Love Me More!

Love Me More!
Gosip



Bruakkk..


Mendengar itu aku langsung berbalik lantas mundur 2 langkah, mataku terbelalak melihat seseorang yang terjatuh lantas membenarkan kembali tong sampah yang ia tabrak.Orang itu berdiri sembari menepuk nepuk celananya yang kotor lantas menengadah melihatku.


"Maaf membuatmu terkejut Akane.." Serunya seraya membetulkan kembali penampilannya.


Aku menatapnya tak percaya."Aqua???" 


Ia hanya tersenyum lebar, lalu menjejalkan kedua tangannya kedalam saku jaketnya.


"Kau mengikutiku?" tanyaku bercampur curiga.


Ia tidak langsung menjawab, seperti sedang memikirkan sesuatu." Aku hanya ingin memastikan kamu selamat sampai dirumah."


Mendengar Jawabannya aku hanya tersenyum meremehkan."Sekarang kamu mau jadi stalker ya.."


"Ya kalau stalkermu sih gapapa.." Jawabnya dengan santai.


Lagi lagi dan lagi orang ini bisa dengan mudahnya mengatakan hal-hal seperti itu, aku kesal melihat wajahnya yang tidak merasa bersalah seperti itu.


Aku mendelik kesal padanya." Pergi! Aku sama sekali tidak mau melihatmu.."


Pandangan cowok itu berkeliling menghiraukan ucapanku." Jadi kamu tinggal disini ya..?" Tanya Aqua.


Namun aku hanya menghiraukan orang itu dan bergegas berjalan kembali untuk memasuki gedung apartemenku, hari ini lelah sekali aku tidak mau berdebat dan ingin pergi tidur segera. Tapi dia sama sekali tidak menyerah dan aku tahu ia juga berjalan dibelakangku.


Aku yakin ia akan berhenti saat aku sudah memasuki apartemen.


...----------------...


Pagi sudah tiba, aku terbangun karena perutku yang keroncongan, semalam ketika sampai apart aku langsung menghempaskan diriku keranjang, tak mau memikirkan apapun lagi dan hanya ingin menjemput mimpi indah.


"Huaahh.." 


Aku menguap sambil merenggangkan otot otot ku yang kaku, parah sekali bahkan aku belum mengganti pakaian dan juga belum menghapus make up, ditambah  ada yang berdemo di dalam perutku, untungnya waktu menunjukan pukul 6 masih pagi sekali, sehingga aku lebih leluasa untuk melakukan banyak kegiatan pagi ini.


Setelah membersihkan diri, ponselku berdering mengalihkan perhatian, dimana aku sedang mengeringkan rambut.


"Moshi moshi Miyakosan??" Panggilku pada si penelpon.


"Akanechan hari ini aku akan menjemputmu.." ucap manajerku.


Aku mengerutkan kening heran." Kenapa? Miyakosan boleh libur dulu,pulihkan kondisimu, Jangan paksakan untuk bekerja..."


"Aku sudah sembuh, sungguh. Aku juga tak ingin membiarkan kamu bekerja sendirian.."


Aku meminum segelas air supaya meredakan haus yang menerpa." Aku tak sendiri kok,, banyak staf disana membantuku, kamu istirahat aja yah.."


"Tapi Akanechan..."


"Jangan, jangan ya Miyakosan, sudah yah bye bye.." Sebelum ia terus membujukku aku memutuskan untuk mematikan telponnya.


Aku memutuskan untuk membeli makanan dan juga kopi kesukaanku ditoko samping apartemen, kalaupun memesan secara online akan menghabiskan waktu, apalagi memasak. saat membuka pintu keluar, dilantai sudah ada sesuatu yang tergeletak. 


Aku heran apa ini? Di depan kamarku, aku perhatikan sejenak seperti bungkus makanan, dengan ragu aku mengambilnya, takut sesuatu yang membahayakan.


"Siapa orang yang menaruh ini?" gumamku.


Dengan berhati-hati aku mulai membuka bungkusan itu, dan benar saja didalamnya terdapat bento, masakan yang masih hangat dan bau sedapnya yang menyeruak, ini seperti bekal untuk anak anak, karena dibentuk lucu sedemikian rupa. Ini untukku kan??


Pikiranku melayang dimana Aqua membuntutiku malam tadi, apa Jangan jangan ia yang melakukan ini? Aku tidak mau menerimanya, saat aku akan menutup kembali bento ini, perutku kembali berbunyi berlawanan dengan keinginanku, mau tidak mau akhirnya aku menikmati hidangan ini.


...----------------...


Hari ini adalah hari terakhir syuting, dan setelah itu aku tidak akan melihat Aqua lagi, dan semuanya akan kembali seperti semula dimana hidupku berjalan dengan lancar dalam 5 tahun terakhir ini, semuanya akan baik baik saja aku yakin.


"Sudah selesai.." Ucap Keiko dengan gembira."Hari ini Tema make upnya peach, jadi Akanechan tampak lebih segar.."


Lamunanku buyar, dan mulai memperhatikan diriku di cermin. "Bagus..aku suka."


"Tapi bulan depan aku tidak bisa jadi MUA mu,"


"Kenapa?" tanyaku Panik.


Keikosan malah tersenyum sumringah." Aku akan ke Korea, untuk lebih mengembangkan bakatku, aku akan belajar make up korean look."


Mendengar itu aku ikut senang."Aku pikir Keikosan tidak ingin berkerja denganku lagi.."


"Siapa sih yang tidak ingin bekerja dengamu Akanechan, ini suatu anugerah buatku."Ucapnya seraya memeriksa wajahku.


Keiko memandangku dengan menggoda." Hei, aku sudah dengar gosip itu.." Sahutnya seraya mencubit pipiku."Aku sudah tahu ini akan terjadi.."


"Gosip? Maksud keikosan apa?" Tanyaku keheranan.


Ia menggulum senyum malu lalu berbisik ke telingaku."Aku mendengar salah satu staf mengatakan bahwa Sutradara sedang mendekatimu.."


Mataku langsung terbelalak mendengarnya." Apa?? Siapa yang menyebarkan gosip murahan itu? Aku tak sudi berhubungan dengan orang itu." gerutu kesal.


Keiko langsung melompat kaget." Tenanglah Akanechan, kenapa kamu langsung mengamuk seperti ini?"


"Jangan mengatakan hal yang tidak masuk akal ya.." ucapku berusaha menenangkan diri.


"Ehh kalau aku jadi kamu, aku tidak akan menolak sutradara.." ucapnya sambil terkekeh."Apa kamu sudah menyukai orang lain?" tanyanya.


Terdiam sejenak aku lantas mengatakan."Ya"


.


.