
Aku dan alka pun, langsung menoleh ke sumber suara itu.. "satria" batinku..
Ku lihat alka mengerutkan alisnya, tanda dia tak percaya dengan apa yang ia lihat..
"Aku pria yang dia sukai, dan kami sedang pacaran sekarang" ucap satria mendekati aku dan alka, dan menarikku untuk berada di sampingnya..
Alka tersenyum sendu melihat aku dan satria, dia pasti tidak percaya bahwa teman nya sendiri berkhianat padanya..
"Wow cocok sekali, yang satu pacar yang berkhianat, yang satu teman yang berkhianat, benar-benar pasangan serasi" dia berkata dengan marah, lalu pergi meninggalkan aku dan satria.. Setelah alka pergi akupun memutuskan untuk berbicara pada satria.
"satria, apa yang kamu lakukan, kamu gila, alka itu temen deket kamu, ngapain kamu ngomong kaya gitu" ucapku marah padanya..
"jadi apa kamu mau terus di lecehkan sama kata-kata alka yang gak sopan seperti tadi?" tanyanya..
"Emy, aku tau semua ini murni bukan kesalahan kamu, kamu cuma bingung memilih antara adik kamu atau alka,tapi aku harap kamu bisa jelasin ke alka, aku bener-bener kasihan lihat dia, meskipun dia itu dulu sifatnya dingin, tapi sekarang dia jadi berubah lebih dingin dan kata-katanya semakin kasar, apalagi sama kamu, aku gak tega lihat kamu di perlakukan seperti tadi sama alka karna dia fikir kamu menghianati dia, tak bisakah kamu jelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi" satria mencoba meyakinkanku untuk menjelaskan pada alka..
"aku tau, tapi sat, aku takut kalau aku jelasin ke alka yang sebenarnya, elena bakal ngelakuin hal-hal bodoh yang gak terbayang nantinya, karna elena itu nekatan orangnya, dan kamu tau kan aku gak mungkin mau elena kenapa-kenapa, ibuku juga akan benci kalau tau anak kandungnya tersakiti karna aku" aku coba menjelaskan pada satria, dan tak terasa air mataku menetes, karna teringat aku hanyalah anak angkat..
satria menghapus air mataku, lalu memelukku..
"kamu orang yang baik, pasti suatu saat tuhan akan memberikan yang terbaik juga untukmu, maaf membuatmu menangis" satria memelukku dan mengusap kepalaku agar aku tenang..
Lalu kamipun kembali ke ke kelas..
Aku melihat emy dan satria kembali ke kelas bersama, itu membuat hatiku terasa terbakar ingin rasanya aku hajar satria, karna dia menkhianatiku.. Namun aku masih menahannya karna dia temanku..
Aku terus melihat emy, yang duduk di sisi kanan di depanku.. Aku dulu memperhatikan perempuan itu setiap hari dengan bahagia.. Tapi sekarang semakin aku melihatnya aku semakin sakit hati.saat aku mengalihkan pandanganku aku tiba-tiba teringat saat tadi aku menarik tangan emy, dia merintih kesakitan..
Lalu aku melihat kembali tangannya,aku melihat ada goresan luka di pergelangannya, dan bekas-bekas merah yang aku yakin itu pasti karna dia berusaha melepaskan gelangnya, aku semakin tak percaya, bahwa dia rela terluka hanya demi melepaskan gelang pemberian dariku.. Aku menatapnya sendu.. "emy, apa kamu benar-benar tak mencintai aku, sampai kamu rela terluka hanya demi melepaskan gelang dari ku, emy aku benar-benar membencimu"..
Back to emy..
Seminggu lagi ujian, aku semakin sering ke perpustakaan untuk sekedar membaca,, meskipun terkadang aku gak faham dengan isi dari buku-buku yang aku baca, tapi aku sangat berusaha agar bisa lulus, dan bisa masuk universitas, aku juga ingin melupakan semua masalah yang ada, dan memulai semuanya dari awal setelah lulus nanti..
Aku berusaha sangat keras belajar, bahkan meminta bantuan satria dan hani jika ada yang tidak faham dari yang aku pelajari, merekapun senantiasa mengajariku meskipun terkadang mereka mengeluh karna aku tidak faham-faham..
Di rumah juga aku sering belajar sampai larut malam.. Sampai-sampai aku melupakan makan malam ku.. Terkadang pagi-pagi juga aku langsung berangkat tanpa sarapan sekedar untuk berangkat lebih awal agar tidak terlambat dan berurusan dengan alka.. Aku benar-benar berusaha agar bisa lulus dan masuk universitas..
.
.
. Tbc