LOVE For SICKARINA

LOVE For SICKARINA
EKTRA PART 2



 


"Katanya angin itu mampu menyampaikan apa yang nggak bisa disampaikan, apa itu bener?"


"Ha? Kata siapa? Kok nggak jelas gitu,"



"Tauk ah!"


Rion menahan tawanya, dia melirik wajah Sicka yang nampak kesal karena ulahnya.


  "Masa honeymoon malah ngambek sih? Senyum dong!" Rion menggoda Sicka dengan menusuk-nusuk pipi Sicka.


Sicka masih diam karena merasa kesal. Dia memilih menatap deburan ombak di depan yang nampak indah di matanya. Saat ini mereka ada di pantai Kuta, Bali. Mereka duduk di kursi panjang berdua.


 


"Kamu tau nggak, Bong, tiga tahun lalu aku kesini mau nikmatin sunset tapi nggak jadi karena ngebantuin ibuk-ibuk yang jual rujak lahiran ke rumah sakit."


Sicka menoleh ke Rion, "Serius? Hahahaa, nggak kebayang wajah kamu pas itu kayak gimana, pasti panik banget kan?"


Rion mengangguk sambil tertawa pelan, "Panik ya jelas, tapi nggak papa, itung-itung latihan kalo kamu nanti kayak gitu aku nggak akan panik-panik banget."


Sicka tertawa, "Idih! Apa banget deh, hahaha,"


Sudah lama sekali Rion tidak melihat Sicka tertawa seperti ini. Rion tanpa sadar memeluk Sicka.


  "Jangan nyiksa aku lagi, Bong. Aku bisa jadi batu kalo kamu pergi tanpa ada kabar sama sekali."


Sicka membalas pelukan Rion, "Hihihi ya masa jadi batu? Iya-iya aku nggak akan pergi, lagian aku mau pergi kemana? Aku udah dapet tempat pulang yang menerima hadirku."


Rion memejamkan matanya, dia hanya ingin seperti ini terus bersama Sicka.


  "Eh kamu nggak malu diliatin banyak orang kita pelukan disini?" Sicka sedikit malu kala beberapa orang yang lewat di depannya melihat mereka dengan tatapan menggoda.


"Nggak. Buat apa malu? Toh cuma pelukan, nggak buat anak disini."


Plak


  "Heh! Sembarangan banget kalo ngomong!" Sicka menabok punggung Rion karena ucapan asal lelaki itu.


Rion mengurai pelukannya, dia berdecak pelan, "Kan bener, kita nggak buat anak disini, jadi ngapain malu. Tuh di sebelah sana malah ada yang lebih parah." tunjuk Rion ke arah timur dimana ada dua orang di bawah pohon kelapa tengah berciuman.


Sicka yang tak sengaja mengikuti arah tunjuk  Rion pun menutup matanya, "Ih ngapain kamu tunjukin ke aku? Gila kamu!"


Rion kembali tertawa melihat tingkah lucu Sicka, "Kenapa kamu selalu terlihat lucu sih, Bong? Aku jadi nggak sanggup buat lepasin kamu malam ini."


Sicka melebarkan matanya, "Astgfirullah!"


  "Kok malah istigfar, harusnya Alhamdulillah dong!"


Rion tertawa terbahak-bahak.


Sicka mengulum senyum ikut tertular humornya Rion.


  "Teng, nyanyiin buat aku dong! Kamu bawa gitar kalo nggak digunain buat apa?"


Sicka dan Rion memiliki sebutan khusus untuk memanggil satu sama lain. Rion memanggil Sicka 'Bong' sedangkan Sicka memanggil Rion 'Teng'.


Rion memangku gitarnya, "Mau dinyanyiin lagu apa?"


Sicka menggeleng, "Nggak tau. Terserah kamu, asal jangan yang galau-galau hehe,"


Rion mengangguk. Dia kemudian mulai memetik senar dengan lihai.


No limit in the sky that I won't fly for ya


No amount of tears in my eyes that I won't cry for ya


Oooh no


With every breath, that I take


I want you to share that air with me


There's no promise that I won't keep


I'll climb a mountain there's none too steep


Rion bernyanyi sambil memandang ke arah Sicka.


*When it comes to you


There's no crime, let's take both of our souls and intertwine


When it comes to you, don't be blind


Watch me speak from my heart, when it comes to you


Comes to you


Cupid in a line, arrow got your name on it


Oooh yeah


Don't miss out on a love and regret yourself on it


Oooh


Open up your mind, clear your head


Ain't gotta wake up to an empty bed


Share my life, it's yours to keep


Now that I give to you all of me


When it comes to you


There's no crime, let's take both of our souls and intertwine


When it comes to you, don't be blind


Watch me speak from my heart, when it comes to you


Comes to you


Want you to share that


When it comes to you


Want you to share that


When it comes to you


There's no crime, let's take both of our souls and intertwine


When it comes to you, don't be blind


Watch me speak from my heart, when it comes to you


Comes to you


Prok prok prok*


Sicka bertepuk tangan setelah Rion mengakhiri nyanyiannya.


  "Bagus banget suara kamu, baru kali ini aku denger kamu nyanyi. Hehehe,"


Rion mengusap puncak kepala Sicka yang berlapis jilbab dengan penuh kasih sayang, "Ini juga pertama kalinya aku nyanyi buat orang tersayang hahaha,"


"Yaudah aku bucin ke orang lain." balas Rion menggoda.


Sicka mencebikkan bibirnya, "Berani ya kamu?"


  "Canda sayang, aku mana berani. Nah sekarang giliran kamu nyanyiin buat aku. Kamu kan juga bisa main gitar,"


"Kok kamu tau aku bisa main gitar?"


Rion menyeringai, "Apasi yang nggak aku tau, hm?"


Sicka memutar bola matanya malas, "Tapi aku udah lama nggak main gitar, gatau masih inget kuncinya apa nggak."


Sicka bergantian memangku gitar itu, dia kemudian mencoba memetik asal guna melincahkan jemarinya yang kaku.


Setelah itu perlahan Sicka memulai permainannya.


Naenun nae salmi dasi tteun haesbich


Eorin sijeol nae kkumdaerul jaerim ...


Rion mengernyitkan dahinya karena tak tahu lagu apa yang dinyanyikan oleh Sicka.


*Mouregesseo  i gamjangi mwojin heogsi  yeogido kkum seogingeonji


Kkumeul saragui pureun singiru nae an gipeun gose aperuriori


Sumi maghil deusi haengboghaejyeo jubyeoni jeomjeom deo tumyeonghaejyeo


Jeogi meolliseo badaga deullyeo


Kkumeul geonneoseo supul neomeureo


Seonmyeonhaejineun geugesouro ga


Take my hands now


You are the cause of my  euphoria


Euphoria


Take my hands now


You are the cause of my euphoria


Ya ya ya ya ya


Oh ya ya ya ya ya


Euphoria


Ya ya ya ya ya


Oh ya ya ya ya ya


Euphoria


Close the door now


When i'm with you i'm in utopia


Mujigaecheoreom jiwojin kkumeul chaja hemaesseulkka


Unmyeonggateun heunhan malgwan dalla


Apeun neoui nunbichi nawa gateun geoseul boneun geol


Will you please stay in dream yeah


Jeogi meolliseo badaga deullyeo


Kkumeul geonneoseo supul neomeureo


Seonmyeonhaejineun geugesouro ga


Take my hands now


You are the cause of my  euphoria


Euphoria


Take my hands now


You are the cause of my euphoria


Moraebadagi gallajindaedo


geu nuga i syegereul heundeureodo


Jabeun son jeoldae nohji marajwo


jebal kkumeuseo kkaeenoji ma


Jeogi meolliseo badaga deullyeo


Kkumeul geonneoseo supul neomeureo


Seonmyeonhaejineun geugesouro ga


Take my hands now


You are the cause of my euphoria


Euphoria~~


Take my hands now


You are the cause of my euphoria


Ya ya ya ya ya


Oh ya ya ya ya ya


Euphoria


Ya ya ya ya ya


Oh ya ya ya ya ya


Euphoria


Close the door now


When i'm with you i'm in utopia*


Sicka mengakhiri lagunya, dan diam-diam tersenyum saat melihat wajah bingung Rion.


  "Kamu nyanyi lagu apa sih? Aku nggak tau maknanya."


Sicka terkikik, "Hahaha, biarin aja. Aku emang sengaja biar kamu gatau dan harus cari tau."


  "Oh gitu? Mau main rahasia\-rahasiaan ya? Gitu ya?"


Sicka meletakkan gitar itu di sebelahnya, dia bersiap untuk berdiri dan berlari.


  "Tangkap aku kalo bisa nanti aku kasi tau arti lagunya, hahaha," Sicka langsung berlari kencang menjauh dari Rion.


Rion tertawa kemudian mengejar Sicka yang pasti akan mudah dia tangkap.