Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 12



gisel masih berkutat dengan banyak nya berkas yang akan ia kirim kan ke perusahaan kevin sebagai bentuk kerja sama, saat tiba tiba pintu terbuka dan menampilkan rani yang terlihat senyum senyum di ambang pintu, leodra hanya melihat sekilas lalu kembali menatap berkas nya


"ada apa?" tanya gisel tanpa melihat kearah rani


rani mendekat dan duduk di hadapan gisel "mmm... itu... " rani bingung harus memilih alasan apalagi kali ini


"yaa, hari ini hari sabtu, dan itu artinya malam ini adalah malam minggu, begitu bukan? lalu ada apa?" tanya gisel


"aaa so sweet" rani tersenyum semringah saat mendengar perkataan gisel "jadi bu bos, malam ini tidak ada jam lembur kan?" tanya rani hati hati


"ada" jawab gisel cepat dan itu berhasil memudarkan senyuman yang sempat terukir di bibir rani "tapi berhubung saya masih berbaik hati, jadi sekarang pergi" ucap gisel


"aaaa i love you" rani bersorak riang saat mendengar jawaban gisel, ia segera bangkit dari kursi nya dan berjalan menuju pintu, saat akan memutar kenop pintu, ia kembali mendengar gisel bersuara


"ini untuk mu bersenang senang malam ini" ucap gisel mengacungkan tas nya


"aku tidak butuh uang pinjaman, kalau memang mau berbaik hati jangan ada embel embel hutang" jawab rani bersungut lalu keluar dengan cepat dari ruangan gisel


"dasar"


*


*


*


gisel baru saja memasuki pintu utama saat terdengar suara bik inem yang sedang menerima telepon, dari cara bicaranya, gisel bisa menebak bahwa bik inem pasti sedang menelepon sang nyonya ratu


gisel berjalan acuh dan segera menaiki tangga dengan perlahan, ia tidak ingin bik inem tahu bahwa ia sudah pulang dan akhir nya meminta nya untuk ini itu sesuai perintah sang nyonya besar, namun baru menginjak tangga kedua, langkah nya sudah harus terhenti karena suara bik inem yang terdengar memanggil nya


"non sudah pulang?" tanya bik inem


"apa bik? anak nakal itu sudah pulang? sekarang berikan handphone bibi padanya, aku ingin memberi pelajaran pada anak nakal itu" ucap nyonya puspita dari sambungan telepon


"berikan handphone bibi pada nya" ucap nyonya puspita kembali


gisel hanya diam dan berusaha menahan tawa nya, ia yakin nyonya ratu itu pasti sedang marah sekarang, mendengar dari suara nya yang sudah mulai meninggi, mungkin marah karena bik inem yang tidak mendengar perkataan nya sehingga ia harus mengulang perkataan yang tidak begitu penting


"baik nyonya"


gisel segera meraih handphone jadul milik bik inem dan mematikan mode load-speaker nya lalu mendekat kan nya ke telinga


"halo ma" ucap gisel malas


"dasar anak nakal, kenapa tadi pagi tidak sarapan? kemana kamu jam 12.15 siang tadi? mama telepon rani katanya kamu tidak ada di kantor, lalu kenapa dari tadi tidak angkat telepon mama? mau jadi anak durhaka kamu?" tanya nyonya puspita beruntun


"mamaaahhh, satu satu nanya nya" ycap gisel frustasi "yang pertama aku tidak sarapan karena harus berangkat ke kantor pagi pagi, dan... "


"kenapa tidak bangun lebih pagi kalau tahu ada jadwal pagi?" tanya nyonya puspita menyela


"penyakit bawaan mah" ucap gisel santai "yang ke dua kenapa di jam itu aku tidak ada di kantor, itu karena aku lagi di perusahaan teman aku untuk minta bantuan dia demi perusahaan aku"


"kenapa tidak bilang mama? kamu bisa bilang berapa yang kamu butuh kan dan setelah itu kamu juga bisa membereskan kekacauan di perusahaan mu secepat nya" ucap nyonya puspita kembali menimpali


"aku menolak di jodoh kan, dan aku tahu kalau itu hanya taktik mamah agar bisa melancar kan rencana perjodohan mama kan? pokok nya sampai kapan pun tidak ada perjodohan, titik" ucap gisel final "sudah ya mah, bye mama ku tersayang" baru saj gisel akan mematikan sambungan telepon nya, suara nyonya puspita kembali terdengar


"lalu kenapa tidak menjawab telepon mamah?"


"males, mama pasti akan ceramah, udah ya, bye mamah"


tut


gisel segera mematikan sambungan telepon nya secara sepihak, dan mengembalikan handphone tersebut kepada bi inem yang masih diam di tempat nya, setelah itu ia berlari menaiki tangga menuju kamar nya