
Flashback 7 - Rasa Cemburu
"Hei alien! Bangun... Cepat bangun dari tidurmu..." Albert menepuk pipi Stella dengan perlahan.
"Kenapa kau tak membalas pesan ku?"
"Hei alien! Bangun..."
"Hemmm..." Stella yang sedang meracau dalam tidurnya, tiba - tiba tersentak.
"Albert! Kau ini... Jangan mengagetiku seperti ini... Kalau aku sedang bermimpi enak bagaimana?"
"Ya aku akan berbaring tepat disebelahmu... Aku juga ingin merasakan mimpimu" kata Albert dengan wajah datar menggoda Stella yang hanya menggunakan singlet dan celana pendek.
"Kau memang gila, Albert... Keluar dulu sana, aku ingin mengganti bajuku..."
"Tidak perlu ganti baju, kau langsung mandi saja, temani aku tanding basket..."
"Acaramu sore kan?"
"Iya, tapi kita harus menjemput Alexa juga... Ayo cepat, bersiaplah... Kau tau aku tidak suka terlambat..." Albert menarik tangan Stella sehingga membuat Stella terjatuh tepat diatas tubuh Albert.
"Kau ini, baru bermimpi enak sedikit, langsung mengambil keuntungan dari ku..."
"Apa maksudmu? Kau tau? Terjatuh di dada mu hal paling menyakitkan... Karena kau kurus..." ricau Stella yang menutupi salah tingkahnya.
Pov Stella
Albert, seandainya kau tahu terjatuh di dada mu adalah hal paling menyakitkan bagiku. Apalagi hanya aku yang memiliki perasaan ini. Apakah nanti akan ada kesempatan untuk ku?
Terkadang aku tak dapat membendung perasaan ini. Lirih hati ku setiap kali ku melihat mu bersama mereka.
"Aku sudah siap, ayo kita berangkat"
"Tumben kau menggerai rambutmu? Kau lebih cantik dengan rambut terurai seperti ini. Jika rambut mu terurai setiap hari, aku rasa banyak pria akan bertekuk lutut tepat dihadapan mu..."
"Oia? Apa kau juga akan bertekuk lutut dihadapanku?" Stella menggoda Albert sembari menyeka rambutnya yang masih setengah basah.
"Mungkin saja..." jawab Albert dengan wajah datarnya.
Kadang dia seperti milikku, kadang dia asing bagiku... Albert, kadang aku berharap kita lebih dari sahabat. Namun kau tidak peka akan perasaanku. Dan aku juga terlalu takut merusak persahabatan kita. Pikiranku terlalu jauh membayangkanmu.
"Kita tiba di rumah Alexa. Aku menjemputnya dulu ya, kau disini saja dulu..." Albert keluar dari mobilnya untuk menjemput Alexa.
**
Pov Author
Setibanya di lapangan, Albert bersama tim nya bersiap untuk bertanding. Alexa dan timnya pun mengenakan kostum cheers mereka untuk menyemangati tim basket dari kampus mereka.
Albert dan Alexa tampak begitu mesra di lapangan, sementara Stella yang tepat duduk disebelah Alexa beranjak dari kursinya untuk ke toilet.
"Duh...pakai matamu saat berjalan!", hardik Valencia karena Stella menabraknya saat berjalan ke toilet.
"Maaf aku tak sengaja, permisi", Stella melajukan langkahnya, namun Valencia menahan langkah Stella.
"Ee..ee...no! Pantas saja kau menabrakku, kau menutup matamu untuk melihat sepasang Lovebird ditengah lapang sana ya?" Valencia memutar badan Stella dan menghadapkan pandangannya ke Albert dan Alexa.
"Lihat Stella, Lihat... Kau kini terabaikan... Sudah ku katakan, jangan bermimpi untuk menjadi kekasih Albert", Valencia tertawa puas atas Stella
"Aku tidak cemburu... Aku bahagia selama Albert bahagia... Aku sudah biasa melihat Albert berpacaran..."
"Oia? Tapi kini kau terabaikan... Menyedihkan... Kau memang hanya bayang - bayang saja..." Valencia terus membombardir Stella dengan pernyataan - pernyataan panasnya.
Stella berlalu dan melaju menuju toilet, mengabaikan Valencia.
Ia merasakan ada yang membakar hatinya. Begitu panas terasa, sehingga tak sadar tangannya meremas gagang pintu bilik di toilet. Rasanya air matanya tak terbendung, namun Stella sadar sejak awal dirinya dan Albert hanya berada di zona pertemanan.
Ia pun keluar dari toilet dan berpapasan dengan Raymond.
"Stella, kamu kenapa? Wajah mu kusut sekali"
"Tidak, aku hanya..."
"Heh? Tidak kok, aku baru saja terima telepon... Ada urusan keluarga..." Stella menunjukkan Handphonennya dan berusaha menyembunyikan perasaannya.
"Ya sudah ayo kita kesana, pertandingan akan dimulai..." Raymond merangkul Stella
Selama pertandingan berjalan, cheerleaders terus menyemangati tim basket kampus mereka. Albert dan Alexa saling bertatapan setiap kali ada kesempatan. Hingga pertandingan usai dan kemenangan berada di pihak tim basket Albert.
Tim cheerleaders mempersembahkan sebuah tarian sebagai perayaan kemenangan mereka.
Albert yang duduk tepat disebelah Stella tak pernah melepaskan tatapannya dari Alexa.
"Hei, awas matamu terlepas dari rangkanya..." Stella melambaikan tangan tepat di depan wajah Albert
"Kau sangat mencintai Alexa ya?"
"Entahlah, aku masih memikirkannya..."
"Jangan sampai kau menyakitinya sama seperti gadis - gadis lain ya..."
Albert hanya tersenyum mendengar ultimatum dari Stella.
Alexa datang menghampiri Stella dan Albert. "Selamat ya sayang, kalian hebat... Kamu sangat hebat..." Alexa memeluk Albert dengan kelembutannya.
"Terima kasih untuk semangat darimu... Tubuhmu, gerakmu, tatap matamu, menjadi semangatku..." Albert membalas pelukan Alexa dan mendaratkan tangannya di pinggang Alexa. Stella hanya tersenyum menutupi perasaannya yang kacau.
"Bro and sis, let's go home..." Raymond mengajak Stella, Albert dan Alexa
Stella, Albert, Alexa dan Raymond meninggalkan lapangan menuju perjalanan pulang. Alexa mengajak mereka untuk ke rumahnya. Mereka pun tiba di rumah Alexa.
"Bi, tolong buatin minum dan bikin jus ya buat aku dan teman - teman" Alexa menaikki anak tangga dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Baik non..." saut bibi yang bekerja di rumah Alexa.
Mereka bercerita, bergurau, bercanda tawa hingga hari hampir subuh. Stella dan Albert pun pamit untuk pulang. Sedangkan Raymond menginap di rumah Alexa.
"Aku pulang ya Alexa...Raymond" Stella membereskan barang - barang miliknya.
"Aku pulang ya sayang..." Albert memeluk Alexa dan mengecup kening Alexa.
"Hati - hati ya sayang..." Alexa mengantarkan Albert dan Stella ke halaman rumahnya.
"Sayang...sekali lagi, selamat ya..." Alexa memeluk Albert dengan bangga.
"Hei Lovebird, ini sudah pagi..." Raymond tersenyum kecil melihat Albert dan Alexa.
Stella dan Albert pun pulang...
"Kau akhir - akhir ini begitu sibuk..." Albert menatap Stella
"Iya, aku membuat konser yang tidak kau hadiri... Aku juga sedang menyiapkan magang dan judul skripsiku..."
"Iya, maafkan aku... Aku lupa sekali..."
"Baru kali ini kau melupakan ku..."
"Aku janji, aku akan menghadiri konser mu yang lainnya"
"Itu konser terakhirku..." Stella tertawa diatas lirihnya
"Bagaimana keputusanmu? Kau tetap di Indonesia kan? Kau tidak akan meninggalkan ku kan?"
"Iya, aku akan tetap di Indonesia jika kau menginginkannya..." Stella tertawa kecil.
"Aku ingin kau disini...bersamaku dan Alexa"
Stella termenung dan terbayang kalimat yang dikatakan oleh Valencia.
Rasa bara api cemburu terus membakar hati Stella. Ia terus menggunakan tenaga ekstranya untuk menyembunyikan wajah sedihnya dari Albert.
Lalu, bagaimana selanjutnya?
Ayo terus ikutin episodenya ya sahabat readers yang baik hatinya...