
Back to emy
Aku tidak tau apa yang di fikirkan alka, dia terus memandangiku, dan semakin lama semakin mendekat, tangannya terus memegang tanganku dan merabanya sampai kepundakku, aku merasa faham apa yang ingin ia lakukan, dan aku juga tidak bisa menolak, aku memejamkan mataku dan merasakan bibir kami menyatu, cukup lama bibir kami saling menyentuh sampai akhirnya alka melepasnya dan aku menunduk dengan nafas yang tak beraturan dan jantung yang sudah hampir lepas dari tempatnya,,
Lalu dia membuka tasnya dan mengambil jaketnya, dan di pakaikannya untukku..
"jangan biarkan orang lain melihat aset berhargaku".. Katanya sambil memakai kan jaketnya..
.. "A-apa?" aku gugup sekaligus bingung dengan ucapannya..
Lalu dia menunjuk kedadaku, dengan tersenyum jahil..
Akupun langsung menyilangkan kedua tanganku di depan dadaku, aku sungguh tidak percaya bahwa pria yang awalnya aku kenal sangat dingin bahkan ucapannya kejam kepada wanita, bisa begitu mesum pikirannya..
"huh, emy aku punya hadiah buat kamu"..
"hadiah?, hadiah apa?"..
Dia lalu mengeluarkan kotak kecil dan membukanya, isinya adalah sebuah gelang yang cantik dengan motif hati dan ada gantungan di bagian kuncinya, gantungan kecil berbentuk kotak memanjang.. Cuma aku bingung biasanya gelang selalu ada pengaitnya untuk membuka dan memakainya tapi ini seperti ada sandi di gantungannya..
"A-lka ini apa"..
"ini gelang yang aku pesen khusus, sini aku pasangin" dia pun memasangkan nya di tanganku..
"sandinya cuma aku yang tau, jadi cuma aku yang bisa buka ini" katanya sambil tersenyum padaku.. Gak heran kalau alka bisa pesen gelang dengan desain semahal ini, karna dia kan calon penerus perusahaan ayahnya..
"jadi aku juga gak boleh tau nih sandinya".. Tanyaku..
"gak boleh cuma aku yang boleh tau, nanti kalau kamu tau, suatu saat kamu marah sama aku pasti kamu lepas gelangnya" jawabnya..
.. "hemzz iiyah juga sih"..
"ya udah ayo pulang"
"ayok"..
Di depan rumah..
"Alka makasih iiyah udah nganterin aku, maksih juga gelangnya"pamitku..
" iya sama-sama"..
"aku masuk iya",,
"sayang, kamu gak ngerasa ada yang ketinggalan" katanya..
"Eh,, apa?".. Tanyaku
Lalu diapun langsung mengecup bibirku singkat.. Akupun hanya tersenyum padanya dan masuk kedalam rumah..
Saat aku masuk elena sudah ada di depan pintu kamarku, pasti dia mau mengungkit masalah alka lagi..
"kak emy, kamu tau kan aku disini ngapain, aku udah peringatin kamu, tapi kamu gak mau dengar, ok besok lihat aja, satu sekolah pasti bakalan tau status kamu"..
"jangan,, kasih aku waktu"..pintaku pada elena..
"kasih aku waktu sebulan, sampai acara kelulusan selesai"
Elena langsung pergi, setelah mengatakan itu semua..
Aku pun masuk ke kamar dan berbaring, aku melihat gelang yang alka berikan padaku.. "Alka aku harus gimana, aku gak bisa putusin kamu, tapi kalau gak semua orang akan tau kalau aku cuma anak angkat, dan aku semakin gak pantes ada di samping kamu, kamu sama aku itu bener-bener berbeda"..
Pagi hari
DI SEKOLAH..
Aku terus sama alka, aku minta di temenin ke kantin, ke perpustakaan, bahkan aku minta dia duduk sebangku denganku, itu membuat dia kebingungan, kenapa sifatku berubah jadi manja, tapi aku hanya tidak ingin jauh dari dia, 3 hari hanya 3 hari saja, biarkan aku dekat dengannya, setelah itu aku tidak bisa lagi melakukan semua ini dengannya..
3 hari kemudian..
"Alka aku mau ngomong sesuatu kekamu"
"mau ngomong apa, tumben banget kamu serius gitu?"
"ikut aku yok" akupun menarik tangan alka, mengajaknya ke atap sekolah..
Aku gak berani melihat matanya aku hanya membelakangi dia..
"kenapa sayang, kamu akhir-akhir ini jadi aneh, lagi PMS yah? ".. Tanyanya padaku
Aku memejamkan mataku berusaha tidak menangis..
"A-lka aku mau kita PUTUS"..
"putus? Emy kamu bercanda kan sayang, kamu kenapa sih, aku ada salah sama kamu?"
Dia terus menanyaiku pertanyaan yang hanya terdengar seperti dengungan di telingaku karna aku benar-benar tak sanggup mendengarnya..
"alka, aku udah bosen sama kamu, aku suka sama pria lain"
.. "gak, kamu bohong, buktinya kamu gak mau liat mata aku"..
"A-aku gak bohong alka, aku suka sama orang lain.. Lagipun kita pacaran juga awalnya kamu gak tanya kan aku suka kamu apa gak"
.. "kalau kamu jujur kamu gak mungkin gak berani natap aku, itu berarti kamu bohong,sekarang coba kamu ulangi kata-kata kamu sambil lihat aku kalau emang kamu jujur"..
Aku masih gak sanggup lihat dia, akupun hanya terdiam..
"EMELY AGUSTIN!!!" teriaknya padaku untuk pertama kalinya, aku tau dia pasti benar-benar marah sekarang..
Akupun mengambil nafas panjang benar-benar berusaha untuk tidak menangis,dan membalikan tubuhku menghadapnya, dan menatap matanya dalam-dalam..
"aku gak bohong, aku mau putus, karna aku udah suka pria lain, puas kamu" ya tuhan aku sungguh tak sanggup, aku melihat matanya berkaca-kaca menahan air matanya..
"Emely agustin, aku pastikan kamu akan menyesal dan gak akan bahagia selamanya" dia benar" marah dan bicara menyumpahiku, aku tau seberapa hancur hatinya, tapi hatiku lebih hancur dari dia, aku harap ini keputusan terbaik yang kubuat,"KENDI ALKA aku mencintaimu" aku terisak tak sanggup lagi menahannya, benar-benar terisak sampai rasanya aku tak bisa bernafas, aku menangis sampai dadaku terasa sesak.. "alka maaf, alka maafkan aku, aku benar-benar minta maaf"..
.
.
. Tbc
Haiii guys.. Terimakasih udah mampir di novel aku, jangan lupa tinggalin like dan komennya yah, kritik dan saran juga di tunggu loh.. 😘