Love, Will Not Go Away

Love, Will Not Go Away
Vitamin pagi hari



Pagi hari..


Aku bangun pagi karna aku harus pergi kekantor hari ini dan mengurus resaign ku,karna alka sudah menyuruhku untuk bekerja di perusahaannya,aku melihat alka masih tertidur pulas, wajah tampannya saat tidur memang menyejukkan untuk di pandang..


Aku masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan tubuhku,namun saat aku sedang mandi dan berendam di bathup.. Ku dengar suara langkah kaki..


"wow, pagi-pagi mataku sudah dapat vitamin"..


"Ahhhhh!!!!!!!"


Mendengar ucapan itu aku langsung menoleh dan spontan berteriak, benar saja alka sudah berada di belakangku memandangiku yang sedang asik berendam,..


"apa yang kamu lakukan di sini, dasar mesum keluar sana!!" bentakku sambil menyiramkan air padanya..


"aku tadi tidak tau, kalau kamu sedang mandi, lagipula pintunya tidak di kunci".. Jawabnya..


"seharusnya kamu ketuk dulu pintunya, ingat di rumah ini kan bukan cuma ada kamu".. Ucapku kesal..


"sssshhttt, jangan cerewet, lagipula aku juga udah lihat tubuhmu, kenapa sih masih malu-malu, atau.." dia menggantung ucapannya..


"a-atau apa? Ha!!" tanyaku padanya..


"atau kita lakukan sekali lagi biar kamu tidak malu lagi" ucapnya dengan tanpa rasa malu sedikitpun, sedangkan aku, wajahku sudah terasa sangat panas, dan aku yakin pasti wajahku sudah memerah seperti kepiting rebus...


"apa maksudmu, sudah sana keluar aku kan masih mandi"


Aku memalingkan wajahku.. Tapi bukan pergi alka malah melepas semua pakaianya,dan masuk di bathup bersempitan denganku..


"alka apa yang kamu lakukan, cepat keluar, ini sempit tau" ucapku sambil mendorong-dorongnya menggunakan kaki, karna tanganku berusaha menutupi bagian atasku..


Saat aku menendang-nendang, alka menarik kakiku, dan merabanya hingga ke pangkal paha yang lolos membuatku merasakan aneh pada tubuhku..


"sayang, ini akan nikmat tidak sakit lagi" bisiknya di telingaku,aku hanya pasrah, karna sebenarnya meskipun mulutku terus menolak, namun reaksi tubuhku tidak bisa di bohongi.. lalu kamipun melakukan hubungan yang sama seperti kemarin lagi..


30 menit kemudian..


Aku sudah tidak ada tenaga lagi, lalu alka memandikanku di bawah shower lalu menggendongku ke kamar..


"sayang, ayo pakai ini, nanti kamu masuk angin" ucapnya..


Aku hanya mengikuti arahannya yang membantuku memakai baju..


"aku laper" ucapku..


"kamu ada apa di rumah, ada yang bisa di masak gak?"


"gak ada"


"ya udah nanti kita pergi ke supermarket sebentar beli bahan"


"tapi aku kan mau ke kantor"


"udah gak perlu, tadi aku udah suruh asistenku buat urus semua urusan kamu disini" jawab alka datar..


"tapi emang kamu tau kantor aku?"


"kan semalem aku udah tanya alamatnya sama kamu"..


"oh iya juga sih"..


"ya udah ayo kita ke supermarket" ajaknya.


"alka mendingan kita delivery aja deh, percuma aku juga gak bisa masak"..


Alka menjitak pelan keningku.. Lalu berkata..


"perempuan kok gak bisa masak, terus nanti yang masakin suaminya siapa?"..


"emy, sejak kapan kamu jadi matre begini, hemz" tanyanya sambil memandangku tersenyum..


"sejak ketemu kamu lagi"..


Alka hanya tersenyum mendengar jawabanku..


Setelah melalui perdebatan akhirnya kami pergi ke supermarket, aku tidak tahu apa yang harus ku beli, karna alka yang akan memasak jadi dia yang memilih semua bahan-bahannya..


Saat kami asik memilih bahan-bahan, tiba-tiba ada seorang perempuan yang menyapa alka..


"kak alka, kak alka kan?" tanya wanita itu..


"iya, siapa ya?" tanya alka balik..


"kak alka masa lupa si, aku junior kamu dulu di kampus, aku susan" wanita itu bicara sambil memegang lengan alka, yang membuat hatiku panas dan serasa akan meledak..


"oh iya" jawab alka singkat..


"maaf yah mbak saya sama pacar saya ini lagi buru-buru, jadi permisi yah" sahutku dengan ketus dan menyingkirkan tangannya dari lengan alka, lalu menggandeng alka untuk pergi..


Aku lihat alka hanya tersenyum-senyum memandangku..


"kenapa kamu senyum-senyum, seneng abis ketemu junior kamu itu" kataku judes..


"bukan, aku cuma gak nyangka aja,ternyata kamu bisa cemburu juga" jawabnya..


"terus kamu fikir aku harus diem aja gitu liat kamu di pegang-pegang cewek itu" ucapku emosi.


"iya, udah jangan marah terus, kita lanjutin aja beli bahannya" ucap alka sambil mengelus pipiku dan merangkul pinggangku..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.(biarlah masalah selalu datang silih berganti, bagai ombak yang menyentuh bibir pantai tak pernah lelah, tak pernah jenuh selalu datang dan pergi, meski jarak memisahkan puluhan ribu kilo meter, biarpun hati ratusan kali terkoyak, asalkan cinta itu kembali kepadaku, aku tidak akan pernah menyerah) "EMELY AGUSTIN".


.


.


.


.


.


. TBC, gambar hanya sebagai pemanis..


😊