Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 2



Alexandra Dan Mawar Untuk Queen Star


Pov Author


Stella beranjak dari kursi penonton dan segera pergi. Tak sengaja Stella bersenggolan bahu dengan seorang wanita dari bagian masalalunya. Ya, wanita tersebut bernama Alexandra. Seorang wanita cantik, lemah lembut, tubuhnya tinggi 165 cm, namun kini sedikit kurus dan agak pucat. Senyumnya penuh kelembutan dan begitu ramah. Rambutnya hitam, panjang dan lurus terurai.


Namun Stella tidak terlalu menggubris momen tersebut karena Ia terburu-buru sehingga tak menyadari bahwa wanita itu adalah Alexandra.


Demikian Alexandra pun tidak menyadari kalau wanita yang bersenggolan dengannya adalah Stella, temannya dulu.


"Ups, sorry Miss", kata Alexa tersenyum


"Gak apa apa", balas Stella yang langsung berlalu menuju pintu keluar Ballroom Hotel.


Alexa pun ikut mengantri untuk mendapatkan tandatangan Queen Star, karena Alexa adalah salah satu penikmat karya Queen Star.


Alexa menyerahkan novelnya langsung kepada Liza dengan senyum lembut namun lesu.


"Hai, saya Alexandra, salah satu penggemar karya-karya Queen Star. Saya sangat tertarik dengan karya dan kemisteriusan si penulis", tutur Alexa dengan lembut seraya menyeka rambutnya ke belakang kuping.


"Hai, saya Elizabeth, panggil saja Liza. Terima kasih atas perhatian dan kesetiaannya terhadap karya Queen Star", sambut Liza


"Seandainya saya ingin memberikan bunga ke penulis, saya bisa kirim ke alamat mana?", tanya Alexa


"Terima kasih sebelumnya, sis bisa pesan bunga di toko "Rainbow Flora", bilang saja untuk dikirim ke Queen Star. Mereka akan kirimkan pada kami", jawab Liza.


"Oh ya, baiklah, terima kasih untuk informasinya ya. Salam dari Alexa untuk Queen Star", jawab Alexa dengan senyuman.


**


Alexa segera pergi mengunjungi toko bunga tersebut. Ia pergi bersama suami dan anak laki-lakinya. Ia menghampiri suami dan anaknya yang sedang bermain di kolam ikan taman hotel.


"sayang, kita mampir yuk ke toko bunga Rainbow Flower, di Jl. Merah Muda", ajak Alexa ke suami dan anaknya.


"Kita mau kemana mah?", tanya Mario, anak Alexa berusia 5 tahun.


"Kita mau ke toko bunga sayang, mama mau beli bunga untuk idola mamah", jawab Alexa seraya mengelus rambut Mario.


"Yuk pah, kita jalan", ajak Alexa menggandeng tangan Albert, suami Alexa.


"Siap ratuku", jawab Albert dengan Sigap.


Albert memeluk bahu Alexa dan menggendong Mario. Mereka pergi ke toko bunga dan memesan mawar hitam kesukaan Queen Star.


Tiba disana Albert turut menemani Alexa mencari bunga sambil menggendong Mario.


Mata Alexa langsung tertuju pada mawar putih yang terpajang di dekat pintu masuk.


"Mawar putih, ini kesukaan sahabat kecil kamu ya sayang... Apa kabar ya Stella?


"Iya sayang, aku tidak tahu gimana kabar sahabatku itu. Dia pun tidak punya sosial media. Benar-benar hilang kaya ditelan bumi", kata Albert sambil tersenyum.


"Stella itu siapa mah?", tanya Mario ke Alexa


"Sahabat papah, sayang. Seperti kamu dan eunike, sahabatan dari kecil", Alexa menjawab dengan lembut sambil menatap mata Albert.


"Berarti Tante Stella sama papah pacaran dong? Like Eunike and me, mom", kata Mario dengan lugu.


"Coba papah yang jawab", canda Alexa ke Albert


Alexa membeli 20 tangkai mawar, 19 tangkai bewarna hitam dan 1 tangkai bewarna putih untuk Queen Star dan menyelipkan kartu ucapan. Setelah membeli bunga, mereka pun pulang. Dan melanjutkan perjalanan mereka dengan mengendarai mobil. Mereka lanjut bercerita tentang siapa Stella, sahabat Albert.


Dan Mario sangat antusias dengan cerita Albert tentang sahabat kecilnya Stella.


"Tante Stella itu sahabat papah, sangat kenal papah. Hampir tidak ada rahasia diantara kami. Tante Stella itu penampilannya seperti anak laki laki, baju flanel, celana jeans, sepatu kets. Tante Stella itu periang, lincah, kalau tertawa suaranya nyaring. Papah sama tante Stella kemana-mana selalu bersama sebelum ketemu mamah mu", kata Albert kepada Mario sambil menatap Alexa.


"Mamah juga sahabat papah kan?", tanya lugu Mario kepada papahnya.


"Iya dong sayang, mamah sahabat terbaik papah", kata Albert sambil menggenggam tangan Alexa.


"Nanti kalau aku sudah besar, aku mau nikah sama Eunike aja pah mah...", kata Mario dengan lugu.


"Hehe (tawa kecil Alexa mendengar perkataan Mario) kenapa Mario bilang gitu, nak?", tanya Alexa sambil menengok ke kursi belakang mobil.


"Iya, kan kalau nikah sama sahabat jadi bisa sahabatan terus selamanya seperti papah mamah", kata Mario tersenyum kagum


Alexa tersenyum dan memandang Albert yang sedang menyetir mobilnya. Dalam hati Alexa menyadari, satu-satunya sahabat Albert hanyalah Stella, meskipun Alexa telah menjadi istri Albert.


**


Di lain tempat, Liza datang menemui Stella di kamar hotel dan memberitahukan novel-novel yang akan ditandatangani. Dan menyampaikan bahwa akan ada penggemar yang mengirimkan bunga lagi. Namun Liza tidak menyebutkan nama. Mereka bersiap untuk kembali ke Apartemen Stella.


Stella dan Liza pulang menuju Apartemen Stella. Dalam perjalanan Stella dan Liza membahas bisnis yang sedang dikembangkan oleh Stella.


Ya, Stella adalah pekerja keras dan sangat sibuk. Sehingga Stella sulit untuk ditemui oleh siapa pun.


"Sis, laporan peluncuran new brand sudah aku siapkan untuk direview ya. Tapi jangan lupa sempatkan istirahat. Jangan terlalu lelah", kata Liza sambil membuka buku catatan kecil yang berisi jadwal kegiatan Stella.


"Ok, thank you ya sis, you are the best sis!", canda Stella.


"By the way, tadi ada wanita cantik, kurus dan agak pucat gitu titip salam untuk kamu. Tapi aku lupa namanya siapa.", kata Liza sambil berpikir.


"Ya sudah lupakan saja. Nanti kalau ketemu lagi, sampaikan salam balik dari aku ya! Hehe", tawa Stella meledek Liza.


Obrolan demi obrolan berlalu, akhirnya Stella pun tiba di Apartemennya dan menanggalkan satu per satu pakaiannya.


Ia masuk ke bathup untuk membersihkan diri dan bersiap mengecek setiap laporan yang sudah disiapkan oleh Liza...