
5 tahun kemudian
I love, I love, bukakkou na musubime
I love, I love, tesaguri de mitsukete
I love, your love, hodoite karamatte
Boku wa kurikaeshiteru nando mo
Nada dering telpon terus berputar ditelingaku, mataku terasa berat karena schedule yang penuh dan rasanya ingin istirahat sepanjang hari ini. Tanganku merayap berusaha mencari sumber suara itu, setelah aku menemukan ponsel dibawah bantal segera aku mengangkat telpon yang terus berbunyi dari tadi.
Dengan mata tertutup rapat dan suara serak aku berkata."Moshi moshi siapa ini?"
"JAM BERAPA SEKARANG AKANE??" teriak seseorang dari ujung telpon.
Saat itu juga mataku langsung terbuka lebar, dan mengecek waktu di ponsel, gawat sekarang sudah pukul 12 siang, aku terlambat.
"Ee Miyako san, maaf aku terlambat.." aku segera bangkit dan berusaha mengumpulkan kesadaranku.
"Hari ini kamu syuting video musik, Akane bisa bisanya kamu lupa..." suara kesal manajerku tak bisa dibohongi."Aku akan segera kesana, cepat bersiap siaplah." Lanjutnya lagi.
Aku hanya terkekeh pelan." Maaf, maaf, aku janji ini terakhir kalinya."
Namun Miyakosan langsung menutup teleponnya.
Nah memang orang ini agak tempramen namun sangat baik, aku selalu merepotkan selama ini.
Aku menguap dan meregangnya tubuhku sebentar, 5 tahun terakhir ini aku fokus pada karierku, terus berusaha training dalam akting tak memikirkan apapun selain itu dan semua itu terbayarkan karena aku banyak job dalam 2 tahun terakhir ini.
Setelah itu aku langsung bersiap untuk syuting hari ini, masih ada 1 jam lagi sih. Namun biasanya aku akan bersiap dari pagi untuk segala kelengkapan, karena sekarang statusku adalah seorang Aktris.
Aku senang dengan hidupku yang sekarang, dimana mimpiku akhirnya tercapai dan bisa membahagiakan Mama, aku juga yakin papa pasti bangga padaku. Aku juga tidak menjalin hubungan dengan lelaki manapun karena tak mau fokusku terbagi.
15 menit kemudian Miyakosan sudah datang dan langsung tancap gas membawaku ke lokasi Syuting.
Miyako lebih dari sekedar manajer untukku, ia selalu menasehati memperhatikan apapun layaknya seorang kakak yang selalu ada disampingku, aku bertemu dengannya saat masih pemula di dunia entertainment, mengajariku sedikit demi sedikit di dunia ini tanpa merendahkan ku.
"Terima kasih miyakosan.." ucapku sembari merangkulnya."Kau memang yang terbaik."
Aku mengambil Roti berselimut coklat kesukaanku dan duduk dikursi yang menghadap cermin karena sebentar lagi MUA ku akan datang.
Selama melahap itu tak lama Keikosan datang menyapaku."Belum makan setahun Akanechan?"
"Ya, hari ini berantakan tak kondusif." Keluhku pada keiko,
Ia mulai membuka berbagai koper berisi alat make up yang siap digunakan unttuku.
"Kau tahu? Hari mu akan lebih baik, aku yakin.." katanya lalu mengoleskan beberapa primer pada wajahku.
Aku hanya mengerutkan kening."Kenapa?" Tanyaku heran.
"Taishi san tidak bisa datang hari ini jadi akan digantikan seseorang.."
"Bagaimana mungkin sutradara akan digantikan tiba-tiba begitu..." sahutku keheranan.
Namun keiko malan tersenyum sumringah." Semua orang senang karena sutradara yang akan menggantikannya adalah sutradara yang sedang naik daun sekarang dan banyak orang yang ingin bekerja sama dengannnya tahu.. apalagi ia masih muda dan juga tampan." Keiko menekankan kata tampan pada kalimat terakhirnya.
Aku hanya mengangguk angguk pelan dan sebenarnya tak terlalu peduli." Ohh begitu.."
Keiko menggembungkan pipinya."Respon apaan tuh, aku pikir kamu akan excited, mana tahu kamu akan mendekati sutradara itu, karena kamu aktris berbakat dan cantik."
Aku hanya terkekeh."Aku sama sekali tak memikirkan itu." namun karena penasaran aku pun akhirnya bertanya." Memangnya siapa namanya?"
"Aquamarine, katanya anak dari mantan idol sih."
Mendengar nama itu senyumku langsung pudar, mataku terbelalak dan tubuhku mematung seketika.
Apa apaan ini? Bahkan setelah 5 tahun aku masih terikat takdir ini.