
"Terima kasih semuanya telah mendukungku, sampai akhirnya aku berada dititik ini."
Tepuk tangan meriah mengakhiri pidato dari Akane sebagai New Best Actress, Aku bangga ia telah mencapi titik sukses dalam hidupnya, aku telah membuatnya menderita selama ini, jadi melihatnya bahagia senyuman yang tertoreh dibibirnya rasanya itu sudah cukup untukku.
Selang beberapa kategori aku juga akhirnya naik panggung karena memenangkan Best Director tahun ini, karya film pendekku masuk nominasi, berjudul Cherry on you, sebenarnya film itu aku buat untuk mencurahkan perasaanku, Di film itu aku banyak mencongkel pengalamanku, dan kubuat khusus untuk Akane, dimana mengungkapkan betapa sekarang aku mencintainya.
Gadis rapuh yang memendam rasa agar bertemu pahlawannya, dan berakhir happy ending, kisah manis yang kuharap akan menjadi kenyataan untukku dan juga untuknya.
"Untuk seseorang yang kutunggu, terima kasih telah hidup bahagia kembali, Arigatou gozaimasu.." Aku membungkuk untuk mengakhiri pidato kemenangan ini.
Aku tak percaya film itu akan begitu populer, aku bertanya tanya apa Akane menonton film buatanku? Apa ia sadar itu tentang dirinya?
Namun jika ia bersama orang lain sekarang, apa aku berhak untuk menjadi masa depannya lagi? Aku tidak ingin menyerah, sungguh.
...----------------...
Hari hari terus berlalu, seperti biasa aku membuat bento untuk Akane, namun karena aku bangun kesiangan, aku memutuskan untuk mengantarkan sore hari nanti, sebelumnya juga aku harus mengerjakan beberapa naskah yang harus diperiksa.
Setelah semuanya siap aku pergi ke apartemennya, namun belum sempat aku masuk, aku melihat ia dijemput oleh seseorang, sepengatahuanku selama ini aku belum pernah melihat mobil itu, karena penasaran aku memutuskan untuk membuntutinya.
Selang lima belas menit berlalu mereka akhirnya berhenti disebuah taman, taman ini tidak terlalu banyak orang yang berlalu-lalang, jadi ia bisa menampakkan wajahnya tanpa takut dikenali, dan ya dugaan ku benar, orang yang menjemput Akane adalah orang yang diacara kemarin.
Akane kencan bersama orang itu? Apa ini masalah buatku? Maksudmu dulu aku juga memanasinya dengan Kana, sekarang aku tahu apa yang Akane rasakan, dadaku sesak rasanya. Aku bahkan memperlihatkan padanya seolah bahwa aku berciuman dengan Kana.
"Jadi seperti ini rasanya.." Gumamku seraya mengelus dadaku.
Melihat tunanganku, tunggu apa ia masih tunanganku? Bersama orang lain dadaku terasa sakit, aku terbakar kecemburuan, aku ingin merebut kembali tempat itu, tempat dimana aku yang seharusnya berada disisinya.
Aku bersembunyi dibalik pohon besar, dimana mereka berdua duduk dikursi taman, untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Mereka berdua terlihat akrab, setelah aku telusuri mereka pernah ada projek bareng, pantas saja ia bisa mendekati Akane dengan mudah,
"Lihat apa yang aku beli...Taraa.." Ucap pemuda itu.
Akane terlihat tersenyum riang."Ice cream,, asyik, terima kasih Meltkun."Ia mencicipi ice cream itu."Meltkun tahu kesukaanku ternyata.." Ucap Akane dengn malu malu.
Tanpa basa basi Pemuda itu menggenggam tangan Akane, membuat gadis itu tersentak kaget."Aku akan melakukan apapun untukmu, bahkan aku meriset terlebih dahulu apa yang kamu sukai.." ujarnya dengan tegas.
"Sungguh? Caranya?.." Akane balik bertanya.
Cowok itu mengangguk,"Aku menghubungi Miyakosan." Ucapnya sambil cengengesan.
Karena fokus tertawa, ice cream Akane terjatuh, membuat gadis itu cemberut,
"Ini mau punyaku.." tawar cowok itu.
"Tidak usah,."
Melihat Akane badmood ia mencubit pipi gadis itu."Akanechan sangat menggemaskan, mau aku belikan lagi ice creamnya?"
"Tidak, aku sudah tidak mau lagi.." Tolaknya lagi.
"Lalu Akanechan mau apa? Diriku?" Tanyanya dengan percaya diri.
Gadis itu tidak dapat menahan tawa kembali." Apa apan itu.."
"Akanechan Aku menyukaimu." Ucap pria itu tiba tiba sambil menatap Akane dengan intens.
"Hah? Eh terima kasih .." Jawab gadis itu dengan salting, makin terlihat malu dengan pernyataan lelaki yang dihadapnnya.
"Akane, apa aku bisa menciummu?" tanya pemuda itu setengah bercanda, namun membuat Akane gelagapan.
Aku tidak tahan lagi mendengar pembicaraan mereka, darahku mendidih,telingaku panas banget rasanya,
Apa sekarang aku harus melihat Akane berciuman dengan cowok lain, hah rasanya ingin mati saja, namun kemudian aku sadar ini yang dirasakan gadis itu dulu. Aku tak sabar lagi dan ingin segera melompat kesana, mengambil Akaneku kembali, aku tidak ingin orang lain memilikinya.
Aku tak tinggal diam berusaha mengacaukan acara mereka, dengan melempar ranting ranting kecil yang ada dibawah pohon. Namun sialnya itu tak tak mengganggu sama sekali.
"Akanechan juga menyukaiku kan?" tanya pemuda itu.
"Aku memang tidak membencimu Meltkun, namun.." sebelum gadis itu menyelesaikan kalimatnya jari cowok itu berada pada bibir Akane, menghentikan ucapannya.
Dan tanpa basa-basi langsung memeluknya, gadis itu juga tak berontak, melihat adegan ini membuat diriku sudah terbakar aku tidak tahan lagi. Lalu ia mulai menatap Akane dengan intens perlahan mendekatkan wajahnya, sialnya Akane malah tutup mata, seakan menyambut perbuatan lelaki itu. Oke aku akan keluar sekarang.
Sebelum adegan itu terjadi, tubuhku langsung beraksi keluar dari sarang, dan melayangkan satu pukulan pada pria itu, yang dengan sengaja meraba raba Akane, ia mengelus paha Akane, aku yakin ia bermaksud melecehkannya. Tanpa basa basi, lekas aku ambil tangan Akane dan membawanya pergi dari sini, walaupun ia sedikit berontak.
"Aqua? Apa yang kau lakukan? Lepaskan."
.
.