
**Apa yang akan terjadi? Itu bukan yang aku harapkan.
•{ Anonimoûs** }•
Nald_
♡ disukai oleh Ken_gans dan 980 lainnya.
Nald_ that cute girl forever:v @Rin_lovaa
Comment
Ken_gans Astaghfirullah, bumiku terguncang melihatmu post wanita lain😭 @Nald_
Leoreja. Najis ukenya kambuh @Ken_gans
Nald_ 2.
Kim.arinder DEMI APA !!LO POSTING SAHABAT GW HUAAA ANJER @Nald_ , oi anak gajah kampret gw pengen @Rin_lovaa
Tegar.ati Alhamdulillah kirain temen gue nggak normal. Eh bisa post cewe juga 😅
Ken_gans apaan sih kamu mas😓 @Leoreja. Mas Rion hiks jahat kamu😭 @Nald_
Socialfive.SIS Mari kita adakan syukuran besok di kelas,wkwkw eh lo semua ikutan juga @bahasasiji.SIS
bahasasiji.SIS widih untung ga ketinggalan berita, btw @socialfive.SIS kita partner kelas nih skrng?
Raini_rain Daebaek👏adek gw pinter pilih cwek@Nald_ @Rin_lovaa calon adek ipar nehh😍
Ken_gans gw se7 sm lu kak @Raini_rain
Dododooo hm tmn gw klo gtu ko cakep amat😍@Rin_lovaa
justSinta_56 hayoloh Karin, lo jadian ya sama dia? @Rin_lovaa
Nald_ njs gblk! @Ken_gans , lo kira gw hmo? @Tegar.ati , Hm smg dia mau jd adk ipr l kak @Raini_rain ,demi gw syg Relin:v @Kim.arinder
Leoreja. Gasssss terosss Jan kasih kendorrr @Nald_ wkwkw Ken lo kaykny kdu nyri cwk jg deh @Ken_gans
Ken_gans gw maa slow, ntr shbt Sicka sama gw wkwk, lo mau kan?@Kim.arinder
Dododooo Kim jgn mau lu sm dia, dia abnormal ****! Gw aj ngeri liatnya @Kim.arinder
Nay_yara wahhhh peka Kim peka😄.
Kim.arinder boleh aja lu sm gw, tpi lu mau jd pnggnti samsak gw dirmh nggk? kebetulan dirmh samsaknya udh berlubang @Ken_gans
Wibowo05 Kim Kim... jdi cwek yang kalem np?😆klo lu gn mulu, jmblo dh lu.
Nald_ asli ngkk:v, mmps l @Ken_gans
Leoreja. 2😄
Sam_gtr. Gilaaaa Sicka imut bngt😍
Nald_ pnya gw itu @Sam_gtr
Ken_gans parah bat nih cwek emang, gilaa gw di jadiin samsak @Kim.arinder , Lo semua ga kawan **** @Nald_ @Leoreja.
Nald_ bct Lo.
Rion mematikan ponselnya, lalu menatap Sicka yang tengah memakan cake cream coklat dengan lahap tanpa mau menawarkan kepada Rion. Tapi aneh dari Sicka, tatapan gadis itu tampak kosong. Meskipun matanya menatap ke depan tapi pikirannya sedang ditempat lain.
"Rel ..." Tidak ada jawaban dari Sicka, gadis itu masih memegang cake nya dan mengunyah sambil menatap ke depan.
"Rel ... " Kali ini Rion memanggil Sicka dengan sedikit sentuhan di tangan kiri gadis itu. Namun tetap saja tak berhasil.
"Relin lo kenapa?" Tepat saat Rion bersuara sedikit keras akhirnya gadis itu tersadar dan menatap ke arah Rion.
"Gue kenapa emang?" Sicka balik bertanya seolah dia tak sedang berbuat apapun. Hal itu membuat Rion mengernyit aneh.
"Lo ngelamun." jawab Rion, sontak hal itu membuat Sicka langsung gelagapan dan terlihat aneh.
Ada yang aneh, kenapa sama Relin?
<•[💙]•>
Sicka memasuki rumah dengan nafas yang memburu, kepalanya pusing. Semua yang dia lihat di Trans Snow tadi membuatnya iri, iri karena melihat banyak anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Dia tak pernah seperti itu, ditambah setelah kecelakaan itu terjadi, dia makin terasing.
Dia membutuhkan obat itu sekarang, rasanya dalam dirinya akan ada yang mengendalikan bila dia tak segera meminum obat itu. Dia berjalan melewati dimana keluarganya tengah berkumpul diruang tamu.
"Dasar nggak tau waktu! Jam delapan malam baru pulang," cibir Aurin dan membuat langkah Sicka terhenti. Sicka menatap mereka semua dengan raut wajah yang tak bersahabat serta tangannya yang terus berada di kepalanya.
"Terserah!" Setelah mengucapkan itu Sicka berlalu. Namun langkahnya terhenti saat Satya menahan tangannya, lalu tiba\-tiba Sicka terhuyung jatuh ke depan lantaran dorongan dari Satya.
"Yang sopan lo sama bunda!" seru Satya dengan keras. Sicka hanya bisa memejamkan matanya berusaha menahan sesuatu yang akan keluar dari tubuhnya. Dia benar\-benar harus minum obat itu, kalau dia tidak ingin membuat kerusakan ataupun mencelakai siapapun.
"Jan\-gan sekarang bang ..." Sicka terbata mengucapkan itu sembari berusaha bangkit dari lantai, setelah itu dia berlalu menaiki tangga menuju kamarnya.
Sicka membanting pintu kamarnya dengan keras, lalu dia menuju ke meja nakas dan membuka laci. Obat yang dia temukan sudah di tangannya, segera dia minum obat itu. Perlahan dia dudukkan tubuhnya di pinggiran kasur.
Setelah lima belas menit berlalu, tubuhnya berangsur normal. Dia pun merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya, tak lama dia menempelkan ponselnya di telinganya.
"Assalamualaikum Sickarina," ucap suara di seberang sana.
"Wa'alaikumsalam dokter Rena," balas Sicka yang mendapat decakan dari lawan bicaranya.
"*Sudah aku bilang, panggil aja kak Ren. Kenapa sayang*?"
"Aku hampir lepas kendali kak," lirih Sicka sembari menahan air matanya
Hampir satu jam Sicka berkonsultasi dengan Dokter Rena yang selaku psikiater bagi Sicka. Selama ini Sicka sungguh tersiksa, dia memendamnya seorang diri meskipun akan ada Kimi dan Rion yang siap mendengarkan keluh kesahnya. Tapi dia tak ingin selalu merepotkan sahabatnya itu.
Sicka merebahkan tubuhnya di kasur dengan pandangannya tertuju ke langit-langit kamar. Suasana di kamar Sicka nampak hening, hanya ada suara deru nafas Sicka, pikirannya masih melayang dimana dia tadi bersama Rion.
Dia memikirkan perkataan Rion yang menurutnya aneh yang membuatnya terus saja merasa kepedean karena menganggap Rion menyukainya.
"Apa bener dia suka aku?" tanyanya kepada dirinya sendiri.
<•[💙]•>
Esoknya di kantin sekolah, Sicka dan Kimi tengah bingung mencari tempat duduk. Semua kursi nampak penuh, dan rata-rata isi kantin adalah murid yang berada atau kelas kasta atas kalau menurut Sicka.
"Nggak ada pilihan lain, kita duduk semeja sama Brandon dan temennya," sontak Sicka menoleh dan menatap Kimi tak percaya. Kenapa? Kenapa harus satu meja sama makhluk hidup tak berhati seperti Brandon?
Kimi memelas, "Turunin ego lu dikit ya Rin? Gue udah laper banget ini. Masa iya kita makan sambil berdiri? Kan kalo kata ustad ama dokter kita nggak ***-"
"Oke-oke, kita kesana." potong Sicka tak ingin mendengar ocehan dari Kimi. Dan Kimi pun bersorak senang, lalu mereka melangkah menuju meja dimana Brandon berada sesaat sebelum memberitahu pak Man si penjual mie ayam di kantinnya agar mengantar ke meja Brandon berada.
"Permisi, kita gabung sini. Semua udah penuh." Sudah pasti itu Kimi karena Sicka lebih fokus memasangkan *earphone* ke telinganya dan mulai menyalakan MV Uh\-Oh milik G\-IDLE.
"Silahkan," Brandon menyilahkan dengan tatapannya yang tak lepas dari Sicka.
Meja yang tadinya ramai kini sepi seketika setelah kehadiran Sicka dan Kimi. Alex yang berada disamping Brandon berdehem guna mengurangi kecanggungan yang ada. Sedangkan Brandon masih sama dengan kegiatannya tadi, memandangi Sicka.
Kimi yang tadi fokus ke ponselnya tiba-tiba berseru dan menepuk lengan Sicka keras, "Anjirr sakit onta! Lo pikir tangan lo selembut kain sutra hah? Main nabok aja." seru Sicka sambil mengelus lengannya.
"Hehe maaf Rin, gue lagi kaget nih liat beritanya Song song kopel yang cere." Sicka langsung mem- pause videonya, dia menatap Kimi dengan raut wajah melongo.
"Serius lo?" Kimi mengangguk lemas.
"Dih gitu aja pake di sedihin, mereka aja nggak tau lo pada sedih denger berita cerai mereka." Fahri berujar dengan tujuan ingin mengakrabkan diri. Sedangkan ke lima temannya menepuk jidat mendengar ucapan Fahri.
"Fahri \*\*\*\*\* banget \*\*\*\*!" umpat Brian diam\-diam dan diangguki Brandon.
Kimi menggebrak meja itu dan membuat ke enam lelaki disitu terlonjak. Gebrakan yang ditimbulkan Kimi membuat seisi kantin memperhatikan. Kimi menatap tajam Fahri dengan jari telunjuknya yang teracung.
"Nggak usah sokab lo sama kita! Gue ataupun Rin bukan siapa-siapa dan sama sekali nggak kenal lo. Jadi gue tekankan lagi, jangan sok akrab!" Peringat Kimi dengan wajah garangnya.
Kimi beralih menatap Brandon, "Dan lo, sujud syukur gih muka lo masih mulus gitu. Kalau bukan karena Rin yang larang, udah gue bikin biru-biru tuh muka lo."
"Kim udah, nih mie ayam udah dateng dari tadi. Pak Man ampe geter liat lo yang galak begini," tegur Sicka yang membuat Kimi segera memakan mie ayamnya.
Sicka memakan mie ayamnya dengan lahap, tak mempedulikan tatapan dari cowok-cowok di depannya ataupun di sampingnya.
"Euhh ... Gue masih nggak nyangka Kim, kalo Song Hye Kyo digugat cere Jong Ki "
"Aaaa hari patah hati sedunia lagi deh Rin ..." sahut Kimi menanggapi. Sicka yang lupa dengan musik video tadi segera dinyalakan lagi.
"Gue juga mau denger dong, *earphone* lo copot aja elah." pinta Kimi yang segera dituruti. Meja itu benar\-benar hanya didominasi suara Sicka dan Kimi. Brandon dan teman\-temannya memilih diam menyimak.
Kimi dan Sicka memakan mie ayam sembari menonton MV itu.
"Uh-uh-oh na byeonhaessnayo da ttokgatjyo neocheoreom ..."
"Wuihhh si Minnie bodynya seksi ****!" Kimi berdecak kagum.
"Lha di situ si Soyeon juga seksi loh! Gila gue suka bat sama nih MV. *Make up* \-nya juga bagus," Sicka menimpali dan setelah itu dia menyedot es tehnya.
"Perasaan *make up* tiap MV KPop bagus deh." ucap Kimi, diapun juga ikut meminum es tehnya.
"Eh eh gue kemaren kesel banget tauk sama anak Mentari sama Pelita!"
Sicka mengernyit. "Kenapa?"
"Lha masa mereka yang tawuran gue yang ketimpuk botol. Yaudah gue amuk dah mereka semua." lanjut Kimi bercerita.
"CEWEK GILAA!" Sicka dan Kimi menoleh ke Alex yang terkejut mendengar cerita Kimi, "Heh bahaya tau lo ikut campur dalam tawuran gitu,"
Brandon bahkan geleng-geleng kepala melihat tingkah bar-bar Kimi yang sangat berbeda dengan Sicka.
"Idihhh lo ngatain gue gila?" Aura menyeramkan Kimi menguar, dia menatap Alex dengan tatapan mematikan miliknya. Dan dari situ mereka semua benar-benar yakin kalau cat woman nya Sicka begitu menyeramkan. Dan bisa saja mencabik mereka setiap saat.
"Udah deh Kim, gue tau lo lagi PMS. Makanya lo marah\-marah mulu, gedeg gue liatnya. Mending kita balik ke kelas." Kimi menuruti apa yang Sicka katakan, mereka pun melangkah keluar kantin meninggalkan meja Brandon.
Setelah kepergian Kimi dan Sicka, mereka bernafas lega.
"Hfttt ... Ngeri juga tu cewek," gumam Reza sembari mengurut dadanya.
"Ho'oh, tapi menarik juga." Brian ikut menimpali ditambah kini lelaki itu tengah tersenyum tipis saat mengingat Kimi yang tengah marah\-marah tadi.
"Bri lo suka sama Kimi?" tanya Brandon saat menyadari senyum Brian yang aneh.
"Iya, dan gue tertantang buat naklukin dia haha ..." ucap Brian yakin. Membuat semua temannya melongo. Apa dia siap menjadi pengganti samsak seorang Kimiarini Cinder?