau terlihat lebih segar tak semurung dulu, eh kenapa kamu tiba tiba pindah sekolah waktu itu?"


Aku hanya terkekeh pelan, Kana sama sekali tak berubah ia masih banyak bicara alias cerewet, ia menyilangkan kedua tangannya menatapku meremehkan.


"Ceritanya panjang, aku tidak bisa menjelaskannya." Jawabku.


"Aku pikir kamu tidak tertarik lagi dengan industri ini, saat dulu aku memohon mohon padamu untuk berakting, selalu saja nenolaknya." Tatapannya mulai melunak." Namun mengetahui kamu ternyata menjadi sutradara yang dibicarakan banyak orang, aku mulai mengerti saat itu,"


"Kamu sendiri saat ini bagaimana?" Aku sama sekali tidak pernah mendengar tentang dirinya.


Ia malah cengengesan." Saat ini sih, belum jadi bintang besar, tapi aku tidak akan menyerah, mungkin aku belum dikenal banyak orang, namun aku percaya suatu saat nanti Arima Kana akan diingat semua orang."


"Aku suka kepercayaan dirimu yang seperti ini, tekadmu yang kuat Kana." Kataku tulus padanya.


Ia malah menggaruk garuk kepalanya dan terlihat salah tingkah." Arigatou.." Ucapnya sembari mengulum senyum.


Aku mengusap usap dagu sejenak." Gimana kalau nanti kamu bekerja sama denganku, 2 bulan lagi ada projek film terbaru." tawarku padanya.


Matanya langsung membulat mendengar itu."Benarkah?? Aku langsung terima saat ini juga." Sahutnya dengan riang.


Aku memutar badan untuk melihat Akane lagi, namun gadis itu sudah tidak ada ditempatnya yang tadi, kemana ia pergi? Aku merasa resah.