
Aku membaringkan tubuhku di kasur karna lelah, bahkan di tambah lelah fikiran gara-gara ucapan alka tadi..namun aku memutuskan untuk tidur..
2 hari sudah berlalu, dan hari ini adalah hari kelulusan.. Sekolah kami selalu mengadakan acara di setiap hari kelulusan.. Aku sudah memutuskan untuk menjelaskan semuanya pada alka, terlepas dia mau memaafkan aku atau tidak, itu urusan dia, yang pasti aku tidak ingin menyimpan perasaanku selama ini, dan aku tidak mau dia membenciku selamanya..
Meskipun saat terakhir kali kami bertemu, kami bertengkar aku akan tetap coba untuk menjelaskannya..
Acara sudah akan mulai setengah jam lagi, tapi aku belum melihat alka..
"Alka"..panggilku seketika saat melihatnya..
Dia hanya menoleh kearahku dan mengerutkan alisnya heran..
"aku ingin bicara denganmu, penting, bisa tidak"..
.."bicara apa, ya sudah tinggal bicara saja disini"..
"aku ingin men..
" kak alka"panggil elena..
Belum selesai aku bicara elena sudah menarik alka untuk melihat panggung sebelum mereka tampil..
"ada apa?"jawab alka pada elena..
" ayo kita lihat panggungnya"..
Alka menoleh kearahku..
"tidak apa-apa, nanti kalau acaranya udah selesai baru kita bicara lagi" kataku..
Alka pun pergi dengan elena,,akupun hanya bisa menghela nafas panjang melihatnya.
Acara di mulai, mc sudah mulai membuka acara.. Semua nya tampak memukau saat di atas panggung, dan sekarang giliran alka dan elena yang tampil.. Aku berdiri di depan panggung yang tidak terlalu depan dan juga tidak di belakang sekali..
Saat alka naik, semua murid wanita langsung berteriak-teriak heboh..
"kak alka, ganteng banget sih" murid 1..
"wah itukan elena murid kelas 10 yang cantik itu, mereka serasi yah" murid ke 2..
Saat ada murid yang bilang mereka serasi aku langsung melihat ke arah panggung..
"benar mereka sangat serasi, sangat cocok, yang 1 tampan dan yang 1 cantik" batinku..
Lalu aku merasa ada yang merangkul pundakku dari samping, aku menoleh dan melihat ternyata adalah satria..
"jangan dengerin kata orang, kamu udah jelasin belum ke alka" ucapnya..
.."iya, ngapain juga aku dengerin orang lain, tadi aku sudah ingin menjelaskan tapi waktunya gak sempat, jadi tunggu acaranya selesai saja"..
"oh begitu syukurlah" jawabnya..
Alka dan elena tampil sangat baik, semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah, saat mereka selesai.. Aku terheran tiba-tiba elena meminta mc memberikan mic nya kepada elena, "apa yang mau dia lakukan" pikirku..
"teman-teman aku ingin mengungkapkan sesuatu yang telah lama aku pendam dari awal aku masuk sekolah,kak alka aku menyukaimu, apa kamu mau jadi pacarku? ".. Sontak akupun langsung terkejut, tidak percaya elena mengatakan itu semua..
"terima, terima, terima"semua murid menyorakkan agar alka menerima elena..
" tidak, tidak, ku mohon jangan, alka jangan terima"batinku..
"baiklah, aku mau jadi pacarmu".. Jawab alka
Aku langsung melebarkan kedua mataku tak percaya ... Dan langsung pergi dari tempat itu,
Aku menangis sambil menyusuri jalanku yang entah menuju kearah mana..
Aku terus menangis, bahkan rasanya hampir pingsan, karna dadaku terasa sangat sesak, dan akhirnya aku berujung di taman tempat aku dan alka pernah belajar di sini,, aku duduk di bangku taman dan melihat gelang yang aku pakai..
Cukup lama aku duduk di bangku taman, setidak nya sampai aku berhenti menangis, aku membuka ponselku, dan memutuskan aku tidak akan menjelaskannya, aku akan biarkan elena bahagia bersama alka..
Aku mengirim pesan pada alka, agar kita bertemu.. Aku ingin lepas dari gelangnya.. Aku tidak ingin menyimpan apapun tentang alka lagi..
"alka, bisa kita bertemu?"
.. "dimana?"
"di taman yang dulu kita pernah belajar"
"ok"...
Tak lama alkapun datang..
"ada apa, kamu habis menangis" tanyanya lembut..
Aku tersenyum ramah, dan menyuruhnya duduk..
"duduklah" kataku...
Dia langsung duduk di sampingku..
"bukankah sudah lama kita tidak kesini, bahkan duduk berdua seperti ini" ucapnya sendu..
"emz sudah lama, sangat lama" jawabku...
Alka hanya menoleh kearahku, aku tidak tahu apa yang dia fikirkan..
"alka, bisa kau buka gelang ini"
"kenapa?" tanyanya...
"aku tidak ingin menyimpan apapun kenangan, dari calon adik iparku"..aku tersenyum sangat tulus saat mengucapkan semua itu..namun mataku berkaca-kaca..
"baiklah, aku harap kamu juga menemukan kebahagiaanmu" katanya..
"emz" jawabku sambil mengangguk..
Saat alka memegang tanganku..tes tes tes,, air mataku yang aku tahan pun jatuh dengan sendirinya..
"0806"ucapnya sambil melepaskan gelangnya, dan aku baru teringat, tanggal itu adalah awal aku masuk SMA dan awal pertemuan kami..
" apa kamu ingat tanggal itu "
" emz, aku ingat"jawabku sambil menghapus air mataku,,
Dia langsung melemparkan gelang itu kererumputan yang jauh di depan kami..
Aku pun hanya bisa menangis..
" sekarang aku melepasmu, EMELY AGUSTIN" dia langsung pergi meninggalkaku.. Aku menangis sangat kuat saat alka mengucapkan itu.. "ayah, ibu, inikah alasan aku jadi kakaknya elena,agar aku bisa memberikan kebahagiaanku padanya".. Aku terus menangis, entah apa yang aku fikirkan aku mencari gelang yang di buang oleh alka tadi, aku terus mencari sambil menangis, bahkan mencari sampai seperti orang yang kehilangan akal sehatnya..
.
.
.
. Tbc..