Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 10



"selamat datang nona gisel" ucap kevin menyambut kedatangan gisel dengan nada jenaka khas nya


"tuan kevin, anda masih sama, terlihat tampan, berkarisma namun tanpa wibawa" canda gisel


"hahaha"


gelak tawa memenuhi ruangan itu, gisel berjalan kearah kevin dan memeluk laki laki itu, setelah nya keduanya duduk di sofa ruangan kevin dengan saling berhadapan


"jadi, apa yang membuat nona kemari?" tanya kevin masih setia dengan basa basi nya


"tidak usah mencoba terlihat berwibawa, kau tahu wajah mu sangat tidak mendukung untuk wibawa sebesar itu" ucap gisel ketus


"hahaha baiklah baiklah, sekarang ada apa kau kemari? jangan katakan kalau kau merindukan ku, karena aku tidak tertarik padamu, kau tahu aku sudah mempunyai istri yang jauh lebih cantik darimu bukan? maka sekarang katakan apa tujuan mu" ucap kevin


gisel memutar bola mata nya malas mendengar penuturan kevin, dari dulu sifat yang melekat dalam diri seorang kevin adalah selera humor nya yang tinggi, bahkan ia sempat heran bagaimana cara seorang kevin mendekati leodra yang ia tahu adalah wanita dingin yang tidak suka dengan pergaulan bersama laki laki, terlebih laki laki semacam kevin, jauh dari kriteria leodra, namun setelah ia mengetahui tentang hubungan leodra dan kevin yang sebenarnya merupakan saudara sepupu membuat tanda tanya dalam benak gisel seketika meluap, karena bagaimana pun sebagai sesama sepupu mereka pasti akan terlihat akrab


"jadi kev" gisel mencoba fokus pada masalah nya kini, karena ia tidak punya banyak waktu untuk menyelamatkan perusahaan keluarga nya yang diambang kehancuran "aku... butuh bantuan mu" ucap gisel sembari menatap kevin yang masih tampak mengusap sudut matanya setelah tertawa tadi


kevin diam, kembali ke mode cool dan serius nya "jadi apa yang membawa mu kemari?" tanya kevin serius


gisel menatap kevin sejenak, dan tidak lama kemudian ia kembali menyemburkan tawa nya saat melihat wajah serius kevin


kevin nampak menghela nafas berat, ternyata gisel yang ia kenal beberapa tahun lalu ini masih sama, suka mengejek seenak nya dan berbicara serius sesuka nya, terbukti kini gisel yang terlihat serius setelah sebelum nya tertawa terbahak bahak


"berapa yang kau butuhkan?" tanya kevin selanjut nya


"aaa bestie terbaik memang, thank you" ucap gisel terharu dan beranjak dari sofa yang ia duduki dan duduk di samping kevin lalu memeluk pria itu dengan erat


tidak perlu kata untuk mempertanyakan apakah kevin bersedia membantu nya atau tidak, dengan kata berapa yang kau butuhkan sudah cukup membuktikan bahwa kevin pasti akan membantu nya


kevin menepuk nepuk punggung gisel yang kini tengah memeluk nya, ia sudah menganggap gisel seperti adik nya sendiri, sama hal nya seperti leodra


setelah menemui kevin dan mendapat kepuasan atas permintaan nya dari sahabat nya itu, akhir nya gisel memutuskan untuk kembali ke perusahaan nya, saat akan meraih handel pintu, ia kembali menengok saat nama nya kembali di panggil oleh kevin, leodra berbalik dan menatap kevin sembari mengangkat kedua alis nya sebagai bentuk pertanyaan


"are you ok?" tanya kevin


gisel tersenyum kearah kevin dan mengangguk "what are you worried about right? I'm fine" ucap gisel sembari memamerkan senyum nya, kembali meraih handel pintu dan keluar dari ruangan kevin


kevin hanya melihat punggung gisel yang menghilang dengan senyum kepahitan, ia tahu tidak mudah bagi gisel untuk mengatakan baik baik saja dalam kondisi hatinya yang mungkin sedang sangat kacau, 2 hari yang lalu adalah hari pernikahan antara dua orang yang ia cintai, namun karena pernikahan itu pula ia harus menanggung sakit hati, pernikahan leodra dan andre mungkin menjadi pukulan terberat untuk nya, merelakan sang kekasih menikah dengan sahabat nya sendiri, namun kevin yakin bahwa gisel mampu melewati semua ini