Love Is Tears

Love Is Tears
Bab 07 Love Is In The Air



Hampir di bulan kedua setelah gilang tinggal di kos ku akhirnya ia mendapatkan pekerjaan walau hanya sebagai SPB untuk salah satu brand makanan. Senang sekali akhirnya gilang mendapatkan pekerjaan. Begitu pun dengannya terlihat sangat antusias. Jadinya aku selalu antar jemput setiap gilang pergi atau pulang kerja walau awalnya gilang enggan untuk diantar jemput katanya takut ngerepotin.


"Ogaaahhh!! pokoknya gue naik angkot saja kerjanya!" umpat gilang.


"Oi mau ngangkot?? masa SPB ngangkot sih!! pokonya gue antar jemput saja titik!!" jawab ku kesal.


"Lah maksa lu mah!" timpal gilang yang tak kalah kesal.


"Dih nawar! kaya bencong terminal saja." jawab ku yang semakin kesal dan akhirnya gilang sepakat untuk aku mengantar jemputnya.


Hingga suatu malam aku menjemput gilang di tempat kerjanya di daerah Buah Batu. Malam itu aku jemput gilang menggunakan motor karena mobilku di pinjam temanku untuk acara keluarganya.


"Tumben pakai motor ngojek lu?" tanya gilang setelah melihatku di depan kantornya.


"Iya nih ngojek! tukang ojeknya cantik lagi! nih lu yang nyetir!" jawab ku kesal. Gilang hanya diam tak bergeming. Aku lalu duduk dibelakang disusul dia yang duduk didepan.


Ditengah perjalanan tiba-tiba hujan tanpa permisi langsung turun dengan sangat deras. Karena merasa sudah cukup dekat dengan kos aku menyuruh gilang untuk tetap melaju. Alhasil setibanya di kos baju kita basah kuyup.


"Basah kan kita nda. Ah! gue kenapa sih selalu ngerepotin lu nda!" umpat gilang kepadaku.


"Dih siapa juga yang direpotkan. Sekali-kali naik motor sekalian tadi hujan hujan-an seperti sahrukan sama kajol hahaha. Lagian mobilnya gue jual. Habis modal gue hahaha." jawab ku kepada gilang dengan tertawa lepas. Tetapi tidak dengannya. Gilang menatap ku tajam.


"Serius dijual? pasti habis modal karena setiap hari biayain kehidupan kita ya?" tanya gilang pelan.


"Hahaha serius amat sih! mobil gue tuh di pinjem teman, saudaranya kan nikahan. Udah ah sana lu ganti baju dulu! nanti sakit merepotkan gue lagi. Gue mau beli permen lollipop sama cemilan dulu." ucap ku kepada gilang. Saat hendak beranjak dari atas motorku tiba-tiba dia mencium keningku.


CUP!!!


"Mandi dulu yah? terus ganti baju. Biar gue yang ke warung." sahut dia sambil melengos begitu saja. Aku yang kaget dibuatnya hanya mematung. Aku juga tidak tau kenapa dia melakukan itu kepadaku. Spontan aku menunduk dan tersenyum.


Setelah itu aku mandi dengan ala-ala khas wanita pada umumnya. Ya, kalau mandi nggak lama bukan wanita namanya hihi.


Ketika acara mandiku selesai astaga! Aku lupa membawa pakaian dalam ke kamar mandi! Karena terburu-buru jadi begini. Ah! Sial! Dan seingatku, aku menyimpan beberapa pakaianku di sela-sela lemari pakaian Gilang. Hanya dengan berlilitkan handuk aku bergegas ke lemari Gilang.


Ceklek!!! Pintu kamar kost terbuka. DEGGGG!!!!


Gilang baru masuk setelah ia membeli di warung. Gilang hanya terbelalak menatapku. Eh ini..?


"AAAHHHHHHHHHH!!" Aku berteriak sekencang-kencangnya. Aku sangat shock karena ini kali pertama aku ngelihatin tubuh telanjangku walaupun dililit handuk sih. Tapi tetap saja! gilang membuatku malu!


Melihatku berteriak kencang, dia dengan cepat membalikkan tubuhnya dan keluar tanpa permisi. Huh! apa-apaan ini! huh lega dia sudah keluar. Tanpa aku duga gilang membuka kembali pintunya.


"Euuuu.. eeeu eh! hehe maaf yah sudah nyelonong masuk!" ucap gilang dengan nada bergetar. Grogi kali ya? hehe. Gilang pun langsung menutup kembali pintunya.


Mubazir ketika membuang waktu kita saat ini dengan hanya mengingat semua tragedi tanpa mampu mendapatkan sedikit pun pembelajaran.


Malam ini aku terduduk di roof tops kos yang fungsi sebenarnya adalah buat jemuran baju tetapi disulap menjadi area tongkrongan dengan adanya kursi panjang dan meja kecil. Well, dari sini aku bisa melihat jelas langit malam kota Bandung dengan hikmat.


Sedari sore aku terduduk disini dengan sekotak teh dan tentu permen lollipop kesukaanku. Aku memang selalu suka terduduk sendiri. Biasanya banyak pikiran antik yang keluar dari kepalaku tapi sayang, malam ini aku hanya mengingat masa laluku.


Tentang aku yang selalu terbuang dan di tinggalkan. Bagaimana semua keluarga besar selalu mencibirku dengan alasan aku lebih memilih usaha dan tidak melanjutkan kuliah. Terkecuali nenek dan kakek yang selalu sabar dan mendukung setiap keputusanku, walau aku tahu mereka pun sebenarnya kecewa dengan keputusanku.


Dulu sebelum usaha distro ku maju aku memang selalu di tinggalkan. Hanya beberapa teman setia yang selalu ada untukku. Begitupun dengan urusan cinta.


Di suatu waktu aku pernah di tinggalkan oleh seorang lelaki dengan alasan yang tidak jelas. Sehari kemudian, aku mendapati lelaki itu jalan dengan seorang wanita yang terlihat sangat bonafit. Sakit hati? Jelas! Tapi aku selalu memelihara setiap sakit hati. Selalu merakit setiap sakit hatiku untuk kemudian merubahnya menjadi sebuah semangat tersendiri. Semangat untuk bisa membuktikan bahwa aku bisa maju dan sukses, than one day i will buy your shity life!


Sekarang dengan usaha distro ku yang sudah maju membuatku memiliki sebuah mobil putih. Walau hanya mobil murah, honda jazz yang dimodif ceper chamber dan interior yang cantik. Dan dengan rasa syukur aku bisa membeli sebuah rumah kecil di sekitaran Cimahi.


Terlihat begitu banyak orang yang mendekat denganku entah itu untuk berteman atau lebih. Banyak juga lelaki yang mencoba merayu untuk di pacari tapi.. ah! semuanya busuk! kemarin waktu aku susah mereka pada kemana!


Ditengah asik melamun gilang datang dan langsung duduk di sebelahku. Tercium aroma wangi dan rambut basahnya. Ya! Gilang baru selesai mandi!


"Ehhh sudah pulang? uh maaf gue kelupaan jemput lu. Jam berapa sih ini?" tanya ku sedikit malu karena lupa untuk menjemput gilang dari kantornya.


"Santa saja kalii! Gue pulang naik taksi tadi. Lagian tumben lu diem disini terus beli permen banyak gitu. Galau lu ya? siapa yang bikin galau? cowo mana yang membuat manda kesayangan gue galau? sini gue pitesin kepalanya!" ucapnya kesal seraya membuka permen lollipop ku dan melahapnya.


"Yeee datang-datang sewot lu! mau aja gue disini. mau ngadem gue! mau tenang aja gitu. Lagian ngapain gue galau? cowo saja nggak punya." jawab ku kepada gilang.


"Oh nggak punya cowok nih? lah terus gue dianggap apaan!" gilang semakin kesal seraya mengunyah permennya bukan lagi di ****.


"Apaan sih! ngebet banget lu pacarin gue! gue tuh disini lagi mengingat masa lalu gue doang. Ternyata masa lalu gue itu antik hahaha." jawab ku dengan tawa lepas diakhirkan nya.


"Ciee lagi mengenang masa lalu. Sini-sini gue peluk biar lu tenang." jawab gilang dengan senyum masamnya dan meregangkan kedua tangannya kearah ku. Aku yang gemas langsung mencubit hidungnya dengan kencang.


"Aw sakit nda! bercanda kali gue." aku pun langsung menarik tubuh gilang untuk aku peluk dengan santai. Gilang juga langsung memelukku dengan tulus.


"Tahu nggak nda? gue tuh suka sekali memeluk lu."


"Dih kenapa coba?" tanya ku kepada gilang. Aku lalu menenggelamkan kepalaku ke dada nya yang bidang.


"Nyaman banget tahu!" jawab gilang dengan wajah yang tersenyum manis. Aku pun sama lang.. batinku. Memang dia ini mempunyai banyak macam bentuk wajah yang berbeda-beda. Kadang lembut, kadang sok cool, kadang gemesin dan kadang manis banget!


"Nda, kenapa sih lu sebaik ini sama gue? sedangkan gue ini bukan siapa-siapa lu."


"Haha.. sudah pernah gue jelasin kali gilang pramadistya! kalau gue ini ingin melihat orang lain punya kehidupan yang lebih baik. Nah mungkin lu hoki yang bisa mendapatkan kesempatan itu! Everyone desserve to get a better life!! cuma kebanyakan orang itu diam di tempat karena terlalu takut untuk melangkah. Yang lainnya mungkin terlalu takut juga untuk keluar dari zona nyaman di kehidupan nya. Selebihnya kebingungan untuk bagaimana memulai kehidupan yang baru. Maka, Terjebak lah mereka gitu!" Aku menjelaskan panjang lebar atas pertanyaan gilang tadi.