Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 03



Gisel memandang orang-orang yang tengah berduka di sana, ia bisa merasakan goresan luka disetiap tangis pilu yang ia dengar, ia benar-benar bisa merasakan kesedihan mendalam yang saat ini menimpa keluarga besar pradipta.


Sosok yang dikagumi semua orang kini telah tiada, meninggalkan berjuta kenangan baik yang akan selalu mereka ingat


Diantara banyaknya orang yang kini tengah menangis disana, mata Gisel terkunci pada sosok yang sangat dikenalnya serta dirindukannya;leodra


Untuk pertama kalinya dalam hidup Gisel melihat Leodra berduka, bahkan sampai meneteskan air mata. 3 tahun bersama saat mereka duduk dibangku Sma, namun baik Gisel maupun Andre tidak pernah melihat ada setetespun air mata yang keluar dari mata indah Leodra


Gisel berjalan mendekat kearah Leodra, ia berdiri tepat disamping leodra yang saat ini sedang duduk didampingi oleh Andre yang sedari tadi mencoba menenangkan, ada rasa sesak dalam hati Gisel saat melihat itu semua, namun kembali ia mengingatkan hatinya bahwa Leodra pernah berada di posisi ini karena ulahnya


Leodra melirik kesisi kirinya dimana terlihat sepasang sepatu milik seorang wanita sedang berdiri disana,  di pindainya orang itu dari bawah hingga keatas, dan saat melihat wajah nya


Deg...


Rasa bersalah menghantui Leodra saat melihat wajah orang yang saat ini berada di hadapannya, ia berdiri dari posisinya diikuti oleh Andre


"Aku turut berduka atas kepergian om Bimo" Gisel mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan leodra sebagai permintaan bela sungkawa, Leodra hanya melihat tangan Gisel yang masih menggantung di udara tanpa berniat membalasnya, merasa Leodra tidak menyambut uluran tangannya, gisel pun menarik tangannya kembali


Namun sepersekian detik berikutnya Leodra memeluk Gisel dengan erat "maaf" Leodra mengatakan maaf dengan nada begitu lirih namun masih mampu di tangkap oleh indra pendengaran Gisel dengan begitu jelas


Leodra tidak tahu apakah Gisel dan Andre masih memiliki hubungan atau tidak, tapi dengan melihat kehadiran Gisel di pemakaman ayahnya membuat leodrqa sadar bahwa giseql adalah sosok sahabat yang sebenarnya


"Tetap lah menjadi wanita tangguh yang selama ini orang kenal" Gisel merenggangkan pelukannya lalu menghapus air mata yang masih dengan setia menetes di pipi mulus Leodra


Leodra menatap wajah Gisel sembari mengangguk lalu kembali memeluk sosok yang pernah sangat ia hindari itu. mulai hari ini Leodra percaya bahwa persahabatan itu ada.


'Bukan tentang siapa yang datang lebih awal, tapi siapa yang bertahan hingga akhir' kalimat yang dulu sangat Leodra benci, kini ia yakini kebenarannya.


Gisel sadar bahwa Leodra hanyalah wanita lemah seperti dirinya, hanya saja kemampuan Leodra dalam menipu dunia sangatlah luar biasa, selalu memamerkan senyum menawan seolah hidup tanpa beban. jika saat ini dirinya tidak melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Leodra menangis, maka sampai kapanpun ia akan mengira bahwa leodra adalah sosok wanita kuat yang mungkin tidak memiliki hati


...----------------...


Tabik pun


jngan lupa untuk dukung terus karya author, thank you😍