Love in Friendship

Love in Friendship
Episode 10



Rahasia


Albert tiba di rumah dan Alexa menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Gimana perasaan kamu sayang? Sudah enakkan?", tanya Albert pada Alexa.


"Sudah kok sayang, kamu bersihkan diri dulu ya, biar kita berangkat ke toko es krim Stella", kata Alexa sembari menarik tangan Albert ke kamar mandi di kamar mereka.


"Mmm... Tadi di taman aku bertemu dengan Stella dan kekasihnya...", kata Albert sambil membersihkan dirinya.


"Oh ya? Kekasihnya?", Alexa termenung sejenak.


"Sangat disayangkan, kenapa tadi aku enggak ikut kamu olah raga ya?", kata Alexa yang sedang duduk diatas kasur.


"Kenapa?", tanya Albert


Aku kan tadi ajak kamu...", saut Albert sambil mengelap badannya yang basah.


"Iya...", jawab Alexa dengan wajah sedikit memelas.


"Kamu kenapa sangat ingin bertemu dengan Stella?", tanya Albert terheran.


"Kamu sendiri apa tidak rindu dengan sahabatmu?", jawab Alexa sambil memeluk Albert dari belakang saat Albert sedang berpakaian.


"tentu, namun hariku indah jika setiap hari aku bersama mu...", Albert membalikkan badannya membalas pelukan Alexa.


Perlahan Albert memegang pipi Alexa dan mencium bibir hingga leher Alexa dengan lembut.


"Tok tok tok..." bunyi suara pintu


"Papah, mamah, kita jadi beli es krim?", tanya Mario.


"Iya sayang, jadi...", jawab Alexa yang kemudian beranjak dari kasur.


"Kamu mau kemana? Aku masih ingin bersamamu...", tanya Albert sambil menggenggam tangan Alexa.


"Ayo kita bersiap ke toko es krim. Mario sudah menunggu...", kata Alexa melepaskan genggaman Albert.


"Hubungi Stella, sayang... Aku sangat ingin bertemu dengannya...", kata Alexa sambil berdandan dengan riasan yang tipis.


"Baiklah sayang...", jawab Albert sambil menghubungi Stella. Stella pun mengangkat panggilan dari Albert.


"Ya, ada apa Albert?", tanya Stella.


"Seperti yang ku katakan tadi di taman, kami ingin berkunjung ke toko es krim mu... Kamu bisa datang kan?", tanya Albert.


"Tentu, silakan datang... Namun aku tidak bisa kesana ya... Karena aku sedang perjalanan keluar kota...", jawab Stella.


"Oh iya? Kenapa tadi tidak kamu bilang? Alexa sangat ingin bertemu denganmu...", kata Albert


"Iya, maaf ya... Sampaikan salam hangatku untuk Alexa...", jawab Stella.


"Baiklah... Sampai jumpa lagi...", Albert menyudahi teleponnya.


"Bye...", jawab Stella.


"Sayang, Stella sedang keluar Kota", Albert memberi tahu Alexa yang sedang berganti pakaian.


"Yah... Sayang sekali...", kata Alexa dengan raut wajah sedih.


"Ya sudah kita di rumah saja...menikmati hari di kamar ini...", Albert memeluk Alexa dari belakang dan mencium pipi Alexa.


"Hmmm hem... Kita sudah berjanji ke Mario untuk beli es krim...", kata Alexa sambil membalikkan badan mencium bibir Albert.


"Baiklah... Yuk kita berangkat..."


"Mario, udah siap nak?", tanya Albert


"Siap pah..." kata Mario.


Mereka pun berangkat ke Missen Ice Cream dengan mengendarai mobil.


"Pah, kita mau pergi ke tempat es krim tante stella yang kemarin ya?", tanya Mario ke Albert


"Iya sayang, yang kasih kamu es krim. Baik ya tantenya?", kata Alexa sambil tersenyum


"Iya tantenya baik Mah, Mario dikasih es krim yang enak", kata Mario dengan wajah senang.


"Nanti ada tantenya lagi mah?", tanya Mario


"Enggak sayang, tantenya lagi kerja...", kata Albert.


"Oh tantenya gak bersama keluarganya seperti aku papah mamah?", tanya Mario dengan lugu


Mereka pun tiba di toko Missen Ice Cream Pusat. Tokonya besar dan memiliki banyak ruang. Ruang pertemuan, ruang keluarga dan ruang untuk anak muda. Desain yang nyaman, pelayanan yang ramah, varian makanan dan minuman yang banyak membuat toko es krim sangat ramai dikunjungi.


"Selamat siang, benar bapak yang bernama Albert?", tanya salah seorang penjaga pintu.


"Iya benar...", jawab Albert


"Ibu Stella memberi pesan untuk mengantarkan Mario, Ibu Alexa dan Pak Albert ke ruang keluarga", dengan ramah penjaga pintu mengarahkan Albert, Alexa dan Mario ke ruang keluarga. Dan mereka pun tiba di ruang tersebut serta mendapat pelayanan VIP.


"Wah, keren ya pah tante Stella...kita dikasih ruangan...", kata Mario dengan salut.


"Iya, mungkin karena Stella tahu ya Pah minggu selalu ramai...sedangkan kita belum reservasi", saut Alexa sambil duduk dikursi yang telah disediakan.


"Permisi...Pak ini ada titipan dari Ibu Stella untuk adik Mario...", salah satu pelayan memberikan kado untuk Mario


"Waaaaaahhh...horeee...", sambut Mario meloncat-loncat.


"Nanti bilang terima kasih ya ke tante Stella...", kata Albert mencium kening Mario.


"Permisi ini menu-menu yang telah disiapkan oleh Ibu Stella", pelayan lain mengantarkan makanan dan minuman terbaik di toko Missen Ice Cream.


"Terima kasih...", kata Alexa tersenyum dengan ramah.


"Stella benar-benar memberikan pelayanan yang terbaik...", kata Albert tersenyum sambil mengenang masa-masa bersama Stella dulu.


Alexa menatap wajah Albert yang sedang tersenyum. Alexa terkenang akan tulisan Albert di buku catatan musik yang ia temui di rumah orang tua Albert kala itu. Ia pun membuka handphone miliknya.


"Apakah Stella memiliki kekasih?", Alexa mengirim pesan whatsapp pada sepupunya.


"Tidak... Sampai saat ini Stella memilih untuk tetap menutup pintu hatinya." balasan whatsapp dari sepupu Alexa.


**


Stella sedang berada di Apartemennya, hanya duduk terdiam di balkon. Stella terpaksa mengatakan dirinya berada diluar kota.


Sesekali ia membuka Handphone untuk melihat CCTV di toko es krimnya.


Ia melihat Albert, Alexa dan Mario melalui CCTV di Handphone miliknya.


"Aku bahagia melihat kalian bahagia. Namun aku masih sulit untuk mengabaikan perasaan ini...", Stella berbicara pada dirinya sendiri.


"Stella, terima kasih untuk pelayananmu yang terbaik... Kau selalu memberi yang terbaik", Albert mengirimi pesan dan foto Mario memegang kado yang diberikan oleh Stella.


Stella meneteskan air mata saat menerima pesan dari Albert. Namun ia tidak membalas pesan tersebut.


"krkrkkk..." bunyi suara pintu.


"Sis, yuhuuu... Sis..."


"Sis... Sedang apa dirimu?", Liza masuk ke kamar Stella dan menghampiri Stella.


Stella buru-buru menyeka air matanya.


"Lagi mencari inspirasi saja sis...", jawab Stella tersenyum dan ia pergi ke dapur kering di Apartemennya.


Stella tak sengaja meninggalkan Handphone di meja balkon dan Liza melihat CCTV di Handphone Stella.


Liza langsung menghampiri dan memeluk Stella, turut merasakan yang Stella rasakan.


"Please jangan diam...jangan sedih...kau bisa berbagi keluh kesahmu denganku" Kata Liza sambil memeluk Stella.


Stella menangis dipelukan Liza...


"Alexa mengajak ku bertemu di Missen Ice Cream. Aku berbohong pada mereka. Aku berkata sedang keluar Kota. Aku tak sanggup hadir ditengah kebahagiaan mereka."


"Iya aku mengerti... Namun kau harus siap untuk hari ini dan esok. Karena kau tak dapat terus menghindari mereka...", Liza memeluk erat Stella. Baru kali ini Stella benar-benar menangis. Ia menceritakan bagaimana Alexa hadir ditengah hubungan persahabatan dirinya dan Albert.


.


.


.


Bagaimana ya pertemuan Albert dan Alexa?


Yuk ikutin terus *episode *flasbacknya 😁🙏


jangan bingung dengan alur cerita maju - mundur cantik yaaa, good readers 😄❤


jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini yaa 😘**