
Satu bulan sudah berlalu sejak keputusan untuk menikah, dan pesta pernikahan yang besar dan meriah pun akhirnya diadakan. Keluarga dan teman-teman terdekat berkumpul untuk merayakan momen bahagia ini.
Pesta pernikahan diselenggarakan dengan penuh keceriaan dan kehangatan. Dekorasi yang indah menghiasi tempat, musik mengalun lembut, dan tawa serta kebahagiaan terdengar dari setiap sudut.
Aku tampil cantik dalam gaun pengantin, sedangkan Aqua tampak gagah dengan setelan jasnya. Acara dimulai dengan upacara pernikahan yang penuh makna. Janji suci kami ucapkan dengan penuh keyakinan dan cinta, disaksikan oleh keluarga dan teman-teman terdekat.
"Dan sekarang, saatnya bagi sang mempelai pria, untuk mengucapkan janji suci kepada sang mempelai wanita. Tolong sampaikan dengan hati yang tulus." Ucap sang pendeta.
"Akanechan, hari ini, di hadapan semua orang yang kami cintai, aku berjanji untuk selalu mencintaimu dengan segenap hatiku. Aku berjanji untuk selalu mendukungmu, melindungimu, dan berada di sampingmu dalam suka dan duka. Aku berjanji untuk menjadi pendamping sejati bagimu, selamanya." Ucap Aqua dengan emosional.
Mendengar Aqua mengucapkan janji suci, hatiku bergetar, rasanya semua ini hanya mimpi, kami berakhir di pelaminan.
"Aquakun, Aku juga berjanji untuk mencintaimu dengan segenap hatiku, untuk selalu menjaga dan mendukungmu, dan hari ini, di hadapan semua orang, aku berjanji untuk selalu bersamamu, dalam suka dan duka, selamanya." Ucapku dengan bergetar.
Aku tidak bisa menahan air mata lagi. Namun Aqua dengan lembut menyeka air mataku dan kecupan singkat adalah simbol awal dari babak baru dalam kehidupan kami sebagai suami istri.
Setelah upacara pernikahan, pesta dilanjutkan dengan makan malam yang lezat dan tari-tarian yang menghibur. Semua tamu bersuka cita dalam suasana yang penuh kehangatan dan kegembiraan.
Berita tentang pernikahan kami segera menyebar di berbagai platform media. Majalah hiburan, situs web berita, dan akun media sosial dipenuhi dengan laporan dan foto-foto pernikahan kami.
Media juga menyoroti keberhasilan karierku dan Aqua. Seolah kami menggambarkan pernikahan ini sebagai perpaduan antara dua ikon industri hiburan yang sukses. Sebagai seorang aktris terkenal dan sutradara terkenal,
"Akachan, Mama masih sulit mempercayainya. Kamu sekarang telah menjadi seorang istri. Rasanya seperti baru kemarin kamu masih kecil." Ucap mama dengan sedih.
" Mama aku juga merasakan hal yang sama. Rasanya seperti baru kemarin aku masih remaja dan bermimpi menjadi aktris."Jawabku lembut.
"Kamu tumbuh menjadi wanita yang kuat dan berbakat, Akachan. Mama bahagia melihatmu menemukan cinta sejati dan memulai babak baru dalam hidupmu. Semoga kalian berdua selalu bahagia."Isaknya, Mama mengusap air mata yang mengalir dipipinya.
Aku memeluk mama dengan erat, seperti rasanya akan berpisah dengannya, ia yang selalu mendukungku selama ini dikala susah dan senang.
Setelah itu kami berdiri di depan kue pernikahan yang indah. Kue tersebut terhias dengan cantik, dengan tinggi 5 tingkat dengan lapisan krim dan dekorasi yang elegan. Kami menggenggam pisau bersama sama.
"Mari kita saksikan saat sang mempelai memotong kue pernikahan ini dengan cinta dan kebersamaan." Sahut MC.
Lalu kami dengan hati-hati memotong sepotong kue pertama dan suasana dipenuhi dengan kegembiraan dan sorak-sorai, Aku tidak pernah sebahagia ini, Melihat Aqua disampingku tersenyum bahagia, keluargaku tertawa hangat, aku rasa ini sudah cukup untukku.
Terakhir fotografer memberikan arahan, memastikan semua orang berada dalam posisi yang tepat dan tersenyum dengan riang.
"Cheese."
Aku akan mengabadikan momen bahagia ini.