Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 14



Flashback 6 - Cinta Bersemi


Pov Author


Albert tak dapat memungkiri, Alexa seperti memiliki daya magnet yang kuat.


Jemari indah yang menari diatas tuts piano pun membuat Albert ingin menggenggam dengan erat tangan Alexa dan merasakan kehangatan tubuhnya.


Tepukan dari arah pintu memecah fokus setiap orang di dalam ruangan itu.


"Alexa...permainan mu sangat indah...", Albert berjalan masuk menghampiri Alexa dan tak berhenti menatap mata almond milik Alexa.


"Ini dia, Albert dengan aksinya...kau harus berhati - hati dengan bius rayunya ya Alexa... Jika ada apa - apa denganmu, Raymond akan memasukkan ku ke dalam karung...", Stella bergurau sambil merangkul bahu Alexa.


Latihan pun selesai, Albert meminta Alexa untuk pulang bersamanya.


"Kau tidak keberatankan aku pulang bersama Alexa?", Albert bertanya kepada Stella seraya memandang Alexa dengan sorot mata yang begitu menginginkan kebersamaan dengan Alexa.


"Tidak, masalahnya Alexa mau gak pulang sama kamu?" jawab Stella sambil memastikan Alexa


"Apa kau menerima ajakan Albert, Alexa?"


"Tidak, aku pulang sendiri saja. Aku membawa kendaraan pribadi. Lagi pula sikap dinginmu akan membuatku terasa kaku" Alexa menjawab dengan santai sedikit bergurau sambil menatap dalam tatapan tajam Albert.


Belum pernah Albert mendapat penolakan, apalagi dihadapan orang banyak. Namun itu membuatnya semakin tertantang untuk mendekati Alexa.


Alexa keluar ruangan meninggalkan Stella dan Albert.


"Ayo alienku, kita pulang...", Albert merangkul Stella sambil menyeretnya dengan gemas.


"Auw, pelan - pelan bodoh! Leherku sakit..." Stella membenarkan kunciran rambutnya sembari berjalan mengikuti langkah Albert


"Dia menolakku, aku penasaran dengannya. Baru kali ini seorang wanita menolakku. Dia akan ku dapatkan..." Albert mengungkapkan keinginannya kepada Stella


"Jangan sampai kau menyakitinya. Dia sepupu sahabat mu sendiri, Albert." Stella mengingatkan Albert. Namun Albert hanya merespon secukupnya.


Stella tidak menyadari bahwa Albert benar - benar jatuh cinta pada Alexa.


**


Hari berganti hari, Albert terlihat semakin dekat dengan Alexa. Stella yang sedang sibuk mengurus konser demi konser untuk penggalangan dana, membuat Albert dan Alexa sering terlihat berdua disetiap sudut - sudut kampus. Timbul benih - benih cinta yang terus disirami oleh kebersamaan mereka. Alexa sering menemani Albert berlatih basket, demikian juga Albert menemani Alexa latihan cheerleaders.


"Duh, kalian udah kaya Lovebird yaaa... Stella kemana? Jadi jarang keliatan...", Raymond meledek kebersamaan Albert dan Alexa ketika berkumpul di kantin kampus.


Stella muncul dari arah lobby kampus, menghampiri Albert, Alexa, Raymond dan tim basket.


"Seperti biasa, sabtu ini kalian datang ya ke konser mini ku dan timku, untuk penggalangan dana sosial", Stella mengundang teman - teman untuk turut serta berpartisipasi di acara konser.


"Siaaap!", saut Raymond dengan sigap


"Kau sangat dermawan Stella, aku kagum padamu...hatimu begitu baik", Alexa memuji kebaikan hati Stella yang selalu mengadakan penggalangan dana.


"Itu sebabnya badannya kecil dan sedikit dekil... Karena dia banyak memikirkan orang lain dan turun ke jalan - jalan...", Albert meledek Stella sambil mengelus kepala Stella.


"Albert, kau selalu seperti ini... Menyebalkan sekali...!!"


"Bagaimana hubungan kalian? Sepertinya kalian semakin berbunga - bunga" Stella memberikan tatapan menggoda Albert dan Alexa.


"Tapi kau harus tetap hati - hati ya Alexa"


"Iya, aku pasti berhati - hati dengan laki - laki satu ini. Karena setiap kata - katanya memiliki obat bius", Alexa memberikan tatapan menggoda Albert sambil tersenyum


"Yaaa beginilah Love bird" saut Raymond dan teman - teman lainnya.


"Albert, nanti temani aku beli kostum ya...


Aku mendapat tugas mengurus kostum untuk konser nanti", kata Stella


"Aku sudah lebih dulu berjanji untuk menemani Alexa latihan dansa...", jawab Albert


"Mmm kalau kamu mau antar Stella, gak apa - apa kok, aku bisa sendiri ke tempat dansa", saut Alexa


"Tapi aku sudah lebih dulu berjanji denganmu", saut Albert


"Besok aku latihan basket..." saut Albert


"Oh, baiklah... Kalau gitu mungkin aku bersama teman lainnya saja", kata Stella yang sedikit merasa kehilangan waktu Albert.


Semakin hari Albert dan Alexa seperti sepasang Love bird yang memadu kasih dan persinggahan mereka seperti ranting menyaksikan kisah kasih mereka.


Sedangkan Stella merasa Albert semakin jauh darinya. Biasanya Albert selalu melibatkan Stella, tapi tidak kali ini.


**


Konser mini yang dibuat oleh Stella dan timnya berjalan dengan sukses, mereka mendapat banyak donasi untuk kegiatan sosial mereka.


Stella mengirimkan pesan ke Albert


(17.00) Stella : Albert, kau dimana? Kenapa tidak hadir di acara konser ku? Apa kau sudah lupa dengan sahabat mu?


Namun Albert belum juga membalas pesan Stella hingga acara beres dan semua tim membenahi sisa - sisa konser mereka.


Stella kembali mengirimi Albert pesan


(21.00) Stella : Hei bodoh, bisakah kau menjemputku?


Albert tak kunjung membalas whatsapp Stella. Ia pun tak sengaja bertemu dengan Raymond yang baru saja selesai latihan basket.


"Raymond, apa kau melihat Albert? Sejak pagi aku tak bertemu dengannya. Bahkan dia tidak membalas pesanku" Stella merasa kehilangan Albert.


"Tadi dia bersama Alexa mampir ke kampus, tapi hanya sebentar, dan mereka pergi lagi entah kemana." terang Raymond yang membawa bola basket.


"Kau mau pulang? Ayo aku antar..."


"Heh? Baiklah... Ayo antar aku pulang..." Stella memberi wajah ceria menutupi rasa kecewa di hatinya.


"Kau sudah semakin jarang terlihat bersama Albert? Dulu Albert selalu membawa mu meskipun sedang pacaran..." Raymond tertawa kecil meledek Stella


"Iya, mungkin aku terlalu sibuk mengurusi konser, magang dan persiapan skripsi ku..." Stella berpikir bahwa dirinya lah penyebab hubungannya dengan Albert semakin jauh.


"Bagaimana persiapan skripsimu? Apa rencanamu setelah lulus kuliah?" tanya Raymond sambil menoleh ke arah Stella.


"Aku baru menemukan judul...mungkin minggu depan akan aku ajukan. Papa ku memintaku untuk kuliah diluar Negeri kemudian kembali untuk melanjutkan bisnisnya", Stella terus menerus mengecek Handphonenya.


"Kau menunggu Albert menghubungimu?" tanya Raymond


"Heh?" Stella memberikan ekspresi bingung


"Tidak, aku hanya melihat jam..."


"Besok kami ada pertandingan basket, hanya permainan biasa, bukan perlombaan. Albert sudah bilang padamu?" tanya Raymond


"Belum, mungkin dia ingin bilang tapi aku terlalu sibuk. Baiklah, besok aku hadir", jawab Stella


"Kita tiba di rumahmu, selamat beristirahat ya..." kata Raymond dari dalam mobilnya


"Terima kasih ya sudah mengantarku... Sampai jumpa besok ya", Stella melambaikan tangannya


Setibanya di ruma Stella membersihkan dirinya dan kembali mengecek handphonenya. Namun balasan pesan dari Albert tak juga kunjung muncul.


Hingga Stella hampir tertidur...


Tingg...


Albert : Stella, maaf aku tak hadir di konsermu dan mengantarmu pulang. Aku seharian bersama Alexa menemaninya ke rumah paman dan bibinya.


Stella dengan cepat tersadar dan membuka handphonenya. Ia membaca pesan dari Albert dengan wajah yang kecewa.


Stella : Oh begitu... Enggak apa - apa yang penting kalian sehat dan selamat... Sampai jumpa besok


Albert : Gimana konsermu?


Stella tak membalas pesan Albert dan memilih untuk beristirahat.