Love Me More!

Love Me More!
Diary



Ketekukan pintu membangunkanku dari tidur, seharian ini aku terbaring di ranjang karena demam menyerangku, mungkin sebab banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini fisik dan hatiku serasa sakit walaupun sebenarnya aku tak berhak untuk sakit karena dirikulah yang sudah menyakiti seseorang.


Tak lama Ruby masuk ke dalam kamarku."Gimana keadaan oniichan sekarang?" tanyanya selagi berjalan kearahku.


"Baik" Jawabku dengan suara yang lemah.


Ruby lalu menyodorkan sebuah buku padaku."Ini, aku pikir ini berharga untukmu."


Aku mengernyit heran."Apa? Buku siapa ini?"


Wajah ruby berubah murung."Akanechan sekarang sudah pergi."ia lalu duduk disebelahku."Dia akan menjalani hidup barunya di Tokyo, hanya ini yang bisa kupungut dirumahnya."


"Apa maksudmu? Kamu bercanda kan? kenapa ia pergi?" Tanyaku tak percaya.


Jantungku langsung berdegup kencang, masih mencerna ucapan Ruby kenapa tiba-tiba seperti ini? tak ada kabar apapun dan sekarang Akane langsung pergi, yang artinya hubungan kami benar benar berakhir? kenapa rasanya sakit sekali, padahal selama ini aku yang menginginkannya, namun saat Akane menjauh dan menginginkan perpisahan sekarang aku yang tak rela.


Tiba-tiba rahangku terasa tercekat dan setetes air mata jatuh dipipiku.


Ruby menatapku dengan lembut."Akanechan sudah memaafkanmu kok, aku mengerti perasaanmu sekarang namun aku juga tak berhak melarang Akanechan pergi."


"Kenapa baru memberitahuku sekarang?" Tanyaku dengan ketus.


Ruby mengembungkan pipinya kesal."Semuanya terjadi secara tiba-tiba, aku juga baru tahu."


"Aku tidak akan bertemu dengannya lagi ya" Gumamku pada diri sendiri seraya mengusap buku itu.


"Jangan menyerah niichan, Sekarang giliran kamu yang harus mengerjarnya." Kata Ruby bersemangat.


Aku mengangguk angguk."Aku sangat ingin menebus rasa bersalahku, aku yakin ia masih punya perasaan untukku." kataku menggebu gebu.


"YA YA Seperti itu aku suka niichan yang bersemangat."


Setelah kami saling menyemangati untuk sesaat pada akhirnya ruby pergi dan aku berakhir sendiri dan sekarang ditanganku terdapat buku milik Akane, ada gembok kecilnya sih namun tak ada kuncinya sebenarnya di geprek dikit aja langsung terbuka sih, tapi aku merasa tak enak harus membongkar paksa barang milik orang lain, namun sang pemilik sudah membuangnya jadi sekarang aku anggap itu milikku.


Jadi maaf Akane aku akan mengintip isi hatimu.


GREK


.


.


Aku mulai membaca apa yang Akane curahkan dibuku ini.


MARET 20XX


Yatta akhirnya aku masuk SMA, aku berharap perjalan remajaku diSMA mempunyai kisah indah, selayaknya dalam film-film bertemu dengan cintaku dan fokus pada keahlianku,


.


.


Tidak mungkin Tidak mungkin Tidak mungkin, aku bertemu lagi dengan orang yang aku kagumi di Masa lalu, orang yang sudah aku tunggu tunggu selama ini. Pahlawanku. Ya pahlawan dalam hidupku, sepertinya masa smaku akan sangat indah.


.


.


Kami berbeda kelas ternyata, seandainya kami satu kelas pasti aku akan menemuinya setiap hari. Hei Marine aku menyukaimu. kamu pasti tak mengingatku kan? aku orang yang kamu selamatkan waktu kecil di Danau Aishi ketika Aku tenggelam, sampai sekarang aku masih mengingat dirimu, kagum dan berakhir menjadi jatuh cinta, saat melihatmu hatiku berdegup kencang.


.


.


Semakin aku melihat dirimu ternyata kamu sama sekali tak banyak berubah Marine, prilaku mu yang baik dan penampilanmu tak jauh berbeda ketika saat anak-anak, aku ingin berbicara denganmu, huhuuhu aku hanya mengangumimu dari jauh.


.


.


Wah hari ini senang banget... aku berbicara dengan Marine, tak sengaja aku berjalan dibelakangnya dan ia menjatuhkan ganci jadi aku memberanikan diri memanggilnya,, wah bahkan marine mengambilkan kelopak bunga sakura yang jatuh dirambutku..kyaaaaaaaa aku rasa aku akan pingsan, dia baik banget, matanya bersinar dan hangat. Daisuki marine. Tapi sepertinya dia sama sekali tidak mengingatku,,hmm sedih.