Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 13



"Good morning sayang, yuhuuu"


gisel yang masih mengarungi mimpi sampai terkejut mendengar suara menggelegar seseorang yang sangat ia kenali, ia membuka sedikit matanya untuk memastikan, lalu setelah nya ia kembali tidur dan mengambil bantal untuk menutupi kepala nya


"hei anak nakal, bukan nya bangun malah tidur lagi" sungut nyonya puspita saat kehadiran nya tidak di indah kan


nyonya puspita berjalan menghampiri putri nya dan menarik bantal yang masih menutupi kepala putri semata wayang nya itu


"mamaaaa" gisel yang tidak terima dengan perlakuan sang mama hanya bisa merengut kesal karena lagi lagi mama nya kembali mengganggu tidur nyenyak nya


"kenapa? marah sama mama? kualat mau?"


lagi lagi kata kualat menjadi andalan, gisel hanya menggerutu dalam hati, setelah nya ia bangkit dari ranjang dan berjalan sempoyongan kearah kamar mandi


"mandi! ingat jadi cewek harus bersih, mama tunggu di meja makan" teriak nyonya puspita


"malas"


*


meski mengatakan malas, namun pada akhir nya gisel tidak bisa mengatakan tidak, kini ia tengah berada di hadapan kedua orang tua nya yang menatap nya dengan tatapan mengintimidasi, terutama nyonya puspita


"kamu tahu kenapa mama dan papa pulang cepat dari luar negeri?" tanya nyonya puspita mengawali, sedang kan tuan bram hanya diam


gisel melirik kedua orang tuanya bergantian, setelah nya ia pun menggeleng kan kepala dengan wajah datar, dalam hati ia sudah bisa menebak tujuan kedua orang tua nya, namun ia enggan menjawab


"mama dan papa ingin merealisasi kan apa yang sudah kami rencanakan, iya kan pa?" tanya nyonya puspita meminta persetujuan dan hanya di jawab anggukan oleh tuan bram "minggu ini juga, kami akan mengenal kan kamu dengan pilihan kami, dan.... tidak ada penolakan!" ucap nyonya puspita tegas saat melihat gisel hendak melayangkan protes


"tapi mah"


*


gisel masih menatap hamparan bunga yang ada di hadapan nya sejak 30 menit yang lalu, tidak sedikit pun ia beranjak dari posisi nya, ia hanya diam dengan tatapan menerawang jauh


"mamiii"


suara seseorang yang sangat gisel kenali memenuhi indra pendengaran nya, ia pun menengok ke belakang sana, terlihat bocah laki laki menggemas kan itu tengah berlari kearah nya, gisel bangkit dari kursi nya lalu berjongkok dan merentang kan kedua tangan nya menyambut uluran bocah laki laki itu


kedua nya berpelukan dengan sangat lama seolah meluapkan kerinduan yang begitu besar di hati kedua nya


"mami, aksa mau sama mami" ucap aska berkaca kaca


"sayang, kenapa nak?" tanya gisel, jiwa keibuan nya benar benar terpancar nyata saat melihat bola mata anak yang ada di hadapan nya tampak berkaca kaca


"kenapa mami tidak pernah menemui aksa lagi? mami tidak sayang pada aksa?" tanya nya


hati gisel bagai di tikam sembilu saat melihat kesedihan mendalam yang di rasakan aksa, sebegitu rindukah bocah laki laki ini pada nya? pertanyaan itu terus berkelebat dalam benak nya, tapi kenapa?


"sayang, maaf kan mami, kemarin mami sibuk jadi tidak bisa menemui aksa, maaf kan mami ya nak" ucap gisel bersungguh sungguh "sebagai gantinya, hari ini mami akan menemani aksa seharian ini untuk bermain? bagaimana?" tanya gisel


"selama nya"


gisel melihat ke sumber suara, terlihat rayden yang berdiri dengan tegak nya sembari membawa dua buah ice cream di tangan nya, ia lalu berjalan menghampiri leodra dan aksa lalu menyerah kan ice cream yang tadi ia beli ke tangan aksa dan satu lagi ia berikan kepada gisel


"apa maksud tuan?" tanya gisel tanpa bisa menyembunyikan keterkejutan nya