Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 05



Gisel memarkirkan mobil nya di parkiran perusahaan A company, ia keluar dari mobil dengan mengenakan kaca mata hitam yang senada dengan pekaian nya hari ini, dilihat nya jam yang melingkar di pergelangan tangan nya menunjukkan pukul 08.35,itu artinya ia telat 35 menit dari waktu yang di tentukan


gisel segera bergegas menuju meja resepsionis, ia tidak mau membuat pemilik perusahaan menunggu terlalu lama lagi, karena menurut kabar yang ia terima, pemilik A company adalah laki laki yang sangat disiplin waktu, dan gisel tidak mau jika hanya dengan keterlambatan nya membuat kerja sama ini batal


"permisi mbak, saya ingin menemui tuan rayden" ucap gisel pada resepsionis


"baik, apakah sudah ada janji?" tanya resepsionis ramah


"ya, atas nama giselle joana manullang dari perusahaan M company" jawab gisel


resepsionis langsung menghubungi sekretaris dari atasan nya, gisel fokus memperhatikan resepsionis yang sedang berbicara pada saluran telepon itu, sesekali gisel melirik jam yang yang melingkar di pergelangan tangan nya dengan tak sabaran, hingga suara perdebatan yang berasal dari arah belakang nya membuat atensi nya teralihkan, dilihat nya dua orang yang saat ini sedang berdebat di belakang sana, ia mengenali satu diantara kedua nya, ya! laki laki itu, bukan kah itu adalah tuan rayden? tapi mengapa ia terlihat sedang berdebat dengan perempuan itu, apa yang mereka bicarakan?. ah terserah mereka, lagipula ia tidak punya urusan dengan orang orang itu, ia kesini hanya untuk membahas kerja sama mereka. gisel kembali fokus kepada resepsionis yang terlihat masih setia berbicara dalam sambungan telepon nya


"ray, anak kamu bisa kita titip ke orang tua kamu, dan kita bisa menikah dan punya anak sendiri" wanita tersebut mencoba memberi penawaran


"cukup carissa!" emosi rayden memuncak saat mendengar perkataan carissa


"baiklah, aku bersedia menjadi ibu sambung dari boc.. anak mu, bukankah anak mu adalah anak ku juga? aku akan mencoba menerima nya" carissa mencoba mengalah demi berjalan nya rencana yang sudah ia susun sejak lama bahkan ia merubah panggilan bocah yang biasa ia sematkan untuk bocah laki laki yang sangat tidak menyukai nya itu


"tapi aku tidak butuh itu" rayden tersenyum sinis


carissa semakin geram saat melihat reaksi rayden, tapi ia mencoba untuk tetap bersikap anggun "fikirkan lah lagi keputusan mu, aku akan menunggu hingga kau.... " carissa mencoba menjadi sosok yang pengertian untuk menghadapi hal ini, namun belum selesai ia mengatakan kata petuah nya, seorang anak laki laki terlihat berdiri di samping sebuah mobil yang baru saja ia naiki


"mami.... " teriak anak tersebut membuat semua orang yang ada di loby melihat kearah nya, termasuk gisel


anak itu berlari dengan susah payah untuk menggapai seseorang yang sangat ia kenali, dilain sisi terlihat carissa yang menundukan tubuh nya seraya merentang kan tangan kearah anak tersebut dengan senyum manis nya, namun senyum itu luntur begitu saja saat melihat anak tersebut berhenti namun bukan di depan nya melainkan di depan seorang wanita yang kini berdiri di meja resepsionis, ia kembali berdiri tegak namun masih berusaha mempertahankan senyum manis nya


"mami" anak laki laki tersebut mendongak kan kepala nya untuk melihat gisel, sosok yang ia panggil dengan sebutan mami