Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 4



Makan Malam Dan Puisi Untuk Stella


Pov Author


Refli terkejut melihat penampilan Stella dengan gaun tanpa lengan berwarna merah, panjang dibawah lutut. Stella tampak anggun dan sangat berbeda dari biasanya.


Kakinya tampak jenjang dengan sepatu heelsnya.


"Wow!", Refli menatap Stella dengan wajah terpesona.


"Gak usah berlebihan, aku memang selalu cantik", kata Stella mencairkan suasana.


"Baru kali ini kamu secantik ini dinner sama aku. Biasanya kamu ga seserius ini", kata Refli bingung dan terpanah.


"Ohh ya sudah aku ganti baju lagi nih?", Stella membalikkan badannya.


"Ettss, jangan dong..."


"Ayo kita berangkat, dinner sudah menanti", Refli menarik tangan Stella.


Refli dan Stella berangkat ke sebuah restoran yang sudah di reservasi oleh Refli.


Dalam perjalanan, Refli selalu mencuri pandang kepada Stella.


Refli memperhatikan setiap sudut dan lekuk tubuh Stella. Rambut terikat, make up tipis Stella, heels yang membuat kaki Stella tampak jenjang.


"Bisa gak kamu stop curi pandang, Ref?"


"Kamu kaya serigala tau gak sih?", kata Stella sambil bergurau.


"Enggak, kamu terlalu menggiurkan untuk dilewatkan", jawab Refli.


"What, maksud kamu aku mangsa?", tanya heran Stella.


"Iya, kan kamu bilang aku serigala, berarti kamu mangsanya", jawab Refli meledek Stella.


"Ow ow ow jadi aku cuma mangsa ya?...", Stella merajuk


"Uw uw uw jangan ngambek dong...aku bercanda"


"Kita sudah mau sampai nih...",


"Silakan Tuan Putriku", rayu Refli sembari turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Stella.


Refli dan Stella tiba di Restoran dan duduk di meja yang telah di reservasi. Mereka pun lanjut bercerita sambil menunggu pesanan.


Refli telah menyiapkan malam spesial itu dengan baik. Ia menyiapkan Grup Musik yang ada di Restoran itu. Dan mempersembahkan satu buah lagu untuk Stella. Stella benar-benar sangat merasa terharu dan diperlakukan begitu spesial oleh Refli.


Ya, Refli tak pernah bosan untuk menunjukkan rasa cintanya pada Stella, walau Stella sulit untuk membuka hatinya.


Namun tidak pada malam ini...


(Stella mendengarkan nyanyian sambil menatap Refli)


"Kamu benar-benar... You always make me like a Queen", kata Stella tersipu-sipu


"Because you deserve the best of me..."


"aku akan selalu menunggu, sampai kamu buka hati untuk lebih dari sahabat", menggenggam tangan Stella.


Musik pun selesai dan salah satu dari anggota Grup Band memberikan bunga pada Stella.


Mereka melanjutkan makan mereka sambil bercerita...


"Thank you for what you have did, Ref...", Stella tersenyum pada Refli.


"Iya, enggak usah nangis... Aku butuh hati bukan air mata...", kata Refli meledek Stella.


"Ih kamu nih, selalu yaaa..."


"Akhir bulan ini, aku ada acara makan bersama dengan keluarga besar. Kamu ikut ya?", ajak Stella.


"Wow, apa ini artinya kamu membuka hati buat aku?", tanya Refli.


"Entahlah, mungkin kali ini aku berkrompomi dengan hatiku", Stella tersenyum.


"Aku harap kamu membalas perasaan, bukan hanya chat ku", kata Refli sambil bergurau.


Obrolan demi obrolan pun berlalu, Refli dan Stella menyudahi makan malam bersama mereka. Refli meminta izin untuk ke toilet terlebih dahulu. Saat membuka pintu toilet Refli berpapasan dengan Albert yang juga sama-sama ingin ke toilet.


"Terima kasih", jawab Refli dengan senyum.


Refli dan Albert pun masuk dan keluar bilik yang berbeda secara bersamaan. Ketika mencuci tangan, mereka saling bertegur sapa.


"Bersama pacar atau istri, pak?" , tanya Refli.


"Saya bersama istri dan anak saya... Bapak sendiri dengan siapa?", jawab Albert tersenyum.


"Wah paket lengkap ya. Baiklah, salam kenal, Pak", Refli mengulurkan tangan untuk berjabatan dengan Albert.


Refli dan Albert pun keluar dari toilet. Refli menemui Stella dan mereka menuju parkiran.


"Tadi aku ketemu laki-laki sepantaran aku sepertinya. Dia kesini sama istri dan anaknya", kata Refli memulai percakapan.


"Oia? Terus kamu kenalan?", tanya Stella


"Kenalan, tapi aku lupa nanya nama", jawab Refli sambil tertawa


"Tapi laki-laki beruntung, bisa bawa istri dan anaknya", kata Refli sambil melirik Stella.


"Kamu juga beruntung bawa sahabat kamu yang satu ini", jawab Stella


"Hmmm...seandainya lebih dari sahabat. Ini, jangankan perasaan, kadang chat pun tak terbalas", Ledek Refli.


"Ya ya ya...kasih aku waktu untuk berpikir"


"Jangan lupa ya akhir bulan ini, temani aku", kata Stella sambil tersenyum penuh wibawa.


"Baiklah, sahabat...", jawab Refli.


Ditengah perjalanan Refli menghentikan mobilnya, kemudian Ia keluar dari mobil dan naik ke atap mobil. Stella tidak terkejut, karena Refli sering melakukan hal konyol menurut Stella.


"Kamu tau diantara semua bintang di langit, siapa yang paling bercahaya?"


"Hanya dirimu, karena kamu bintang yang jatuh tepat dihadapanku"


"Kamu tau bisik angin dari mana yang mendesahkan suaranya?"


"Dari arah bibirmu..."


"Wahay pujaanku, tataplah aku yang candu ini..."


Refli membacakan puisi untuk Stella dan banyak orang melihat aksi Refli. Stella hanya tersenyum melihat Refli.


"Sudahilah kegilaanmu...", kata Stella sambil tertawa.


"Kalau aku harus gila karena mencintaimu, maka aku akan memilih terus jatuh dalam cintamu", jawab Refli.


"Hahaha ya sepertinya kamu sudah gila", kata Stella tertawa.


Mereka pun tiba di Apartemen Stella dan Refli segera pulang ke rumahnya.


Stella pun langsung membersihkan diri dan mandi dengan air hangat. Ia merenung ketika air mengalir membasahi kepala hingga ujung kaki.


"Apa aku bisa menjalani hubungan dengan Refli sementara setengah hati ku telah mencintai orang lain begitu lama...", renung Stella sambil memejamkan mata saat air membasahi tubuhnya.


"Cinta,


Jika wanita adalah sebuah tulang rusuk dari pria.


Maka pasangkanlah aku pada pria


yang kau kehendaki.


Jika ini bukan saatnya,


Maka biarlah aku menjadi rusuk ditubuhmu.


Dan menenggelamkan hatiku dalam hatimu. Hingga tiba dia yang tepat di waktu yang tepat yang menemukan ku sebagai rusuknya dan tenggelam bersama dalam hatimu."


Sebelum Stella memejamkan matanya, ia membaca pesan singkat dari Refli.


"Aku sudah tiba ya di rumah. Jangan lupa tutup matamu saat ingin tidur", kata Refli menggoda Stella.


Malam pun semakin larut...