Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 16



gisel melihat sekitar, mencari apa saja yang bisa menghilangkan rasa haus yang kini mendera nya, namun ia tidak menemukan apapun di kamar anak laki laki itu, ia pun beranjak dari ranjang dan berjalan menuju pintu, mengintip sejenak sebelum akhir nya keluar menuju dapur


ia melihat sekeliling ruangan dapur, entah bagaimana bisa seorang laki laki yang hidup bersama anak laki laki bisa menjaga kebersihan dapur sebaik ini, ia membuka kulkas lalu menuang air minum ke gelas yang tadi sudah ia sediakan, ia menegak minuman itu dengan mata yang mengedar ke setiap sudut ruangan, ia mengagumi segala hal yang ada di rumah ini, entah dengan alasan apa


setelah menegak minuman nya hingga tandas, ia kembali melangkah kan kaki nya menuju kamar aksa, namun saat akan membuka pintu kamar, ia terkejut melihat seseorang yang begitu tak asing untuk nya tengah menuruni tangga dengan santai nya


"hoam" bahkan suara orang itu yang terlihat menguap pun terdengar jelas oleh gisel


setelah berhasil menuruni tangga, gadis itu terlihat berjalan sempoyongan menuju dapur, seperti nya gadis itu tengah mengantuk berat sekarang, bahkan ia tidak menyadari keberadaan gisel yang saat ini masih mengamati gerak gerik nya


gisel mengurungkan niat nya untuk masuk ke kamar dan lebih memilih mengikuti gadis tadi menuju dapur, terlihat gadis itu menuang minuman dan setelah nya menaruh gelas yang tadi ia gunakan di wastafel, lalu lanjut mencuci nya meski dengan gerakan malas,gisel mendekati gadis tadi, lalu berdiri di belakang nya


"ehemm"


"sudah jangan cerewet, semalam aku pulang larut dan sekarang baru bangun, tapi apa masalah nya? bukan kah hari ini hari minggu, jadi biarkan adik mu ini menikmati hidup setidak nya di setiap penghujung minggu, aku bosan merangkap menjadi istri mu terus, makanya cepat cari istri supaya tidak menyusah kan ku, hoamm" gadis itu terus meracau "kau lihat sekarang, bahkan aku harus mencuci gelas ini dengan mata terpejam, aku lelah" ucap nya lagi


gisel masih diam, apa maksud nya? adikmu? gadis ini adalah adik dari laki laki yang pagi tadi mendesak nya untuk menikah?


"aaaaaaa" teriakan itu menggema di dalam rumah mewah itu, bahkan sampai rayden pun menuju dapur saat mendengar teriakan dari adik nya tersebut


"ka.. kau?" tanya nya tak percaya


gisel hanya menaikkan sebelah alis nya sambil bersedekap, ia melihat penampilan gadis ini dari atas hingga ke bawah, dan sekarang ia sudah menemukan jawaban atas pertanyaan nya yang pertama, siapakah pemilik baju yang kini ia kenakan? dan jawaban nya tentu saja adalah milik gadis gila yang sekarang sedang ada di depan nya ini, seorang asisten yang tidak bisa menghormati nya sebagai bos, yang ternyata juga merupakan adik dari laki laki yang sempat memaksa nya untuk menikah;rani


"ada apa ini?" tanya rayden saat melihat raut wajah adik nya yang menunjukkan raut tak terbaca


rani melihat sang kakak dan beralih menatap pada sang bos yang kini menatap nya dengan tatapan tajam, apa maksud semua ini? apa ia sedang bermimpi?


"ada apa?" tanya gisel kepada rani tanpa menghiraukan rayden sedikit pun


"hahha gila, mana mungkin bos cantik ku itu ada disini, aduh dasar aku, bagaimana aku bisa berhalusinasi tentang mu? apa aku sudah mulai tidak normal? tapi... tidak tidak, bahkan aku masih sangat mencintai ivan, itu artinya aku masih normal bukan?" tanya nya yang lebih mengarah untuk dirinya sendiri