Love Is A Magical Thing

Love Is A Magical Thing
bagian 21



"jadi apa yang membawa mu kemari?" tanya rayden setelah sekian lama terdiam


gisel mengangkat wajah nya, ia bisa melihat wajah tampan yang tampak kelam itu dengan sangat jelas, bahkan ia baru menyadari betapa indah manik mata amber dari laki laki dingin di depan nya ini, ralat! kata dingin hanya berlaku untuk pandangan orang lain, tapi dalm pandangan gisel, rayden adalah laki laki biasa yang memiliki berjuta cara untuk menipu dunia


gisel yakin, wajah dingin yang selalu rayden tunjukan selama ini hanyalah sebuah tameng, tameng untuk membohongi semua orang, mengatakan dirinya baik baik saja dalam keadaan yang justru bertolak belakang


"aku menerima tawaran pernikahan mu" ucap gisel tanpa keraguan


rayden sedikit terkesiap mendengar penuturan gisel, seingat nya kemarin saat dirinya kembali meminta gisel untuk menikah dengan nya, jawaban wanita itu masih sama, ia menolak menikah dengan alasan apapun selain cinta, tapi hari ini?


"apa maksud mu?" tanya rayden lagi seolah tak faham


gisel menatap lebih dalam wajah itu, ia menegak kan tubuh nya agar ia tidak terlihat sedang bercanda, karena mungkin saja saat ini rayden merasa ragu terhadap nya


"aku menerima tawaran pernikahan mu, tuan rayden, dan aku bersedia menjadi ibu sambung untuk putra mu"


rayden masih diam, ia masih berusaha mencerna apa yang baru saja gisel katakan padanya, apakah mungkin karena terlalu larut tidur karena membuat sidang dadakan untuk rani semalam membuat pendengaran nya bermasalah? bukan kah kemarin wanita di hadapan nya ini masih tetap bungkam dan enggan menerima permintaan nya untuk menikah, lalu hari ini? wanita itu datang kepada nya hanya untuk mengatakan kesediaan nya tentang ajakan yang tempo hari dirinya ajukan.


hufff


rayden menghela nafas panjang sebelum akhir nya bangkit dari kursi nya, ia berdiri membelakangi gisel, menghadap kaca besar yang menampakan keindahan kota, berdiri dengan tatapan yang sulit di artikan


"tawaran ku sudah tidak berlaku" ucap rayden spontan


"apa maksud mu?" tanya gisel terkejut


"apa kau berfikir bahwa pernikahan adalah permainan?"


"maksud kamu?" tanya gisel masih belum mengerti


rayden tersenyum sinis, "tidak ada pemanfaatan status dalam kamus hidup ku, jika kau menerima tawaran ku untuk menikah hanya karena alasan tertentu, maka lupakan lah, anggap aku tidak pernah mengatakan apapun"


gisel menundukkan kepala nya setelah faham arah pembicaraan rayden, ia tidak menyangka bahwa rayden bisa membaca isi fikiran nya walaupun tidak tepat sasaran


"lupakan, kau bisa menjalani kehidupan mu tanpa gangguan dariku, dan aku akan mencari wanita lain yang akan menjadi pendamping ku..."


"tidak!" tolak gisel keras


rayden menatap tajam wanita yang ada di depan nya ini, berani berani nya wanita ini memotong pembicaraan nya, rayden sangat membenci orang yang memotong kalimat nya sebelum ia menyelesaikan kata selanjut nya


melihat reaksi rayden, membuat gisel tak berkutik, selama 1 minggu mengenal rayden, tidak sedikitpun sisi lain rayden keluar di hadapan nya, dan kali ini ia bisa melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana menyeramkan nya seorang rayden adithama abraham jika sedang marah


"a.. aku tidak bermaksud... "


gisel tidak mampu melanjutkan kata kata nya lagi saat melihat tatapan tajam rayden yang masih tertuju padanya


"lanjut kan kalimat mu, aku paling tidak suka jika kalimat yang akan aku lontar kan di potong orang lain, maka sekarang lanjutkan kalimat mu karena aku tidak akan memotong nya"