
Kekasih..
Dalam diam aku bersujud.
Ku uraikan semua piluku dalam keheningan bersamamu.
Selama aku mencari, selama aku menanti.
Bayang-bayang di atas senja.
Ku melayang terbang tinggi bersama mega menembus dinding waktu.
Dalam hatiku ku panggil namamu.
Semoga saja kau dengar dan merasakan.
Pov amanda rein
Aku sangat bahagia, aku pun tak sanggup menahan tangis ku.
"Are you serious lang?" tanya ku dengan pelan dan lembut.
"I love your smile since the first time i see you and... im really really serious amanda rein." jawab ku kepada gilang dan dia langsung memeluk tubuhku dengan erat. Kini tangisanku sangat pecah sejadi-jadinya. Pelukanku pun semakin erat untuk beberapa saat aku dan gilang larut dalam perasaan haru sebelum akhirnya.
PLAKK!!!! aku menamparnya. Wajahnya merah dan penuh dengan air mata juga tetapi kok ini pakai acara nampar mukanya? Ah bodo amat lah! batinku. Gilang hanya terkejut dengan tamparan ku.
"Gue sudah menunggu lama momen ini nda. Akhirnya sekarang gue nembak lu! gue sudah sayang sama lu dari sebelum gue berangkat dulu. Sampai akhirnya gue balik lagi dan ketemu lu. Gue semakin sayang sama lu amanda rein!" ucapnya sendu.
"Gue mau banget jadi pacar dan jadi masa depan lu!!" tambahnya dan ia langsung memeluk tubuhku dengan erat untuk ke-dua kali nya.
"Jadi sekarang kita pacaran nda?" tanya gilang kepadaku. Lalu aku melepaskan pelukannya.
"Iya pacaran!!! mau besok langsung nikah juga gue mah hayu!!" jawab ku bercanda yang masih diselimuti haru.
"Hahaha sabar kali nda. Kita jalanin saja dulu! kan dede bayinya juga belum jadi." jawabnya sambil tertawa lepas. Satu beban terlepas. Akhirnya..
“Makasih ya nda untuk semuanya.. makasih untuk selama ini nda. I love you...”
CUP!! gilang langsung mencium keningku, ciuman yang hangat dan penuh kasih sayang. Ciuman yang meneduhkan sebuah perasaan, perasaan yang selama ini hampir hilang dan di pertanyakan kini hadir lagi dibawa oleh gilang.
"Horeeeeee!" ucap bayu mengejutkanku dan gilang. Damn!!! sampai lupa disini masih ada bayu. Aku dan gilang pun tersipu malu. Tetapi bayu terlihat berkaca-kaca.
"Ehh bay kok nangis?" tanya ku kepada bayu.
"Ehhh.. eeee hehehe.. nggak kok. Nangis bahagia liat kalian barusan tadi. Saya pulang sekarang ya keburu malem banget! nggak usah di anterin hehe.." jawab bayu yang langsung pergi keluar. Aku dan gilang hanya saling mengangkat bahu melihat reaksi bayu barusan.
Bodo ahhh!!! yang penting sekarang gue pacaran sama gilang pramadistya wekkssss!!
Dalam setiap kebahagiaan orang lain,
Dan ada kebahagiaan orang lain
Dalam setiap kesedihan kita
Hingga hari-hari penghabisan dimana semua terasa semakin memekik kehidupan, maka bersembunyi di balik teduhnya sebuah doa diujung malam adalah sebuah cara.
Prediksi dalam kehidupan tak lebih dari sebuah khayal pada ujung kepasrahan, sedang yang selalu terjadi selalu saja melemahkan hati.
Akhirnya aku dan Gilang memiliki sebuah kepastian dalam hubungan kami berdua. Bahagia? Jelas! Senang? Pasti! Tapi ada satu ketakutan tersendiri, entah ketakutan yang seperti apa, terlalu sulit untuk dibahasakan. Traumatic indeed
Hari-hari selanjutnya berjalan seadanya, rutinitas membunuh kreatifitas.menjalankan bisnis untuk bertahan hidup, dan menjalin hubungan untuk membuat hidup menjadi lebih hidup.
Aku dan gilang selayaknya insan yang baru jadian semuanya jadi indah pada awalnya. Aku dan gilang juga masih berusaha untuk makin memajukan usaha kami berdua.
Hingga suatu hari bayu minta tolong kepadaku dan gilang, dia meminta tolong untuk diantarkan ke dokter untuk check-up karena kondisinya akhir-akhir ini kurang membaik. gilang entah kenapa tetapi ia langsung mengizinkanku untuk mengantar bayu. Padahal sebelumnya gilang selalu bersikap ketus pada bayu tetapi semenjak pacaran denganku gilang jadi tidak terlalu judes ke bayu. Aneh!
Esoknya aku drop gilang ke toko lalu kembali jalan untuk menjemput bayu. Well, sekarang aku tahu dimana ia tinggal, tepatnya disebuah kos di daerah tamansari Bandung.
"Manda, kamu sayang banget ya sama gilang." tanya bayu dan memecahkan kekakuan suasana didalam mobil.
"Hmm... sayang lah! lagian sudah lama juga bareng sama gilang kenapa memang bay?" jawab ku santai.
"Aaa.. aaku juga kan masih sayang sama kamu nda." ucap bayu pelan dengan suara serak.
"Haha apaan sih bay? yang sudah mah sudah aja lah ya. Lagian memang berani lu merebut gue dari gilang? si preman terminal dia mah hahaha.." jawab ku dengan tertawa dan tak memikirkan semua ucapan bayu barusan.
"Oke! aku akan merebut kamu dari gilang!" tangkas bayu dengan nada penuh keyakinan. Aelaaahhh!! ogah juga gue balikan sama bayu, toh mendingan gilang kemana-mana!! batinku.
Akhirnya kami sampai di suatu klinik. Aku hanya menunggu di depan mobil sambil menikmati permen kesukaanku. Selayaknya penghujung tahun, Bandung selalu diselimuti langit yang mendung walau ini masih pagi. Entah, tapi bandung terlihat lebih sering sendu dari biasanya. Dan saya sepakat bahwa Bandung bukan sekedar urusan geografis tapi melibatkan perasaan didalamnya. Tak terasa beberapa batang permen sudah habis dan akhirnya gilang juga selesai periksa kandunganya.
"Nda ke kosan aku dulu yaa. Tas aku ketinggalan tapi nanti kamu mampir dulu karena tasnya berat karena aku sama dokter nggak boleh bawa yang berat katanya. Ya berhubung ada mobilmu nda." pinta bayu dan memaksaku untuk memutar balik arah kendaraan. Malas sih! ngerepotin! tapi kasihan juga dengan kondisinya.
Sesampainya di kosan bayu aku memarkirkan mobil dan mengekor di belakang bayu. Kamar kos bayu berada di ujung lantai tiga kosan ini. Kosannya sepi tapi aku pikir mungkin karena rata-rata penghuni disini itu mahasiswa dan sekarang sedang kuliah. Well, bodo amat ah!
Sesampainya di kamar bayu, ia mempersilahkan aku untuk masuk. Baru saja aku masuk ke kamarnya tiba-tiba bayu menutup pintu kamarnya. Kemudian bayu langsung memelukku dengan erat. Sontak aku kaget dengan kelakuan bayu ini.
"Aku kangen banget sama kamu manda." ucap bayu namun tak aku jawab. Aku masih mencoba menangkap apa yang terjadi saat ini. Rasa aneh dan rasa di jebak bermunculan dari dalam otakku.
"Aku masih sayang banget sama kamu nda!" tambah bayu ditengah pelukannya yang semakin erat dan ucapannya barusan menambah rasa aneh yang lain bermunculan. Dewa marmut! WTF is going on!!!
"Aku bakalan rebut kamu dari gilang!!"
Dan.. CUP!!! bayu mencium keningku dengan lembut. Sejenak aku meresapi perlakuan bayu terhadapku, dalam diam kami bayu masih memelukku dengan erat.
Dulu tubuh itu selalu mampu membuatku sangat nyaman.
Tubuh tinggi putih, gagah itu dulu selalu menggoda perasaanku.
Tubuh tinggi putih itu yang dulu pernah berpelukan sama teman...
WHAT!!!
IYA TUBUH TUBUH ITU YANG DULU PERNAH BERPELUKAN DENGAN TEMANKU!!!