
**Karena apapun bisa terjadi.
Bila aku berdiri dengan bangga, menunjukkan kepada mereka siapa aku sebenarnya.
•{ Anonimoûs** }•
Suasana perkemahan nampak riuh dan sorakan-sorakan terdengar sampai tenda milik Sicka. Sejujurnya dia ingin melihat lomba-lomba yang diadakan, tapi dia tidak bisa karena dia harus menjaga tenda sendirian.
Bosan, itulah yang dirasakannya sekarang. Dari jam tujuh pagi tadi sampai sekarang hampir jam sepuluh, teman-temannya belum menyelesaikan lombanya. Tim yang bisa menyelesaikan lomba lebih cepat maka akan mendapat nilai plus.
Dia kembali berbaring sambil memainkan ponselnya untuk bermain Pou yang dia jadikan hewan peliharaannya.
"Sendirian aja lo jomblo hahaha ..." Sicka menoleh untuk melihat suara siapa yang berbicara kepadanya. Sicka langsung memasang wajah datar ala-ala Rion.
"Siapa lo? Sok kenal gue banget dah!" ketus Sicka kepada cowok yang berdiri di pintu tendanya.
"Bisa bicara bentar Sickarina Aurelin?"
Sicka berdecak, Ck maunya apa sih dia? Bukannya dia yang nyuruh buat jadi orang yang nggak saling kenal?
Melihat Sicka hanya diam sembari menatapnya tajam, cowok itu menghela nafas, "Gue pengen bicara sama lo bentar di luar atau gue masuk ke dal–"
"Eh di luar aja." potong Sicka cepat dan diapun langsung keluar mengikuti cowok itu.
Setelah di luar mereka duduk di tanah bersebelahan dengan Sicka yang membuat jarak. Lama mereka terdiam sampai akhirnya cowok itu membuka suara.
"Gue Brandon Revaga meminta maaf kepada Sickarina Aurelin. Apa lo mau maafin gue? Jujur gue bener-bener nyesel udah mainin lo, Ka." Ucap Brandon dengan tubuhnya yang miring untuk menatap Sicka yang masih memasang wajah datar.
"Dan gue juga baru nyadar kalau apa yang gue rasain ke elo beda." Sicka menoleh dan mengernyit heran.
"Gue suka sama lo, Sicka." ucap Brandon lirih dan kepalanya menunduk.
Sicka yang mendengar itu terkejut jelas, tapi segera menormalkan wajahnya kembali. Dalam hatinya dia tak merasakan apa-apa, harusnya dia senang. Tapi Sicka merasa perkataan Brandon tak memiliki efek apapun untuk membuat jantungnya berdetak kencang, sangat berbeda ketika Rion yang mengucapkan.
Karena tak ada respon dari Sicka, Brandon menoleh. Dia menatap Sicka yang tak mau menatapnya kembali dan lebih fokus melihat ke depan.
"Kenapa?" Brandon hampir tak mampu mengucapkannya, "apa lo udah nggak suka lagi sama gue? Atau karena udah ada Rion?"
Sicka menoleh, "Dua duanya. Bran, gue maafin lo kok. Jujur dulu pas gue sama lo, gue udah ngerasa nggak cocok aja. Lo begitu sempurna, sedangkan gue nggak. Lo dulu juga pasti nggak suka sama gue kan karena gue cacat gini."
"Buk–"
"Tapi meskipun lo nggak suka sama kecacatan gue. Gue tetep bersyukur karena udah pernah ngerasain gimana jalan berdua sama lo. Jadi kali ini gue minta lupain perasaan lo ke gue, lupain gue. Anggep aja kita nggak pernah saling kenal seperti yang lo mau."
Perkataan Sicka membuat Brandon begitu kecewa, mungkin perasaan ini yang dirasakan oleh Sicka sewaktu dia berbicara seperti itu dulu.
"Ini nggak adil, Ka." Wajah Brandon terlihat memelas.
"Ini adil Brandon. Dan gue minta satu hal sama lo. Tolong jaga kak San buat gue, dia dalam bahaya karena suka sama lo. Tolong balas perasaan kak San, gue bener\-bener nggak pernah liat Kak San sesuka itu sama cowok."
Setelah itu Sicka berdiri lalu masuk ke dalam tenda lagi meninggalkan Brandon sendirian terdiam di situ.
<•[💙]•>
Suasana malam kedua kali ini lebih meriah dari pada malam sebelumnya. Malam minggu ini mereka akan menampilkan pensi bagi yang kemarin malam belum sempat tampil. Begitu juga dengan Sicka dan teman-temannya.
Sicka, Naya, Sinta, dan Jessy, hanya mengenakan pakaian celana jeans hitam dengan atasan kemeja merah kotak-kotak. Sedangkan bagi dancer seperti Kimi, Yana, Hidayah, dan Sari, memakai jeans hitam juga tapi atasan putih serta kemeja yang dilingkarkan di pinggang tak lupa topi putih yang ada di kepala mereka.
Karena penampilan mereka akan sebentar lagi, mereka pun bersiap di sebelah panggung yang sudah disiapkan.
"OKE PENSI SELANJUTNYA YAITU DARI BAHASA SATU YANG MENAMPILKAN DANCE AND SONG COVER BLACKPINK–KILL THIS LOVE!!!" Pemandu acara mempersilahkan Sicka dan teman-temannya.
Suara tepukan hanya diberikan oleh teman satu jurusannya dan anak cowok di kelasnya, sedangkan yang lain hanya diam dan memandang remeh ke arah Sicka.
Sicka merasa tidak pede karena tatapan itu, tapi Naya menyenggolnya, "Nggak usah ditanggepin, lo bisa dan lo hebat!" Mendengar itu Sicka tersenyum lebar, dia harus semangat dan menunjukkan bakat terpendamnya ini.
Kimi dan yang lain sudah membentuk formasi begitu juga Sicka dan ketiga temannya yang sudah memegang mikrofon satu-satu.
Instrumen mulai di mainkan dan Naya sudah mulai bernyanyi karena dia menempati vokal Jenny, Sicka menempati vokal Lisa, Sinta sebagai Jisoo dan Jessi sebagai Rose.
(Naya)
Cheonsa gateun Hi kkeuten agma gateun Bye
Maebeon michildeuthan High dwien baeteoya haneun Price
Igeon dabi eomneun Test maebeon sokdeorado Yes
Ttakhan gamjeonge noye
Eoreo jugeul saranghae
Semua orang menatap Naya tak percaya karena suaranya begitu mirip dengan pemilik aslinya, Jenny.
(Sicka)
Here I come kick in the door
Gajang dokhan geollo jweo
Ppeonadi ppeonan geu love
Deo naenwabwa give me some more
Araseo maedallyeo byeorang kkeute
Hanmadimyeon tto like hebeolle hae
Geu ttatteuthan tteollimi saeppalgan seollemi
Machi heaven gatgetjiman you might not get it in
Sicka bernyanyi sembari menggerakkan tangannya ala-ala orang yang tengah nge–rap. Semua orang begitu terpaku dengan Sicka yang sekarang, bagaimana mungkin Sicka bisa memiliki bakat seperti itu. Ditambah dengan Kimi dan yang lain dance nya yang begitu bagus.
(Sinta)
Look at me look at you nuga deo apeulkka?
You smart nuga? You are
Du nune pinunmul heureuge dwendamyeon
So sorry nuga? You are
(Jessi)
*Na eotteokhae nayakhan nal gyeondil su eopseo
Aesseo du nuneul garin chae
Sarange sumtongeul kkeuneoyagesseo
Let’s kill this love!
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum
Let’s kill this love!
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum*
Semua bertepuk tangan karena penampilan mereka begitu memukau, baru kali ini mereka melihat dance dan song cover secara bersamaan. Ditambah suara mereka sangatlah persis dengan anggota Blackpink, meskipun Sicka dan yang lain hanya memiliki sedikit perbedaan suara.
(Naya)
Feelin’ like a sinner
Its so fire with him I go boo hoo
(Sicka)
Thank you baby
I owe it all to you
(Naya)
Got me all messed up
His love is my favorite
(Sicka)
But you plus me
Sadly can be dangerous
(Jessi)
Lucky me lucky you
Gyeolgugen geojitmal we lie
So what so what
Manyage naega neol jiuge
Dwendamyeon So sorry
I’m not sorry
(Sinta)
*Na eotteokhae nayakhan nal gyeondil su eopseo
Aesseo nunmureul gamchun chae
Sarange sumtongeul kkeuneoyagesseo
Let’s kill this love!
Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum
Let’s kill this love!
Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum*
(Jessi)
We all commit to love
That makes you cry
We’re all making love
That kills you inside
(Sicka,Naya,Sinta dan Jessy)
We must kill this love
Yeah it’s sad but true
Gotta kill this love
Before it kills you too
Kill this love
Yeah it’s sad but true
Gotta kill this love
Gotta kill let’s kill this love
Suara tepukan tangan dari mereka begitu riuh sungguh membuat Sicka dan teman-temannya merasa puas. Benar-benar usaha tak mengkhianati hasil. Mereka pun turun dari panggung dan langsung berpelukan karena mereka tak melakukan kesalahan saat tampil.
Mereka berjalan menjauhi tempat pensi menuju ke tenda mereka padahal acara belum selesai dan masih ada pensi-pensi dari kelas IPS. Tapi karena penampilan mereka begitu menguras tenaga membuat mereka kelelahan dan memilih ke tenda untuk beristirahat sembari memakan camilan-camilan.
<•[💙]•>
Di dalam tenda Sicka membereskan baju-baju dan perlengkapannya yang lain. Setelah dia selesai, dia mengeluarkan camilan miliknya yang langsung diserbu oleh teman-temannya.
"Rin lo nggak bilang kalo lo bawa malkis juga. Hiya gue abisin ah!" Yana mengambil semua malkisnya yang langsung diserobot juga oleh Sinta.
"Bagi bagi dong, enak aja lo mau embat sendiri."
"Nah betul betul."
"Eh eh eh itu si Naya diem\-diem ngumpetin kue kering di tasnya loh. Serbu kuyyy!" sontak saja Naya langsung mengamankan tasnya.
Sicka tertawa kencang bersama yang lain. Dia pun ikut menyerbu kue kering milik Naya yang sudah berhasil di ambil oleh Kimi yang selalu gerak cepat bila menyangkut makanan.
Sicka memakan camilan sembari bercerita pengalaman pertama kali dia menggoreng lele, "Ho'oh gue nggak berani ngebalik tuh lele gegara minyaknya muncrat-muncrat."
"Emak gue aja pake sarung tangan karet sama helm *****! Kirain gue dia mau pergi eh ternyata mau ke dapur buat ngegoreng lele."
"HAHAHAHAHAHA HUMOR GUE RECEH HAHAHA"
"Udah jangan ngomongin lele ntar ada yang kesinggung lagi. Tuh si Hidayah kan juragan lele." ucap Sari yang kembali menimbulkan gelak tawa.
"Nggak lah ngapain juga gue kesindir? Idih nyebelin banget sih lo!" Hidayah bersungut kepada Sari.
"Ganti topik ganti topik wkwkwk, kira\-kira nanti yang bakal nikah duluan siapa ya?" Pertanyaan dari Sinta membuat mereka saling menunjuk.
"Yang jelas bukan gue."
"Yups! Gue mau kejar karir dulu."
"Halah begayaan ngomong karir, tiba\-tiba lo dijodohin nyahok dah hahahahah,"
"Kalo menurut gue si Kimi duluan hahaha,"
Kimi langsung menggeleng cepat, "Enak aja kok gue duluan. Emang calonnya siapa *****!"
"BRIAN!" Jawab mereka serempak dan gelak tawa kembali menggelegar.
"Nggak mau gue. Dih najis!"
Mereka pun lanjut untuk terus meledek Kimi. Kebersamaan seperti inilah yang akan terkenang nantinya. Di masa depan berkumpul seperti ini akan begitu sulit nantinya, jadi mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu yang tidak akan bisa di ulang kembali.