
Lembaran Baru
Pov Stella
"Aku benar - benar baru mendengar ceritamu secara utuh. Dan itu sungguh menyayat hatiku juga. Tapi kamu harus move on sis. Kamu harus membuka lembaran baru" Liza memeluk erat Stella setelah mendengar kisahnya dengan Albert secara utuh.
"Iya, aku sedang belajar membuka hatiku untuk seorang laki - laki yang menunggu ku dengan setia" Stella tersenyum dan menyeka air matanya.
"Kau bisa membuka hatimu untuk Refli atau pun Alvaro. Keduanya cocok untukmu..." Liza menggoda Stella dan berusaha menjadi mak comblang diantara mereka.
"Hm... Besok aku mengajak Refli untuk pertemuan keluarga. Aku tidak mau Papa mengenalkan aku dengan orang lain" Stella mengambil handphonenya dari balkon dan menutup aplikasi CCTVnya.
"Iya, itu terserah padamu. Yang penting kamu move on. Gak mungkinkan kamu terus menggalau hingga masa tua mu" Liza selalu berusaha untuk menghibur Stella dan mengingatkannya agar membuka hati.
"Iya, terima kasih ya untuk selalu mengingatkan aku. Lalu bagaimana kau dan Rafael? Kapan kalian akan menikah?"
"Setelah dia punya otot bisep" jawab Liza sambil tertawa dan melihat bunga dari para penggemar Stella sebagai Queen Star.
"Sis, ini bunga bunga yang sudah layu, aku buang saja ya..." Liza berjalan ke meja yang penuh bunga dan mengangkat bunga - bunga yang layu untuk dibuang, kemudian secara tak sengaja kartu ucapan dari Alexa melayang tepat kearah Stella.
"Alexandra?" Stella mengernyitkan dahi dan membuka kartu ucapan tersebut.
-Alexandra-
I want to mee you
"Kenapa sis? Apa isi kartunya?" tanya Liza yang menghampiri Stella dan membawakan bunga dari Alvaro.
"Waktu kamu bilang ada yang titip salam untukku, perempuan cantik kurus, maksud kamu Alexa?" tanya Stella mengingatkan Liza akan pesan yang pernah disampaikan ke Stella setelah peluncuran novelnya.
"O em ji!!! Iya benar... Aku baru tersadar. Omaigat! Dia lihat aku sama kamu lagi ya pas malam amal?" Liza sangat terkejut mengenang kejadian - kejadian di hari lalu.
"Jangan sampai Alexa tau Queen Star itu aku. Karena beberapa karya ku menuliskan kisah ku dan Albert" Stella sedikit panik jika jati dirinya sebagai Queen Star diketahui oleh Alexa.
"Iya, kita akan pikirkan cara agar dia tidak tau Queen Star itu kamu" jawab Liza sambil menggigit kuku ibu jarinya.
"Ya sudah nanti saja kita pikirkan. Besok apa saja yang harus aku kerjakan. Sepertinya senin - jumat aku cukup padat. Dan sabtu ada acara keluarga kan?" Stella berusaha untuk tidak panik dan fokus untuk pekerjaan esok.
"Oke sis! By the way, ini ada bunga dan kartu ucapan dari Alvaro" Liza memberikan bunga mawar merah segar dengan kartu ucapan wangi parfum yang sering dipakai oleh Stella.
"Hmmm... Alvaro sungguh orang yang sangat detail. Dia memberikan aroma parfum yang sering ku pakai pada kartu ini" Stella mengendus perlahan aromanya dan tersenyum.
"Sepertinya kau akan move on dengan cepat" senyum Liza menyeringai dengan tatap nanar.
"Hentikan ekspresimu itu" Stella tertawa melihat ekspresi bodoh Liza
"Enaknya kita spa ya, karena besok kita akan sangat sibuk" Liza mengajak Stella untuk memanjakan diri.
"Boleh... Yuk... Aku ingin massage rasanya" Stella menggerakkan kepala dan bahunya.
Stella dan Liza pun pergi ke tempat Spa untuk melakukan perawatan tubuh.
Sepanjang jalan Stella dan Liza tak hentinya membahas pekerjaan dan peluncuran novel selanjutnya.
Mereka pun tiba di tempat spa dan bertemu dengan Manager baru di tempat Spa, Rebecca, orang yang sangat membenci Stella saat di bangku SMA.
"Stella???? Kamu Stella kan???" Rebecca terkejut melihat perubahan Stella saat ini.
"Iya becca, ini aku..." Stella tersenyum ramah dan lembut
"Bagaimana kabarmu? Aku tidak pernah lagi mendengar kabar kamu. Terakhir yang aku tau Albert memilih wanita lain ketimbang kamu ya" Rebecca menyentil Stella dengan kisah masa lalunya. Sungguh ini hari yang sangat gloomy bagi Stella.
"Kami ke tempat ini untuk perawatan, bukan nostalgia" jawab Liza dengan ketus karena sikap Rebbeca.
"Oh ya, baiklah, kebetulan sekali tempat ini sedang penuh. Silakan cari tempat spa yang lain", jawab Rebecca dengan angkuh dan tatapan mata yang sinis.
Liza ingin membentak Rebecca, namun Stella menahannya dan tetap tersenyum. Kemudian datang pegawai yang biasa melayani Stella dan Liza membisikkan sesuatu ke telingan Rebecca yang membuat Rebecca tercengang.
"Maaf bu, Nona Stella adalah tamu prioritas dan sahabat pemilik spa tempat kita bekerja"
"Baguslah kau memberi tau manager baru mu ini siapa kami..." Liza membalas tatapan sinis dan menorehkan senyum simpul di wajahnya
"Silakan Stella..." Rebecca mempersilakan Stella dan Liza.
"Ibu atau Nona. Bukan sebut nama..." Liza mengingatkan Rebecca untuk bersikap sopan. Rebecca pun pergi dari ruang tersebut.
**
Pov Rebecca
Ini sungguh menyebalkan! Siapa dia sampai mendapat tempat prioritas. Padahal dulu Stella hanyalah perempuan kecil, kurus dan tak menarik. Sekarang dia berubah total. Tapi untunglah dia tak jadi dengan Albert. Mengenaskan sekali dirinya.
"Kalian tau siapa perempuan itu? Mengapa dia mendapat prioritas disini?" Rebecca bertanya dan menampakkan rasa kesal di wajahnya.
"Ibu Stella sahabat baik Ibu Gabby, Bu... Dulu mereka membangun spa ini bersama. Namun Ibu Stella lebih memilih untuk fokus dengan usaha Es krimnya" salah satu pegawai menjelaskan siapa Stella padanya.
Bagaimana bisa Stella lebih dariku. Seharusnya aku yang lebih darinya. Dia hanya wanita biasa saja.
"Bu, kenapa ibu jadi bengong?" tanya seorang pegawai yang membuat Rebecca tersadar dari lamunannya.
"Tidak apa apa, ya sudah, kalian layani saja dia bersama temannya itu." jawab Rebecca yang langsung berlalu dari hadapan si pegawai.
**
Stella dan Liza pun selesai melakukan Spa bertepatan Alvaro menghubungi Stella.
Alvaro : Are you busy today?
Stella : So, busy :)
Alvaro : Tapi sepertinya aku melihat mobil mu parkir (mengirimkan gambar mobil Stella yang sedang terparkir di halaman tempat mereka Spa)
Stella : Are you following me?
Alvaro : I am the shadow
Stella : Okay Mr. Shadow. What do you want?
Alvaro : Wow, so to the point. Aku kesana ya?
Stella : Baiklah :)
"Hai Stella"
"Hai Liza" Sapa Alvaro dengan mencium pipi kanan Stella dan Liza.
"Hai" balas Stella dan Liza.
"Hmmm sepertinya aku akan jadi obat nyamuk. Mana kunci mobil?" Liza meminta kunci mobil dari Stella agar ia pulang lebih dulu.
"Apa kau akan meninggalkanku, sis?" tanya Stella menyeringai
"Kau bersama Alvaro kan sis?" jawab Liza dengan lirikan mengejek
"Aku akan mengantar mu pulang..." Alvaro tersenyum memandang Stella.
"Have fun you both!" Liza berlalu untuk pulang.
Stella dan Alvaro pun pergi dari tempat Spa. Dan sepasang mata melihat Stella dan Alvaro dengan sinis.
.
.
.
Naaaah Episode 17 ini lompatan dari Episode 10 dimana kalian akan membaca kisah kisah flashback sejak kehadiran Alexa hingga patah hatinya Stella.
so jangan bingung dengan alur cerita maju - mundur cantik yaaa, good readers 😄❤
jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini yaa 😘