Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 1



Puisi Rindu


Kasih, dimana kisah kita dulu


Berbagi canda dan tawa


Berbagi keluh kesah bersama


Berbagi energi dalam cerita


Sendu dalam rinduku


Menunggu hadirmu


Beradu dengan waktu


Citaku menunggu ragamu


Ahh mengapa?


Kisah kita menjadi bagian masalalu


Kau berlalu


Cerita kita berlalu..


Ahh..


Rindu...


(Potongan puisi karya Stella)


**


Kembali ke Indonesia


Pov Author


Stella Magnolia adalah seorang pebisnis wanita yang memiliki integritas yang tinggi, namun pembawaannya tenang dan santai.


5 tahun Stella kuliah dan belajar bisnis di London. Sejak saat itu cerita kehidupan pribadinya menjadi sangat misterius.


Dalam masa kesendiriannya, Stella senang sekali menulis puisi dan novel.


Hingga tak sengaja Elizabeth, melihat tulisannya dan begitu tertarik ketika Stella sudah kembali dari London.


Elizabeth dipanggil Liza, adalah sepupu Stella, orang yang sangat dipercaya Stella untuk menyimpan rahasianya. Saat Stella kuliah di Indonesia, Stella dan Liza selalu berkomunikasi dengan Skype, karena Liza kuliah di Singapur. Setelah lulus kuliah, Liza kembali ke Indonesia.


Liza adalah sosok yang bersemangat, tinggi 165 cm, memiliki warna kulit coklat eksotis, tubuh tinggi dan ramping, rambut keriting panjang dan bewarna pirang.


"This is the best story and poetry yang pernah ku baca", kata Liza


"Oh ya? Itu cuma iseng aja, luapan jutaan kata dalam renungan", jawab santai Stella


"Sepertinya sejak kejadian itu, kamu benar benar jadi sosok yang melankolis ya", tawa Liza meledek Stella.


Ya, sejak kejadian yang menyakitkan, hati Stella begitu tertutup untuk cinta yang baru. Liza yang sangat tertarik, menyuruh Stella untuk menerbitkan karya-karyanya.


Awalnya Stella tidak setuju, namun karena Liza selalu memaksa, akhirnya stella setuju dengan syarat merahasiakan identitas Stella disetiap karyanya.


Setahun berlalu, beberapa karya sudah diterbitkan dan penggemarnya selalu penasaran akan karyanya terlebih siapa penulis aslinya.


Stella tak pernah menggunakan nama aslinya dalam setiap novel dan puisinya.


Dalam biografinya pun Stella tak pernah melampirkan foto.


Setiap kali melakukan peluncuran novelnya, Stella selalu diwakili oleh Liza, sepupu yang kini menjadi Manager Stella.


"Sis, kita akan melakukan launching novel lagi di Ballroom Hotel X", Liza memberitahu jadwal kepada Stella yang sedang termenung di jendela.


"Ok Liz, persiapkan segala sesuatunya dengan baik ya. Aku pantau dari kursi belakang ya!", canda Stella.


"yes sis, as always!", jawab sigap Liza.


Liza selalu menyiapkan peluncuran karya-karya Stella dengan sempurna.


Dan penggemar karya Stella selalu memenuhi ruangan. Namun Stella tak pernah duduk di kursi yang seharusnya diduduki. Stella selalu duduk dikursi penonton, paling belakang dan seperti orang biasa. Memantau setiap detil acara peluncuran karya-karyanya.


***


Peluncuran Novel Karya Stella (Little Bird)


Pov Author


Liza mengumumkan judul dan sedikit sinopsis ceritanya. Mengajukan sesi tanya jawab kepada pemburu berita dan penggemar karya-karya Stella yang menggunakan nama samaran "Queen Star".


Pertanyaan penggemar 1 :


"Kak, kenapa penulis selalu merahasiakan identitasnya? Apakah ini bagian dari strategi pemasaran?"


Penggemar 2 :


"kali ini penulis memberi judul "Little Bird", apa yang ada di benak Queen saat memikir judul ini?"


Penggemar 3 :


"Kapan Queen Star akan memunculkan dirinya ke media, kak? Dan apakah kisah di Novel ini akan dibawa ke dunia film?"


Liza dan tim hanya mempersilakan 3 penanya dan segera menjawab pertanyaan tersebut.


Liza menjawab pertanyaan #1


"Sebenarnya tetap merahasiakan identitas adalah permintaan penulis karena memang penulis hanya ingin menyuguhkan karya untuk dinikmati pembaca"


Liza menjawab pertanyaan #2


"Tentu penulis memikirkan hal yang indah sebagai inspirasinya"


Liza menjawab pertanyaan #3


"Kami belum dapat memastikan". Kata Liza, tersenyum menjawab semua pertanyaan dengan singkat.


Sesi tanya jawab pun selesai. Dan acara berlanjut pada coffee break dan pembagian goody bag. Seperti biasa, bagi penggemar yang ingin memiliki tandatangan Queen Star, wajib menyerahkan novel dan alamat mereka untuk diserahkan kepada Stella dan dikirim kembali ke alamat penggemar.


Liza pun menatap kursi penonton dan memberi kode pada Stella yang saat itu berpenampilan sporty dan menggunakan kacamata fashion, menyatakan bahwa acara peluncuran Novel sudah selesai.


Stella pun beranjak dari kursi tamu dan tak sengaja bersenggolan bahu seorang wanita yang pernah dikenalnya dulu...