Love Is Tears

Love Is Tears
Bab 13 Menggapai Cinta



Satu masa aku menyebutmu pagi. Karena kamu hadir membawa harapan baru untuk memulai. Tak banyak kata, kau tunjukkan dunia punya banyak celah untuk bahagia. Dan di satu masa kau aku definisikan sebagai bahagia. Segala tawa akan tercipta bersamamu meski dalam sedih sekalipun.


Kembali lagi ke bayu yang berada di hadapanku dengan tangisannya dan gilang dengan emosinya yang meledak-ledak. Dan aku? bingung!


Setelah berusaha menenangkan gilang dan meyakinkannya untuk memberi waktu kepada bayu untuk menjelaskan semua dan akhirnya gilang pun mengalah. Sementara bayu masih dengan tangisannya.


"Bay, sekarang jelasin semuanya dari awal dan gue mau lu jelasin secara JUJUR!" Aku memberikan penekanan kepada bayu. Walau kemudian suasana menjadi hening untuk beberapa saat.


"Saya akan menjelaskan semuanya nda dari awal. Tapi please nda. Maafin saya." jawab bayu seraya menahan tangisannya.


"Jelasin saja dulu bay. Masalah maafin itu urusan nanti. Gue bukan tuhan yang maha pemaaf." jawab ku tegas kepada bayu.


"Iya saya akan menceritakan semuanya terserah kalian mau percaya atau enggak. Taaa.."


"Ribet banget sih lu! tinggal ngomong saja. Jangan membuat gue emosi lagi ya!" potong gilang dengan nada marahnya.


"Ii.. iya mas maaf. Jadi begini nda.."


"Dari awal kamu deketin saya mira juga sama, deketin saya nda. Dia selalu menelepon saya setiap hari dan memaksa saya untuk ketemu sama dia. Waktu itu saya nggak berani cerita ke kamu karena saya belum menjadi siapa-siapa untuk kamu dan saya juga nggak mau merusak hubungan persahabatan kalian. Sampai akhirnya kita jadian nda. Tetapi mira masih terus menghubungi saya. Sampai pada suatu malam.."


Hiks hiks.. Tangis Bayu menjadi lagi.


"Sa.. sampai pada suatu malam dia menghubungi saya dia bilang dia nyerah untuk dekatin saya. Dan mira bilang dia akan melepaskan saya nda. Tetapi dia minta satu hal. Dia memintaku untuk datang ke kosannya karena mira sedang sakit."


"Akhirnya saya datang ke kosannya dengan harapan bahwa mira nggak akan gangguin saya lagi. Tetapi itu salah, itu malah menjadi awal dari semua penderitaan ini."


Hiks.. hikk**ss


"Pada saat saya sampai kamar kosnya saya sempat bingung. Ternyata mira nggak sakit dan di dalamnya ada dua orang teman. Dan teman kamu juga nda!"


Deg!!


"Teman gue?? siapaaaa??" tanya ku spontan.


"Adaaa, mela sama clara nda. Hiks hiks.." jawab bayu yang masih menangis.


Cl**ara? mela? kedua orang itu adalah teman satu tongkrongan ku bersama mira juga. Mengingat clara dan mela memang dulu hubungan pertemanan ku dengan kedua orang itu sempat memanas. Karena clara dan mela sempat ingin membuat sebuah projek distro juga. Tetapi langsung aku tolak.


Waktu itu kondisi distro ku masih belum cukup besar dan modal aku pun belum sepenuhnya berputar dan memang aku hanya ingin fokus hanya untuk distro ku sendiri.


Kemudian mereka tidak terima dengan menolak ajakan meraka. Sehingga seketika mereka langsung emosi dan sempat terjadi perdebatan kecil sebelum dipisahkan oleh temen-teman yang lain. Hampir beberapa bulan aku dan clara juga mela tak saling menyapa walau bertemu di tempat nongkrong itu.


Walau akhirnya clara dan mela menghampiriku untuk meminta maaf dan menyepakati untuk mengakhiri semua pertikaian kami. Sejak saat itu kami berdamai dan merayakan perdamaian kami dengan nongkrong di coffee yang memiliki diskotik hinggap pagi menjelang.


"Terus mereka ngapain saja bay?" tanya ku untuk segera menyuruh bayu melanjutkan ceritanya.


Eh bentar!! Ini gilang kok sudah meluk gue dari samping dan memaksaku untuk menyandarkan kepalaku di bahunya? dari kapan???!! aaahhh kok baru sadar gue! batinku. Biarin lah daripada dia ngamuk-ngamuk menjadi preman kembali! hhfffff!


"Iya gini nda. Waktu saya sampai kos, mira langsung menutup pintu dan mengunci pintunya nda. Aku juga langsung takut dan mikir yang aneh-aneh di tambah clara dan mela yang sudah kelihatan banget mereka sedang mabuk!"


"Terus gimana lagi bay?" tanya ku.


"Terus mira bilang begini, percuma si manda mana mungkin cinta sama lu bay. Manda tuh nggak lebih dari sekedar prek. Cuma belangnya belum keliatan saja. Dan si manda itu orangnya cuma hoki saja dia tajir. Kalau dia miskin nggak akan mau gue nemenin dia hahaha."


"Serius mira bilang begitu bay?" spontan ekspresi kaget ku akan cerita dari bayu barusan.


"Sumpah nda. Saya nggak berani bohongin kamu lagi." jawab bayu pelan.


"Anjeengg perasaan si mira yang miskin deh. Punya mobil saja berkat ngikut usaha gue! brengsek!!" jawab ku penuh emosi tetapi tiba-tiba Gilang..


"Mamah.. nggak boleh emosi ya!! malu sama dede bayi dalem perut kamu." ucap gilang seraya mengelus-elus perutku. Kaget gue! yaelah apaan sih ni gilang ngomongnya hyperbola banget!! Aaarrgggghhh gemes gue jadinya sama si gilang!! sumpah!!! gemes gue ke gilang!! be**ntar-bentar! atur nafas dulu. Hhuufff!!


Ketika gilang berucap dengan bahasanya yang hyperbola tadi bayu langsung terperangah, raut wajahnya yang tadi sedih langsung berubah dengan muka kaget ala-ala sinteron gitu.


"Bay.. lanjutin saja. Hehe.." pinta ku kepada bayu dengan sedikit rasa kikuk.


"Oke saya lanjut ya. Mira semakin intens memelukku. Sampai saya berontak nda. Dan saya sudah berhasil meloloskan diri dari pelukan mira. Tetapi mira dengan cepat menarik ku kembali. Dengan cepat pula saya melepaskan tarikannya. Pada saat saya sudah di depan pintu untuk keluar saya mendengar bunyi pecahan botol. Sontak saya melihat kearah sumber suara. Saya yang kaget langsung saja berlari. Ternyata mira mencoba untuk menusuk pecahan botol itu ke perutnya. Dengan sigap saya mengambilnya nda.!"


"Ternyata itu hanya jebakan. Mira langsung mendorong tubuhku dengan keras sehingga saya hanya bisa terlentang di atas kasur. Lalu dia naik di atas badan saya nda. Dia membuka paksa bajuku. Sampai akhirnya.. bagian tubuh atas saya telanjang. Mela sama clara semakin ngetertawain. Dan dia merekamnya nda!"


Akhirnya bayu kembali menceritakan kejadian waktu itu. Intinya bahwa gilang selalu di ancam mira, clara dan juga mela. Bukan ancaman clara dan mela yang bayu takutkan untuk menyebarluaskan videonya. Tetapi ancaman mira, ternyata mira berpacaran dengan seorang saudara bayu dan dia bilang kalau sampai bayu nggak nurut sama mereka mira mengancam akan ngelakuin hal yang sama seperti apa yang bayu alami bahkan akan lebih parah katanya.


Dan waktu aku memergoki perselingkuhan mereka dan kejadian mira mengambil semua aset ku. Bayu juga yang membawa kabur mobilku ternyata semua itu adalah rencana mira. Katanya terlanjur basah mending di bawa semua yang bisa di jadiin uang ujar mira waktu itu. Dan langsung memaksa Bayu dengan mengingatkan kembali tentang saudara bayu yang berpacaran dengan mira.


Akhirnya bayu membawa kabur mobilku itu. Lalu diserahkan ke mira dan langsung menjual seluruh hasil jarahan. Mereka mengancam lagi bayu jika berani untuk menemui aku maka saudaranya akan di buat sangat menderita. Dan mereka berempat sempat kabur ke Jakarta untuk beberapa bulan.


"Maafin saya nda. Sumpah ini semua bukan mau saya nda. Please maafin saya." ucap bayu memohon kepadaku.


"Well, ini bukan sekedar soal maaf memaafkan doang bay. Tetapi apa benar semuanya sesuai cerita lu? kalau memang benar berati mereka lah yang salah dan mereka lah bakalan gue incer. Tetapi jujur, gue belum sepenuhnya percaya sama lu. Ya jujur gue sakit hati sama semua ini. Lu nggak tahu apa yang gue rasain waktu itu."


"Lu nggak tahu bagaimana susahnya hidup gue pasca kejadian itu. Lu nggak lihat bagaimana sedihnya nenek dan kakek gue ketika gue harus menjual rumah yang baru gue beli dan mindahin mereka ke rumah lama. Lu nggak tahu kan bagaimana stress nya gue sampai di kejar-kejar debt collector. Bahkan sampai hari ini gue masih di kejar-kejar hutang!"


"Ini bukan hanya sekedar maafin lu bay. Lebih dari itu dan mungkin butuh waktu yang lama untuk bisa membuat semuanya seperti dulu lagi!" jawab ku atas permintaan maaf bayu.


Ya benar, ini bukan hanya sekedar maafin atas apa yang bayu lakukan. Seandainya semua cerita bayu itu benar berati memang bayu nggak lebih jadi alat mereka. Tetapi aku belum sepenuhnya percaya karena cerita bayu terdengar terlalu klise di telingaku.


Lalu jika benar ini kelakuan mira cs apa motif mereka ngelakuin semua ini? kalau clara dan mela mungkin karena sakit hati ke aku dahulu setelah aku tolak ajakan projek mereka. Tetapi kalau mira? bukan kah kualitas hidupnya malah membaik setelah bergabung di usahaku? terus apa motifnya?


"Mamah nggak boleh baper sama bayu. Kalau mamah baper, aku nggak akan kasih jatah bulanan!!" gilang tiba-tiba nyeletuk gitu ditengah acara kami yang sedari tadi diam dengan pemikiran kita masing-masing sehingga menyadarkan semua lamunanku tadi.


Apaan banget sih ini gilang ganggu saja anaknya tuh! tau ah bingung gue sama kelakuan gilang yang macam gini!


"Dan lu bay. Kalau lu baper dan deketin amanda lagi liat saja! gue nggak akan segan-segan untuk..."


Anjirr preman jalanannya kumat lagi ini si gilang!! Tetapi itu si gilang mau ngapain????


Dewa marmut toloonggg!