Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 23



"Alexa... Sayang... Bangun... Alexa..."


Pagi itu Alexa memejamkan matanya lebih lama, bahkan ia menutup telinganya dari suara yang memanggil - manggil namanya. Albert terus mengguncang tubuh kurus Alexa, namun tak ada respon darinya.


"Mama!! Papaaa... Mamaa..."


Jerit dan tangis Mario melihat gelagat Albert yang panik. Si Bibi langsung menggendong Mario dan menenangkannya.


Langkah Albert begitu cepat untuk pergi ke Rumah Sakit tempat Alexa biasa menerima perawatan. Hingga akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit.


"Dokter, Dokter... Saya minta tolong segera Dokter...penanganan untuk istri saya... Mohon segera Dokter"


Dokter dan perawat bergegas membawa Alexa ke ruang ICU. Albert, Mario, dan Si Bibi menunggu di luar ruangan. Albert tersadar akan tangisan Mario. Ia pun menghela nafasnya.


"Mario...jangan nangis ya sayang... Mama tidak apa - apa. Tadi Papa hanya terkejut saja. Tapi mama akan baik - baik saja ya, nak." Albert berusaha menenangkan Mario dan memeluknya.


Albert menitipkan Mario pada si bibi dan bergegas mengurus administrasi medis. Tak sengaja Stella melihat Mario yang digendong oleh bibi. Stella memutar langkahnya dan menghampiri Mario yang berurai air mata.


"Sayang, Mario lagi apa disini? Papa Mama mana? Kok Mario nangis, nak?"


Tanya Stella yang bingung melihat raut kesedihan di wajah Mario.


"Tante... Mama... Mamaaa... Mamaa..." sambut Mario dengan isak tangis. Stella pun memeluk Mario dengan erat.


"Kenapa, Bu? Ada apa dengan Alexa?" tanya Stella kepada si bibi yang menjaga Mario.


"I-iya Bu... Bu Alexa... Sakit bu... Tadi pagi sakitnya ka-kambuh Bu" jawab si bibi dengan kikuk.


"Kambuh? Sebelumnya sakit apa, Bu?" tanya Stella terheran dan berusaha mencari tahu keadaan Alexa.


"Ibu Alexa mengidap kanker Bu... Tapi ibu jarang mau fisioterapi. Katanya sakit, Bu. Jadi Bapak tidak pernah bisa memaksa Ibu Alexa untuk berobat" terang si bibi.


Sontak hal tersebut membuat Stella terkejut dan menahan air mata yang mulai memenuhi kelopak matanya. Ia menundukkan wajahnya dan menarik nafas sedalam - dalamnya.


"Mario sayang, tenang ya nak... Mama baik - baik saja. Dokter disini hebat - hebat kok. Yuk kita sama - sama berdoa supaya mama cepat pulih" Stella membelai rambut Mario dan menyeka air matanya dengan tisu.


Dari kejauhan Albert menghentikan langkahnya dan melihat Mario bersama Stella.


"Stella..."


Perlahan ia menghampiri mereka. Air mata Albert hampir terjatuh dari sudut matanya.


"Albert..." Stella langsung memeluk Albert tanpa basa basi.


"Kamu kenapa tidak memberi tahu ku?"


Albert tidak menjawab pertanyaan Stella. Ia hanya memeluk Stella dan menangis di bahu mungil milik Stella.


Keadaan hening sejenak, hingga Dokter keluar dari ruang ICU.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Albert dengan sigap.


"Kami masih berusaha melakukan penanganan yang terbaik. Mohon bersabar ya, Pak. Semua baik - baik saja" Dokter berusaha menenangkan keadaan hati Albert.


"Ya sudah, kamu tunggu disini ya. Aku boleh ajak Mario untuk lunch?" tanya Stella pada Albert.


"Mario maukan ikut tante makan dulu? Mario pasti lapar... Tuh sudah bunyi perutnya kerucuk kerucuk..." Stella berusaha menghibur Mario yang masih bersedih.


Stella, Mario dan si bibi pun pergi untuk makan siang.


Mario cukup terhibur dengan kehadiran Stella yang begitu tulus. Pelukan dan senyuman hangat Stella disambut dengan ketulusan hati seorang anak kecil. Mereka pun kembali ke ruang tunggu dan menghampiri Mario yang sedang berada di ruang ICU.


Mario langsung berlari ke dalam ruang ICU dan memeluk Alexa. Stella hanya menatap melalui jendela dari luar ruangan. Alexa lalu melambaikan tangannya kepada Stella.


Tak sadar air mata Stella terjatuh dari kedua sudut matanya.


"Katakan pada Stella, aku baik - baik saja..." Alexa mengenggam tangan Albert dan memintanya untuk menghampiri Stella.


"Tapi kamu gimana?"


"Aku butuh istirahat... Aku baik - baik saja... Ajak Mario sayang, supaya Mario pulang bersama bibi"


"Mario sayang, mama kan lagi sakit, nak. Tuh lihat peralatan di badan mama... Besok Mario kesini lagi ya..." Alexa mencium kening Mario. Mario pun pulang bersama si bibi dan pak supir.


"Aku keluar dulu ya sayang..."


"Iya...sampaikan salamku untuk Stella, terima kasih sudah menjaga Mario"


Albert menemui Stella yang bediri diluar ruangan dan mereka pergi ke ruang tunggu.


"Alexa bilang terima kasih sudah menjaga Mario" Albert tertunduk lemas memikirkan keadaan istrinya.


"Sejak kapan Alexa mengidap kanker?" Stella menatap mata Albert, air matanya membasahi pipi. Itulah pertama kali Stella melihat Albert menangis. Ia pun memeluk Albert, sahabatnya. Stella teringat masa - masa yang mereka lalui saat dulu kala.


**


Flashback 9


Albert datang menghampiri Stella yang termenung di taman Kampus. Ia ingin mengejutkan Stella yang seorang diri, namun Stella memeluknya erat.


"Hei...apa maksudnya ini? Tiba - tiba kau memeluk ku?" Albert terkejut dan heran.


"Entahlah, kau sahabat terbaikku. Dan berat rasanya jika aku melalui hari tanpamu"


Stella menyandarkan kepala di dada Albert, ia menceritakan perdebatan dengan orang tuanya.


"Kau pasti bertengkar lagi dengan papamu" Albert tertawa kecil.


"Papa mau aku keluar negeri. Aku tidak mau... Aku ingin disini saja..." Stella merajuk.


"Kau seperti anak - anak. Kau bisa menjelaskan pada papamu apa yang kau inginkan. Tidak perlu berdebat"


"Papa memaksaku..."


"Baiklah, aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi" Albert menghibur Stella.


"Benarkah??? Sungguh???" Mata Stella berbinar dan ia terharu. Ia memeluk Albert dengan begitu erat.


"Kau sahabat terbaikku" Albert memeluk Stella dengan erat.


**


Stella tersadar dari khayalannya.


"Terima kasih kau hadir disini..." Albert melepaskan pelukannya dari Stella.


"Kau sahabat terbaikku..." Stella tersenyum.


"Baiklah, kembalilah pada Alexa. Aku akan pulang. Besok aku akan datang lagi..." Stella mengangkat tubuhnya dari kursi dan melaju menuju pintu keluar.





Hai good readers,


Maaf ku baru update lagi.


Segera aku upload update episode lainnya ya.


Tetap setia menanti aku...


Dan jangan lupa saran serta kritik kalian.


Jangan lupa juga rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Love you all!