
gisel berjongkok di hadapan anak laki laki tersebut, tangan nya terulur untuk mengusap pucuk kepala anak laki laki yang pernah ia temui satu minggu yang lalu, tepat nya ketika ia sedang berada di taman untuk menyegarkan fikiran nya karena kabar pernikahan andre dan leodra yang membuat nya frustasi.
"hai anak manis, sama siapa kesini?" tanya gisel, melihat anak laki laki yang ada dihadapan nya nampak diam membuat gisel kembali melontarkan pertanyaan "pasti sama papi" tebak gisel namun dibalas gelengan oleh anak laki laki tersebut "berarti sama mami" kembali gisel menebak, dan kali ini ia mendapati anggukan antusias dari anak laki laki dihadapan nya ini
"mami"
gisel membelalak kan matanya "mami?" tanya gisel sembari menunjuk dirinya sendiri dan dijawab anggukan oleh anak tersebut
"aksa" dari arah belakang leodra melihat seorang wanita paruh baya yang berjalan agak tergesa memasuki loby sembari menyerukan nama 'aksa'
"grandma" anak laki laki dihadapan nya ini tampak melambaikan tangan nya kearah wanita paruh baya tersebut, melihat itu membuat wanita paruh baya tersebut mendekat kearah nya
"sayang nya grandma jangan lari lari lagi, oke" wanita itu berlutut mensejajar kan tinggi nya dengan anak laki laki yang kini gisel tahu adalah cucu nya. gisel bangkit dari posisi jongkok nya dan mengamati dua orang yang ada di hadapan nya ini dengan tersenyum
"mami" anak itu kembali berucap kepada wanita paruh baya itu sembari berbalik dan menunjuk kearah gisel
wanita tersebut bangkit dari posisi nya dan mendekati gisel sembari menggandeng tangan sang cucu
"maaf jika cucu saya membuat anda merasa tidak nyaman" gisel melihat ada kesungkanan dalam kata yang di ucapkan wanita di depan nya ini
"ahh, ti.. tidak kok tante"
"kalau begitu terima kasih karena telah membuat cucu saya nyaman. cucu saya sudah lama tidak merasakan kasih sayang dari mami nya karena..."
"ma" terdengar suara laki laki dari belakang gisel yang membuat pembicaraan wanita di depan nya ini terhenti
deg
pandangan nya terpaku, bukan karena ketampanan seorang yang saat ini ada di hadapan nya yang ternyata benar adalah rayden, tapi karena ia baru menyadari betapa mirip wajah anak laki laki yang tadi memanggil nya mami dengan tuan rayden. tunggu! apakah anak ini tadi memanggil tuan rayden dengan sebutan papi? itu artinya anak yang baru saja berdiri dihadapan nya dan memanggil nya dengan sebutan mami adalah aksa abimanyu abraham? putra tunggal dari pernikahan pertama tuan rayden adithama abraham bersama istri nya yang di nyatakan meninggal 4 tahun yang lalu pasca melahirkan?
"nona gisel?" rayden ragu apakah wanita yang saat ini ada di hadapan nya benar nona gisel, seorang wanita karier yang akan menjadi rekan kerja nya
"tuan rayden, senang bertemu dengan anda" gisel mengulur kan tangan nya dan di balas uluran tangan pula oleh rayden
tring... tring...
dering ponsel rayden membuat jabatan tangan keduanya terlepas
"maaf" rayden meminta izin kepada gisel untuk mengangkat panggilan tersebut
"silahkan"
"maaf pak, klien atas nama nona giselle joana manullang dari perusahaan M company sudah ada di loby perusahaan, tapi... beliau telat dari jam yang telah kita tentukan" ucap sang sekretaris dari sambungan telepon
"saya sudah bertemu langsung dengan nona gisel, dan langsung persiapkan surat kontrak kerja sama kita" titah rayden
"baik pak"