Love Me More!

Love Me More!
Restu



Sekarang rasanya aku bisa menghirup udara dengan lega, tak ada perasaan yang menekan dada lagi, setelah resmi berpacaran dengan Akane, kami akhirnya mempunyai waktu untuk membicarakan kesalahpahaman diantara kita selama ini.


Malam ini aku sengaja menyewa cafe private sengaja hanya untuk aku dan dirinya, dihiasi dengan ornamen romantis aku ingin menciptakan suasana yang intim dan penuh cinta untuknya, Kafe ini dipenuhi dengan bunga-bunga segar, lilin-lilin yang menyala lembut, dan hiasan-hiasan romantis yang menghiasi setiap sudut ruangan.


"Aquakun, apa ini? Kau yang melakukannnya?" Ucapnya terharu.


Aku hanya tersenyum dan memandangnya penuh cinta, melihat ekspresi bahagia dari gadis itu sepertinya aku siap mati malam ini juga. kami duduk di meja yang dihiasi dengan kain putih dan bunga-bunga kecil lalu disajikan dengan makanan lezat dan minuman yang dipilih dengan cermat.


Aku akhirnya membuka pembicaraan."Akachan, aku merasa belum cukup untuk terus meminta maaf padamu, aku sangat menyayangi Niisan yang telah pergi, dan itu semua membuatku terlalu sensitif." Aku menatap gadis itu dengan sungguh sungguh."Aku bodoh karena menyalahkanmu atas semua kekacauan dalam hidupku, atas kematian Niisan, atas perjodohan ini. Maaf." Ucapku dengan penuh penyesalan.


Akane menggenggam tanganku dengan lembut, seolah memberikan dukungan dan pengertian.


"Aquakun, aku tahu, Ruby pernah memberitahuku saat itu, semua manusia pernah membuat kesalahan dan yang penting kita bisa belajar darinya kesalahan itu."ucap Akane dengan suara lembut."Aku tahu bahwa kamu sangat menyayangi Niisan sama seperti aku menyayangi ayahku dan perasaan itu mempengaruhi persepsi dan tindakanmu terhadapku, aku mengerti Aquakun."


Akhirnya Akane mengerti tindakanku dengan hati terbuka,aku merasa lega karena tidak ingin terjebak dalam kesalahpahaman ini.


"Terima kasih Akachan, Ruby juga membawakan Buku diarymu yang telah kamu buang."


Mendengar itu Akane tampak terkejut." Buku? Eh, kamu membacanya?"


Aku hanya mengangguk,


Ia menutupi wajahnya yang tersipu malu,"Kamu melanggar privasi Aquakun."


"Setelah membaca itu aku memahamimu lebih dalam, tapi aku sadar bahwa aku harus menghormati privasimu, Maaf." ungkapku dengan suara yang penuh penyesalan."Dan dari situ juga aku baru tahu bahwa kamu adalah anak kecil yang aku selamatkan dulu di danau Aishi."


Mata Akane mulai berkaca-kaca."Aku selalu ingin berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkanku waktu itu, tapi sepertinya sekarang aku baru sempat mengatakannya."


Aku mengusap pipi gadis itu."Jangan menangis lagi, waktu itu Niisan membawaku kesana, kami bermain petak umpet saat itu aku tidak sengaja melihat seseorang tenggelam, mungkin memang kita ditakdirkan untuk bersama."


Akane menggenggam tanganku dengan lembut, satu demi satu kebenaran mulai terbongkar, aku hanya ingin semuanya tuntas dan kami saling jujur, agar hubungan kami bisa berkembang dengan baik.


"Satu lagi, tentang Kana, saat itu aku hanya berpura-pura ciuman dengannya untuk membuatmu cemburu, kami tak berpacaran, Maaf."


Gadis itu tersenyum kecil."Aku tahu, aku juga menyadarinya."


Dalam momen itu, kami memahami pentingnya kesalahan dan pembelajaran dalam sebuah hubungan.Saat malam semakin larut, aku bangkit dari kursi dan mengulurkan tangan ke Akane.


"Mau berdansa?"


Akane tersenyum dan meraih tanganku,menari mengikuti alunan musik yang lembut, untuk sementara kami merasa dunia hanya milik berdua, dan yang lainnya ngontrak.


"Aishiteru, Akane," bisikku di telinga Akane sambil berdansa.


Akane tersenyum dengan bahagia. "Aishiteru mo."


...----------------...


Beberapa bulan telah berlalu sejak hubungan kami menjadi lebih kuat.Meskipun sibuk sebagai aktris dan sutradara, kami tetap saling mendukung dan meluangkan waktu untuk satu sama lain.


Sekarang kami rasa tiba saatnya untuk memperkenalkan hubungan kami yang telah terjalin kembali kepada orang tua,


Namun Ibu Akane terkejut dan terguncang oleh berita bahwa kami telah menjalin hubungan kembali, aku tahu ini tak akan mudah, betapa ia mungkin masih membenciku. Soharasan masih belum bisa memaafkanku atas apa yang terjadi pada putrinya di masa lalu dan kepercayaan terhadapku sudah terkoyak.


Tidak menyerah kami terus membujuknya untuk memberikan kesempatan kedua kepadaku, kami tahu bahwa untuk membangun hubungan yang kuat, kami juga harus mengatasi masalah ini.


Dengan penuh rasa hormat, kami berbicara dari hati ke hati.


"Saya belum bisa memaafkan Aqua," ujar ibu Akane dengan penuh kekesalan.


Kemudian Akane dengan lembut mengambil tangan ibunya."Mama, aku mengerti perasaanmu, namun sekarang Aquakun telah berubah, ia sudah menyadari kesalahannya, dan kami ingin membangun masa depan yang lebih baik bersama," ucap Akane dengan lembut.


"Saya sangat menyesali apa yang telah terjadi dan sekarang saya berjanji akan melindungi dan mencintai Akane dengan segenap hati. Saya ingin memperbaiki hubungan ini dan membuktikan bahwa saya telah berubah." tambahku tegas.


Ibu Akane terdiam sejenak, seolah merenungkan ucapan kami.


"Sebenarnya saya masih merasa ragu, namun melihat kalian berusaha memperbaiki hubungan ini. saya akan memberikan kesempatan kedua," ujar Soharasan dengan ragu


Kamj merasa terharu dan bersyukur mendengar keputusan ibu Akane dan berjanji untuk tidak mengkhianati kepercayaan yang telah ia berikan serta akan bekerja keras untuk memperbaiki hubungan ini.


Akane berhambur memeluk ibunya,"Mama terimakasih.."


Setelah mendapat restunya, kami akhirnya pergi ke Kanagawa, daerah yang penuh kenangan, keluargaku juga terkejut namun senang dengan keputusan kami untuk menjalin hubungan kembali. Ruby, merasa sangat senang dan dengan hangat menyambut kedatangan Akane setelah lama tidak bertemu.


Ketika Ruby melihat Akane, dia langsung berlari mendekatinya dengan senyuman lebar. Dia memeluk Akane dengan erat,"Akanechan! Aku sangat merindukanmu!" ucapnya dengan gembira.


"Rubychan, aku juga merindukanmu!"Akane tersenyum dan membalas pelukan Ruby dengan hangat.


Kami berkumpul bersama sebagai keluarga, berbagi cerita dan tawa,


"Akanechan, kami ingin minta maaf atas perbuatan Aqua di masa lalu. Dia telah menyakiti dan membuatmu menderita, dan itu adalah kesalahan kami sebagai orang tua." ucap Mama.


Mendengar itu aku tertunduk malu, mengingat aku sangat bodoh dulu.


"Kami sangat senang kamu bisa memaafkan Aqua, dan memberinya kesempatan kedua. Kami berharap bisa membangun hubungan yang baik denganmu dan juga keluarga Kurokawa." Tambah papa.


"Saya sangat menghargai permintaan maaf kalian. Saya sudah memaafkan Aquakun, saya juga ingin membangun hubungan yang baik dengan kalian, terima kasih banyak." Ucap gadis itu.


Aku yakin Mama dan Papa merasa lega atas penerimaan Akane, walaupun rasa bersalah tertoreh dihatiku lagi, karena orang orang terdekatku terkena dampaknya. Air mata haru berkumpul dalam kehangatan ini.


Aku menggenggam tangan gadis itu dengan erat, aku merasa bersyukur, mendapatkannya, dan berjanji tak akan melepaskannya lagi seumur hidupku sampai maut memisahkan, sampai dunia menghilang, sampai kehidupan sudah tidak ada lagi.


Niisan akhirnya aku bisa berjalan kembali.