Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 21



Pertemuan Keluarga Mulia (III) : Refli & Stacey


Refli memilih tidur sendiri di sofa ruang keluarga dekat dengan dapur kering dan kolam renang. Stella memberikannya selimut dan bantal. Kemudian kembali ke kamarnya. Refli pun tertidur dengan pulas.


Dengan langkah pelan Stacey menghampiri Refli, membiarkan tubuhnya hanya dibalut sepotong kain halus yang memamerkan lekuk pinggulnya, duduk diatas tubuh Refli. Perlahan jari jari indahnya menyentuh setiap senti wajah Refli hingga bibirnya. Sentuhan lembut itu membangunkan bulu vellus milik Refli. Stacey tersenyum, menatap mata Refli yang mabuk dan melumatkan bibirnya dengan penuh gairah. Sementara tangan Refli membelai tiap jengkal kaki hingga tubuh Stacey. Ketegangan itu membuat mereka berkeringat. Benda tumpul milik Refli yang diduduki oleh Stacey menegang dan tangannya segera membuka sepotong kain milik Stacey.


Lalu Refli terjatuh dari sofa dan tersadar dari bunga tidurnya yang menegangkan.


"Kenapa kamu Ref? Kok bisa jatoh dari sofa? Kurang luas ya sofanya?" tanya Erika yang sedang mengupas buah di meja makan.


"Kalau mau luas ya di kasur dong Refli..." timpal Liza yang juga duduk di meja makan. Mereka menertawai Refli yang jatuh dari sofa dan menampakkan ekspresi bodoh.


"Gak apa apa tante, saya cuma mimpi saja" kata Refli menggarut belakang kepalanya.


Kemudian membereskan selimut dan bantal bekas tidurnya.


Sementar Stella terbangun dari tidurnya karena mendengar suara telepon. Ternyata Alvaro yang menghubunginya. Stella menerima panggilan tersebut dengan setengah sadar.


Stella : Ya, ada apa Alvaro?


Alvaro : Selamat pagi menjelang siang. Aku hanya ingin tau keadaanmu


Stella : Iya, aku baik baik saja, aku ingin tidur lebih lama.


Alvaro : Baiklah, aku rasa aku mengganggumu.


Stella : Tidak... Kalau mengganggu, aku abaikan panggilan mu.


Alvaro : Mungkin kau setengah sadar


Stella : Iya...


Alvaro : *tersenyum* bangunlah, aku di rumah mu.


Stella : Ha? Kau serius?


Alvaro : Iya. Aku duduk tepat di ruang tamu mu yang besar ini.


Tut tut tut...


Stella menutup teleponnya dan menghampiri Alvaro. Ia terkejut melihatnya duduk di sofa ruang tamu Stella.


"Apa yang kau lakukan disini. Bagaimana jika papa ku melihatmu?" wajah Stella sedikit panik.


"Papa tau kok... Kan Papa yang temani Alvaro dari pagi. Kalian masih tidur semua" Roy tiba tiba muncul dan menyela pembicaraan Stella.


"Papa..." Stella terkejut dan salah tingkah dengan kehadiran Roy. Sementara Alvaro hanya tersenyum melihat ekspresi Stella.


"Ya sudah Papa ke dalam dulu deh... Biar kalian enak ngobrolnya..." Roy meninggalkan mereka berdua.


"Jadi kamu sudah dari pagi disini???" tanya Stella dengan ekspresi tegang, melebarkan mata bulatnya.


"Iya, aku sekedar ngobrol sama papa mu... Beliau sangat baik. Duduklah... Kau seperti orang asing saja" Alvaro berusaha menenangkan ketegangan Stella.


Stella yang tadinya tegang menjadi tenang dan senang dengan kehadiran Alvaro. Mereka bersenda gurau di ruangan besar itu. Sementara di balik tembok perbatasan antara ruang tamu dan ruang keluarga Refli mengintip mereka berdua. Refli menahan rasa cemburu di hatinya. Tak disangka kehadiran Refli yang bertahun tahun bersama Stella kalah dengan kehadiran Alvaro yang baru saja dikenal oleh Stella.


Bukan hanya cemburu, entah kenapa Refli tidak nyaman dengan Alvaro.


Refli pun berlalu dan menuju kolam renang.


Ia mendapati Stacey sedang berenang menggunakan swimsuit hitam dengan model jaring di bagian dada. Kulit Stacey yang seperti porselen memantulkan sinar matahari. Belum lagi bulir bulir air di kulit Stacey ketika ia naik dari kolam. Membuat ritme jantung Refli berantakan.


Deg! Deg! Deg!


"Cobaan apalagi ini Tuhan..." pikir Refli menatap dengan mata nanar ciptaan Tuhan yang indah. Refli pun mengambil langkah balik dan mengurungkan niatnya ke kolam renang.


Refli pun berbalik dan menatap Stacey


"Ya, kenapa kau memanggilku?" tanya Refli.


"Siapa yang memanggilmu? Aku hanya bilang tunggu... Kau terlalu tegang..." Stacey kemudian melewati Refli yang berdiri dan menuju mini bar di dapur kering.


"Nona muda... Kau sedang bermain main denganku ya?" kata Refli mendelikkan pandangannya.


"Tidak, aku hanya ingin makan buah yang sudah disiapkan oleh mama" saut Stacey sambil melahap potongan potongan buah di meja mini bar.


"Baiklah, aku ingin ke meja makan..." Refli kemudian menuju meja makan dan bergabung dengan Liza, Rafael dan sepupu sepupu Stella lainnya.


Stacey memakai handuk kimono berwarna putih dan duduk ikut di meja makan. Mereka saling berbincang dan bersenda gurau.


"Kau tau Stacey? Tadi Refli jatoh dari sofa... Dia bilang dia habis bermimpi... Wajahnya tampak bodoh" celetuk Liza sambil terkekeh kekeh.


"Iya, dia pasti habis bermimpi mesum" celetuk Stacey yang juga turut tertawa. Sementara Refli terkejut ketika Stacey mengantakan hal itu. Dia langsung mengalihkan pembicaraan menjadi candaan konyol.


"Kau konyol Refli..." kata Rafael dan sepupu Stella dan yang lainnya sambil terbahak, larut dalam candaan mereka.


"Itulah sebabnya Stella tidak memilihmu..." celetuk Stacey. Dan seketika suasana menjadi hening. Lalu Refli membalas celetukan Stacey "Tidak masalah, karena aku yakin bisa mendapatkan mu..." semua mereka tertawa kembali.


"Kalian sepertinya cocok..." kata salah satu sepupu Stella kepada Refli dan Stacey


"Oh no! I dont like a man who have a dirty mind" kata Stacey sambil tertawa.


"What? Me? You are silly girl" Refli mengacak acak rambut Stacey.


"Menyebalkan sekali... Dont touch my hair please..." kata Stacey yang membalas mengacak acak rambut Refli.


Tiba tiba semua pandang teralih akan kedatangan Stella dan Alvaro yang berjalan menuju meja makan.


"Wah, jadi ini sahabat atau calon Stella?" tanya salah satu sepupu Stella. Dan Stella hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Hello family, Let me introduce my... Mmm aku belum tau harus panggil apa. Tapi yang pasti dia partner kerjaku..." kata Stella mengenalkan Alvaro kepada sepupu sepupunya.


"Oh partner kerja... " saut Rafael saling melirik satu sama lain sambil tertawa.


"Iya... Kalian membicarakan apa sih? Sepertinya seru sekali?" tanya Stella


"Biasa nih Refli dan Stacey, bagaikan kucing dan tikus..." jawab Liza sambil melirik Stacey dan Refli.


Mereka pun saling bercanda, tertawa dan berbagi pengalaman mereka. Sesekali mereka mengejek satu sama lain. Alvaro pun dengan cepat membaur bersama keluarga Mulia di hari itu...




**Jadi gimana nih kisah cinta selanjutnya?


Apa Stella akan menjadikan Alvaro sebagai kekasihnya?


Kenapa Refli gak nyaman dengan kehadiran Alvaro?


Ayoookkk diikutin terus ya kisahnya...


Btw, s****orry ya good readers kalo updatenya agak agak lama. Maklum sambil urus baby. Haha


Jangan lupa tinggalkan jejak : like, comment, rate ⭐⭐⭐⭐⭐ yaaa 😋


Thank you good readers**