Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 6



Pertemuan Sahabat


Pov Stella


"Halo adik kecil, kamu mau es krim ya?...", tanya Stella dengan ramah dan posisi setengah duduk, mensejajarkan diri dengan posisi Mario.


"Iya, aku mau ini...", kata Mario menunjuk es krim warna coklat.


"Emmm itu rasa kopi sayang, gimana kalau warna ini aja ya?", tanya Stella menawarkan rasa blueberry.


"Iya tante...", jawab Mario.


"Tolong bikin yang ini ya, Don.", perintah Stella ke pegawainya bernama Doni.


"Baik, Bu...", jawab pegawai Stella.


"Adik kecil namanya siapa, sayang?", tanya Stella dengan lembut.


"Mario...", jawab Mario dengan lugu.


"Mario ke tenda Es krim sini sama siapa? Kok sendiri?", tanya Stella penasaran sambil memberikan es krim kepada Mario.


"Mario... Marioo... Mariooo...", Albert mencari dan memanggil mario.


Albert tepat berdiri di depan tenda Missen Ice Cream dan melihat Stella sedang memberikan es krim kepada Rio. Stella dan Mario pun langsung melihat ke Albert.


Stella pun berdiri dan terkejut melihat Albert.


Demikian juga dengan Albert, terkejut melihat Stella. Albert perlahan menghampiri Stella sambil bertatap-tatapan.


"Stella...", kata Mario tercengang.


"Albert...kamu...", kata Stella tersenyum kikuk.


"Papah...", Mario memanggil memecah kecanggungan antara Albert dan Stella.


"Iya nak, Mario dikasih es krim ya sama tante Stella?", tanya Albert sambil menggendong Mario.


"Ini anak kamu?"


"Mario ganteng yah, pasti karena mamahnya Mario cantik...", kata Stella sambil tersenyum kepada Mario.


"Tentu karena papanya dong..., ya kan nak?", kata Albert sambil bergurau.


"Kamu apa kabar?", tanya Stella kepada Albert.


"Aku seperti ini... Kamu kemana aja? Hilang tanpa kabar? Aku selalu menunggu kabar mu...", kata Albert sedikit marah.


"Papah kok marahin tante ini?", tanya Mario dengan lugu.


"Papah gak marah kok sayang, papah dari dulu begini kalau ngomong sama tante", kata Stella sambil mengelus rambut Mario.


"Enggak nak, papah ga marah. Ini teman papah, namanya tante Stella. Yang papah pernah ceritain sama Mario waktu di mobil", Albert menjelaskan ke Mario.


Tak lama Liza dan Refli pun datang menemui Stella di tenda Missen Ice Cream.


Refli tepat berdiri disebelah kanan Stella dan menatap ke arah Albert.


"Albert, kenalkan ini sepupuku Elizabeth...dan ini Refli Liando..."


"Liz, Ref, kenalkan ini Albert...sahabat lamaku


...", Stella memperkenalkan satu sama lain.


"Albert...", menjabat tangan Refli dan Liza.


"Refli...", membalas jabatan tangan Albert.


"Oooh ini toh Albert sahabat lama sepupuku. Stella bilang kamu kurus... Tapi yang dihadapan ku 'Hot Papa' yaa... Pantes saja sepupuku... Auuu...", Liza sontak memberhentikan pembicaraannya karena Stella mencubit pinggang belakang Liza.


"Aku Elizabeth, panggil saja Liza...", kata Liza kepada Albert.


Dari kejauhan Alexa melihat Stella, Albert, Mario, Liza dan Refli. Alexa hanya berdiri menyaksikan pertemuan dua sahabat yang telah lama berpisah. Tak lama Alexa pun menghampiri mereka.


"Hai Stella...", sapa Alexa kepada Stella dengan tersenyum.


"Hai Alexa...kamu...???", Stella membalas sapaan dengan bingung melihat perubahan Alexa.


"Iya Stella, ini aku Alexa... Kamu kemana saja? Kami mencari dirimu...", kata Alexa memegang tangan Stella.


"Aku...", pembicaraan Stella terpotong oleh Rafael yang memanggil Liza.


Rafael dan Alvaro pun datang menghampiri Stella, Liza, Refli, Albert, Alexa dan Mario.


"Kalian sedang apa berkumpul disini? Disana kursi kita kosong. Ayo kembali duduk...", Rafael mengajak Liza, Stella dan Refli sambil menggandeng tangan Liza.


"Iya, ayo kita kembali duduk ke tempat kita masing-masing... See you Albert, Mario, dan Alexa...", kata Liza belum menyadari bahwa Alexa adalah orang yang menitipkan salam pada Queen Star.


"Iya, kita kembali ke tempat masing-masing...", Stella tersenyum kepada Albert dan Alexa.


"Tante duduk di tempat tante ya, Mario...", kata Stella mengelus bahu Mario.


"Ayooo...", ajak Liza kepada Stella, Refli dan Alvaro.


Alvaro dan Refli ingin menggandeng tangan Stella secara bersamaan. Albert memperhatikan kejadian tersebut. Dan Stella pun canggung sehingga ia memilih untuk berjalan sendiri.


"Rafael, tadi itu siapa La?", tanya Rafael kepada Stella


"Mereka sahabat lamaku, Albert dan Alexandra...sudah lama sekali aku gak ketemu sama mereka.", jawab Stella tersenyum.


"Emm, istrinya cantik ya...", kata Rafael memuji Alexa.


"Iya dulu lebih cantik... Primadona kampus", Stella menjawab dengan tersenyum lebar.


"Oooh, muji istri orang ya...", kata Liza ke Rafael


"Hanya bilang apa adanya sayang. Tetap kamu nomor satu di hati aku...", merayu Liza sambil mencium pipi Liza.


"Acara sudah mau selesai, nanti aku antar pulang ya?", tanya Refli kepada Stella.


"Emm, tadi aku berangkat bareng Alvaro, ya sudah sekarang pulang bareng kamu deh...", kata Stella sambil melirik Alvaro.


Alvaro pun tersenyum, namun dalam hati Ia memendam cemburu, hanya saja Stella dan Alvaro baru saling mengenal.


Acara Malam Puncak Kegiatan Sosial pun hampir selesai. MC pun membacakan sebuah titipan puisi untuk dibacakan diakhir acara.


Puisi Alam dan Manusia


"Jutaan hari melebur dalam ombak waktu"


"Menggilas musim demi musim"


"Melahirkan perubahan demi perubahan"


"Bumi menua"


"Manusia merajalela"


"Keserakahan berkuasa"


"Indah dan damai bagaikan fatamorgana"


"Ranting tak berdaun"


"Akar tak berbatang"


"Tanah tak lagi basah"


"Burung pun tak lagi bernyanyi merdu"


"Hanya abu debu


"Panas bara dan terik matahari menjadi kawan sejati"


"Alam pun murka"


"Bosan menahan amarahnya"


"Lempeng demi lempeng bergerak membelah diri"


"Manusia rakus! Hardik alam dengan getarnya"


"Manusia serakah! Alam mengirimkan ombak yang memecah kedamaian pagi dan keheningan malam"


"Menunjukkan keperkasaannya"


"Yang tak bersalah menjadi korban amukan kegagahan alam"


"Kembalilah damai mu"


"Hentikan hukum mu"


"Manusia akan jera pada masanya


Jangan lelah menunjukkan indahnya panorama mu"


"Aku berjuang untuk mu yang lebih dulu memeliharaku..."


"Aku manusia..."


"Dan kau alam yang berkuasa*."


Karya Queen Star


MC selesai membacakan puisi dan menutup acara malam kegiatan sosial. Semua peserta bertepuk tangan dengan riuh, mengagumi puisi karya Queen Star.


Mata Stella tak berhenti mencari keberadaan Albert. Namun tak bertemu.


"Kamu kenapa?", tanya Alvaro kepada Stella.


"Enggak apa-apa, aku hanya lelah saja...", jawab Stella sedikit kikuk.


"Stella, ayo kita pulang...", ajak Refli.


"Iya, yuk... Alva, see you yaaa..." kata Stella kepada Alvaro.


"Hati-hati ya La dan Ref", kata Alvaro.


Mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing.