
gisel melangkahkan kaki nya menyusuri lobi kantor nya menuju lift yang akan membawa nya menuju lantai teratas
"selamat pagi bu" sapa rani
gisel berhenti di depan meja rani "ikut saya" ucap gisel singkat dan berjalan mendahului rani
"bu bos kenapa lagi?" tanya rani sesaat setelah keduanya masuk kedalam ruangan gisel
hufff
"apa ada investor lain yang bisa membantu perusahaan ini selan A company?" tanya gisel
mendengar perkataan gisel, rani sudah mengerti bahwa keadaan sedang tidak baik baik saja, gisel dalam mode serius sekarang, jadi bukan lagi saat nya untuk nya bermain main
"mmm maaf bu, dari sekian banyak perusahaan yang semula bekerja sama dengan kita, hanya tinggal beberapa orang yang bertahan, tapi... mereka juga belum pasti bersedia membantu perusahaan kita" ucap rani tertunduk
hening...
"kamu boleh keluar" ucap gisel setelah lama terdiam mendengar penuturan sang asisten
helaan nafas kembali terdengar dari gisel setelah pintu ruangan kembali di tutup oleh rani, ia benar benar dilanda kebingungan sekarang, otak nya buntu, siapa yang bisa membantu nya keluar dari masalah ini
apa mungkin andre? tapi... no!
"kalau aku minta bantuan ke andre, maka jalan aku buat move on dari dia akan semakin sulit, tapi kalau bukan andre, lalu siapa?" gisel mengetukkan jari nya ke meja dan berfikir dengan keras
"apa mungkin kevin?" gisel menerbitkan senyum nya "yaa adiwijaya corp"
ia segera keluar dari ruangan nya dan mendapati rani yang tengah fokus mengerjakan berkas berkas di meja nya
"ran" tegur gisel saat kehadiran nya tidak di sadari oleh sang asisten
"i..iya buk" rani segera bangkit dari kursi nya dan menunduk hormat kearah gisel
"handle semua urusan perusahaan hingga beberapa jam kedepan, saya ada urusan"
"baik bu" jawab rani
*
gisel bergegas memacu kendaraan nya dengan kecepatan penuh menuju perusahaan kevin, sang teman sma yang merupakan sepupu dari leodra;sahabat nya
"selamat datang bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis ramah
"ya, saya ingin bertemu pak kevin, apa beliau ada di tempat?" tanya gisel
"baik sebentar ibu, dengan ibu siapa?" tanya resepsionis kembali sembari mencoba menghubungi sekretaris kevin
"gisel, dari perusahaan M company"
"baik, mohon tunggu sebentar bu" ucap resepsionis dan dijawab anggukan dan senyum ramah dari gisel
gisel menunggu dengan harap harap cemas sembari terus menerus melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, ia melihat resepsionis tadi yang tampak masih menghubungi atasan nya
"bagaimana?" tanya gisel sesaat setelah resepsionis tersebut meletakkan gagang telfon nya
"ibu di persilahkan menuju ruangan beliau, di lantai 5" ucap sang resepsionis
"baik, terima kasih"
gisel berjalan menuju lift untuk menuju lantai 5 seperti yang di katakan resepsionis tadi.
ting
lift berbunyi menandakan gisel telah sampai pada tujuan nya, saat pintu lift terbuka, terlihat sosok tampan yang menunggu nya di luar sana
"nona gisel?" tanya nya dengan sopan "saya asisten tuan kevin, mari saya antar menuju ruangan beliau" ucap laki laki tampan yang ternyata adalah asisten dari kevin
gisel berjalan mengikuti langkah kaki laki laki itu, hingga ia tiba di depan sebuah pintu besar yang ia yakini adalah ruangan kevin, laki laki tersebut tampak mengetuk pintu, hingga tak lama kemudian terdengar sahutan dari dalam sana
"masuk"
...----------------...
Buat teman teman yang mungkin masih bingung dengan tokoh tokoh ini boleh baca awal kisah petemanan mereka di aplikasi sebelah "doubleyou"😁
disana kisah awal mereka di muat, walaupun ngga nyambung nyambung amat, tapi bisa bikin imajinasi kalian tentang tokoh tokoh ini jadi maksimal, karena disana kisah cinta gisel dan andre di mulai, yuhuuuu cuzzz
follow guys @ratujagad25